Proses batik

Posted on Updated on

Proses Batik

Oleh: Noor fitrihana

Pengertian Batik

Secara etimologi kata ambatik berasal dari kata tik yang berarti kecil/titik dapat diartikan menulis atau menggambar serba rumit (kecil-kecil). Batik sama artinya dengan menulis. Tetapi batik secara umum memiliki arti khusus yaitu melukis pada kain mempergunakan lilin (malam) dengan mempergunakan canting).

Yang dimaksud dengan teknik membuat batik adalah proses pekerjaan dari tahap persiapan kain sampai menjadi kain batik. Pekerjaan persiapan meliputi segala pekerjaan pada kain mori hingga siap dibuat batik seperti nggirah/ngetel (mencuci), nganji (menganji), ngemplong (seterika), kalendering. Sedangkan proses membuat batik meliputi pekerjaan pembuatan batik yang sebenarnya terdiri dari pembuatan motif, pelekatan lilin batik pada kain sesuai motif,, pewarnaan batik (celup, colet, lukis /painting, printing), yang terakhir adalah penghilangan lilin dari kain . Teknologi pembuatan batik di Indonesia pada prinsipnya berdasarkan Resist Dyes Technique (Teknik celup rintang) dimana pembuatannya semula dikerjakan dengan cara ikat – celup motif yang sangat sederhana, kemudian menggunakan zat perintang warna. Pada mulanya sebagai zat perintang digunakan bubur ketan, kemudian diketemukan zat perintang dari malam(lilin) dan digunakan sampai sekarang

Untuk membuat motif batik umumnya dilakukan dengan cara tulis tangan dengan canting tulis (batik tulis atau batik painting), menggunakan cap dari tembaga disebut (batik cap), dengan jalan dibuat motif pada mesin printing (batik printing), dengan cara dibordir disebut batik bordir, serta dibuat dengan kombinasi kombinasi cara-cara yang telah disebutkan.

Di pasaran kain batik dibedakan menjadi 2 jenis berdasarkan cara pembuatan motif batiknya. Yang pertama adalah Kain batik yaitu kain yang motifnya bercorak batik yang dibuat/digambar dengan cara pelekatan lilin (malam). Sedangkan kain bermotif batik adalah kain yang bermotif/bercorak batik tetapi motifnya tidak digambar melalui pelekatan lilin batik, biasanya dengan mesin printing tekstil, bodrir dan ataupun ornamen batik tanpa melalui pelekatan lilin.

Proses Pembuatan Batik

Teknik pembuatan batik pada awalnya adalah batik tulis dan alat yang digunakan pertama kali adalah canting tulis dari bambu yang kemudian berkembang/diketemukannya canting tulis dari tembaga. Tahapan proses pembuatan batik sebagai berikut:

1) Ngelowong Yaitu menggambari kain dengan lilin, baik menggunakan canthing tangan atau cap (stempel), sifat lilin yang digunakan dalam proses ini harus cukup kuat dan renyah supaya lilin mudah dilepaskan dengan cara dikerok, karena bekas gambar dari lilin ini nantinya akan diberi warna coklat (soga).

2) Nembok Proses ini hampir sama dengan ngelowong tetapi lilin yang digunakan lebih kuat karena lilin ini dimaksudkan untuk menahan warna biru (indigo) dan coklat (soga) agar tidak menembus kain. Bedanya dengan ngelowong adalah nembok untuk menahan warna, sedangkan ngelowong untuk menggambar dan menjadi tempat warna coklat setelah dikerok.

3) Wedelan / Celupan.Tahap ini untuk memberi warna biru dengan menggunakan indigo yang disesuaikan dengan tingkat warna yang dikehendaki. Pada waktu dahulu dengan menggunakan indigo alami dan proses ini berlangsung lebih dari satu minggu untuk warna biru yang lebih tua. Kemudian setelah ada indigo pasta/puder warna biru dapat diperoleh hanya dalam waktu 1-2 hari. Setelah tahun 1965, sedikit sekali orang memakai indigo. Untuk memperoleh warna biru biasanya menggunakan warna kimia yang lebih cepat seperti naphtol, dengan warna naphtol dapat mempercepat proses hanya beberapa menit.

4) Ngerok :Yaitu menghilangkan lilin klowongan untuk tempat warna coklat, pekerjaan ini dilakukan dengan menggunakan potongan kaleng dengan lebar 3 cm,panjang 30 cm yang ditajamkan sebelah lalu dilipat menjadi dua, alat ini disebut cawuk.

5) MbironiKain setelah dikerok pada bagian-bagian yang diinginkan tetap berwarna biru dan putih (cecek/titik-titik), perlu ditutup dengan lilin menggunakan canthing tulis/biron. Hal ini dimaksudkan agar bagian tersebut tidak kemasukan soga apabila disoga.

