Sekilas Tentang Zat Warna Alam Untuk Tekstil

Posted on Updated on

by:Noor Fitrihana

Ditinjau Dari sumber diperolehnya zat warna tekstil dibedakan menjadi 2 yaitu:

  1. zat pewarna alam, diperoleh dari alam yaitu bersal dari hewan (lac dyes) ataupun tumbuhan dapat berasal dari akar, batang, daun, buah, kulit dan bunga.
  2. Zat pewarna sintetis adalah zat warna buatan (zat warna kimia) .Oleh karena banyaknya Zat warna sintetis ini maka untuk pewarnaan batik harus dipilih zat warna yang:

a. Pemakaiannya dalam keadaan dingin atau jika memerlukan panas suhu proses tidak sampai melelehlan lilin.

b. Obat bantunya tidak merusak lilin dan tidak menyebabkan kesukaran kesukaran pada proses selanjutnya.

Pengrajin-pengrajin batik telah banyak mengenal tumbuhan-tumbuhan yang dapat mewarnai bahan tekstil beberapa diantaranya adalah : daun pohon nila (indofera), kulit pohon soga tingi (ceriops candolleana arn), kayu tegeran (cudraina Javanensis), kunyit (curcuma), teh (the), akar mengkudu (morinda Citrifelia), kulit soga jambal (pelthophorum ferruginum), kesumba (bixa orelana), daun jambu biji (psidium Guajava). (Sewan Susanto,1973)

Menurut R.H.MJ. Lemmens dan N Wulijarni-Soetjipto dalam bukunya Sumber Daya Nabati Asia Tenggara Nn.3 (tumbuhan-tumbuhan penghasil pewarna dan tannin,1999), sebagian besar warna dapat diperoleh dari produk tumbuhan, di dalam tumbuhan terdapat pigmen tumbuhan penimbul warna yang berbeda tergantung menurut struktur kimianya. Pada umumnya olongan pigmen tumbuhan adalah klorofil, karotenoid, flovonoid dan kuinon. Pewarna nabati yang digunakan untuk mewarnai tekstil dapat dikelompokkan menjadi 4 tipe menurut sifatnya :

1. Pewarna langsung dari ikatan hydrogen dengan kelompok hidroksil dari serat; pewarna ini mudah luntur contohnya (kurkumin)

2. Pewarna asam dan basa yang masing-masing berkombinasi dengan kelompok asambasa wol dan sutra; sedangkan katun tidak dapat kekal warnanya jika diwarnai; contohnya adalah pigmen-pigmen flavonoid.

3. Pewarna lemak yang ditimbulkan kembali pada serat melalui proses redoks, pewarna ini seringkali memperlihatkan kekekalan yang istimewa terhadap cahaya dan pencucian (contohnya tarum).

4. Pewarna mordan yang dapat mewarnai tekstil yang telah diberi mordan berupa senyawa etal polivalen; pewarna ini dapat sangat kekal contohnya alizarin dan morindin.

Dalam pencelupan dengan zat warna alam pada umumnya diperlukan pengerjaan mordanting pada bahan yang akan dicelup / dicap dimana proses mordanting ini dilakukan dengan merendam bahan kedalam garam-garam logam, seperti aluminium, besi, timah atau krom. Zat-zat mordan ini berfungsi untuk membentuk jembatan kimia antara zat warna alam dengan serat sehingga afinitas zat warna meningkat terhadap serat. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian perubahan sifat fisika dan kimia kain sutera akibat pewarna alami kulit akar mengkudu yang dilakukan Tiani Hamid dan Dasep mukhlis (2005) menunjukkan bahwa penggunaan mordan dapat mengurangi kelunturan warna kain terhadap pengaruh pencucian. Hal ini menunjukkan senyawa mordan mampu mengikat warna sehingga tidak mudah luntur.

Tabel 1. Zat warna alam untuk Tekstil

No

Kelompok Bagian tumbuhan Sumber zat warna
1 kayu Kruing, Nangka,Tegeran, Bengkirai,Mranti,Secang,Jati (Sekam), ulin

3 Akar Mengkudu

4 Daun Ketepeng, Jambu biji, Jati, Tom (indigofera),Kepel, Pacar air, Alpukat, Urang Aring

5 Kulit buah Manggis, Kedelai, Kara BengukSabut kelapa

6 Kulit kayu Jambal, Tingi, Pinus Merkusi

7 Getah Gambir

8 Bunga Sari kuning

10 Biji Alpukat, Bixa Orelana, Kacang merahMakutodewo

Dari berbagai referensi hasil penelitian tentang zat warna alam yang telah dibaca oleh tim peneliti, pemanfaatan zat warna alam pada umumnya masih menggunakan teknik pencelupan untuk mewarnai bahan tekstil. Oleh karena itu tim peneliti merasa perlu untuk mengembangkan penggunaan zat