6) NyogaKain yang telah dibironi lalu diberi warna coklat (disoga) dengan ekstrak pewarna yang terbuat dari kulit kayu, soga, tingi, tegeran, dan lain lain (zat warna alam). Kain tersebut dicelup dalam bak pewarna hingga basah seluruhnya kemudian ditiris hingga kering. Proses ini diulang –ulang hingga sampai mendapatkan warna coklat yang diinginkan. Untuk warna tua sekali proses ini dapat memakan waktu 2 minggu. Jika mnenggunakan pewarna kimia (zat warna sintetis) proses ini dapat selesai dalam waktu satu hari.

7) Mbabar / Ngebyok / NglorodTahap ini untuk membersihkan seluruh lilin yang masih ada di kain dengan cara dimasak dalam air mendidih dengan ditambah air tapioca encer atau TRO agar lilin tidak melekat kembali ke kain

About these ads

20 thoughts on “Proses batik

    retno said:
    November 23, 2007 pukul 9:43 am

    Saya sedang belajar membatik kain panjang/jarik.Setelah kain selesai di klowong apakah kemudian diberi warna dasar dulu?kemudian baru di kerok(cara penngerokannya bagaimana,apakah kain dalam keadaan basah?)kemudian setelah kering kain di tembok pada bagian warna dasar,baru tahap berikutnya di soga?dan kemudian baru di lorod.

    Mohon penjelasannya mengenai hal ini secepatnya.

    terimakasih
    retno-jkt

    yuliteguh said:
    November 23, 2007 pukul 12:54 pm

    proses pewarnaan batiknya?????

    noor fitrihana responded:
    November 26, 2007 pukul 9:35 am

    Untuk proses pewarnaan batiknya tergantung jenis zat warnanya masing-masing jenis zat warna memiliki karakteristik proses tersendiri seperti naphtol, bejana (indantrren/indigo), remazol, direk ataupun zat warna alam memiliki urutan proses dan obat bantu yang berbeda. Untuk bisa proses pewarnaan anda bisa baca buku tentang pencelupan tekstil ato batik. Ato datang ke kami untuk mengikuti workshop yang rencananya akan kami selenggrakan.
    Urutan proses diatas adalah urutan umum dan teknik tradisional boleh dijadikan pakem ataupun bisa berkreasi sendiri. Prinsip batik adalah rintang celup jadi untuk bikin motif asal kita bisa berkreasi dengan teknik rintang celup dan lilin untuk menjadikan motif batik sah-sah aja bagaimanapun prosesnya. Untuk ngerok alatnya disebut cawuk dapat dilakukan pada kondisi basah ataupun kering yang terpenting hati-hati jangan sampai merusak kain. Batik kontemporer proses mbironi pun sekarang tidak lagi harus dengan warna biru dan nyoga tidak harus dengan warna coklat.
    semoga bisa membantu

    anis said:
    April 18, 2008 pukul 1:13 pm

    saya sedang mencari pengrajin batik yang memproduksi batik celup, mohon pencerahan. Thanks.

    LeNZ said:
    April 22, 2008 pukul 1:43 pm

    Saya mahasiswi arsitektur dari Medan. Sedang dalam tahap kolokium membuat tugas akhir yang berjudul Galeri dan Pusat Penjualan Batik. Saya mau tanya tentang filosofi batik dan teknologi batik terkini. Mohon dibantu untuk melengkapi data saya. Thanks semuanya..

    gamal bya said:
    Mei 12, 2008 pukul 10:08 am

    saya mau tanya bagaimana untuk proses pencelupan dgn Zat warna alam.apakah zat warna alam sudah ada kriteria ketahanan warna, sinar, garam, dan gosok.
    apabila kita memakai Zat Warna Alam seperti bixa ataupun lainnya saat diproses pelepasan lilin apakah tdk akan berubah warna,bila kita memakai fiksasi dengan tawas.tolong diberi tanggapan.

    maruchiee said:
    Juli 22, 2008 pukul 9:12 pm

    saya mau tanya zat warna untuk kain satin sutera atau sutera standart?????

    amelia said:
    November 19, 2008 pukul 11:33 am

    saya amelia , saya mahasiswa UNS yang sedang mengadakanpenelitian tentang batik, saya meu menanyakan bagaimana proses pembuatan batik colet dan batik lukis beserta bahan yang digunakan apa saja. info dapat dikirim melalui alamat email saya, terimakasih atas bantuan dan informasinya.

    sancaya rini said:
    Januari 3, 2009 pukul 8:15 pm

    Pak Noor.. ada yang masih mengganjal dalam proses produksi batik saya.
    Saya nglorod malam tidak berani dengan menambahkan banyak2 soda abu ke dalam air rebusan, takut ngrusak warna alam, jadi penghilangan malam kurang sempurna. Kadang pakai bensin kalau untuk selendang, atau bidang yang kecil..bidang lebar menghindari bensin karena jadi mahal ongkos prod.nya. Tolong masukan yang ces pleng… supaya hasil lorotan batik warna alam bersih. Saya baca di salah satu komentar.. masak nglorod direndamkan ke bensin selama 9 jam secara merata. Apa nggak rusak kainnya?

    Nanang F K said:
    Februari 15, 2009 pukul 2:19 pm

    Gimana sih cara buat batik celup ???????

    nurul kusumawati said:
    April 22, 2009 pukul 10:20 am

    belajar batik tulis teryata punya keasyikan tersendiri..terutama mencantingria..,belajar di rumah otodidak sendiri…,

    ratna kartika said:
    Agustus 10, 2010 pukul 10:07 pm

    mohon infonya , dimana ada kursus proses pewarnaan batik?

    Djoko Santoso said:
    Oktober 27, 2010 pukul 8:51 pm

    Selama ini kaum pembatik tergolong sebagai kaum marginal, padahal dari mereka tetcipta sebuah karya seni yang luar biasa. Sebagus apapun desain batik seseorang kalau pembatiknya tidak mengerti bagaimana menata konfigurasi desain tersebut maka akan menjadi sebuah karya yang sangaat murah. Seorang pembatik yang propesional sudah bisa membaca makna yang akan ditonjolkan. Proses nglowongi ( pola pinggir ) kemudian ngisi pola yang harus disesuaikan dengan warna yang akan dikehendaki. Karena isen ( isi ) ada beberapa macam bentuk seperti bentuk ukel, cecek, sawud, galar, beras wutah dll. merupakan faktor yng bisa mendukung penampilan sebuah karya seni batik yang adiluhung. Dalam era modernisasi seperti sekarang ini motif batik lebih variatif bahkan mengarah ke kontemporer. Tapi semua itu tidak dapat memperbaiki kondisi ekonomi para pembatik. Bisa dibayangkan di wilayah Banyumas masih ada ongkos membatik masih berkisar antara Rp 3000 – Rp 9000.- Rata 2 mereka bisa mengerjakan antara satu sampai 3 lembar per hari. Ya memang mereka hanya membuat isen ( mengisi ), tapi sampai kapan mereka akan berubah jika para pengusaha batik hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan kesejahteraan para pembatriknya. Mereka seperti mesin yang pengusaha. Tapi untung masih ada yang mengakui keberadaan mereka, seperti para penggiat batik dll.
    Kita memang diakui didunia internasional sebagai pemilik sah karya adiluhung beruspa batik. Ok.

    amini said:
    November 5, 2010 pukul 9:47 pm

    senang sekali ketemu halaman ini
    saya alumni PTTB busana …….
    informasi ini sangat bermanfaat….

    Canting said:
    November 30, 2010 pukul 4:18 pm

    Artikel yang menarik, saya harap ada gambar tiap prosesnya agar bisa lebih jelas penjabarannya.
    terimakasih

    nining said:
    Desember 13, 2010 pukul 6:52 pm

    ass, mohon informasi dimana kami dapat memperoleh peralatan2 dalam membuat batik

    rahayu catur utami said:
    Agustus 9, 2011 pukul 2:50 pm

    tulisan nya gak jelas,,dolong tulisan nya warna apa aja,yg pntg bsa kelihatan,itu tulisan nya trallu kcl,,Thank’s

    Dimas Prayudi said:
    November 16, 2013 pukul 10:31 am

    sepertinya tulisan ini sudah sangat lama ya? sekarang ada teknik baru dalam pembuatan batik (bukan motif batik) saya sedang menyusun program koperasi untuk para pembatik, saya ingin menaikkan kesejahteraan para pembatik dan ingin mengangkat secara ekonomi merka, semoga ada yang tertarik untuk memberi masukan buat saya, untuk dana sudah saya persiapkan secara keseluruhan karena saya sudah di bantu oleh salah sati perusahaan besar untuk mengembangkan ide saya ini. hub saya di: dimasprayudimm@gmail.com atau see:
    kenaparagu.com

    kain batik said:
    Januari 1, 2014 pukul 4:01 pm

    KEREN!! mulailah tanamkan seni batik pada pemuda dan pemudi mulai dari sekarang, agar perkembangan batik tidak terhambat karena pengrajin batiknya sudah tua dan tidak mampu lagi membatik.

    Uum pakem3 said:
    Februari 3, 2014 pukul 2:20 pm

    Thanks yh buat saran nya ini sangt bermamfaat untuk sya:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s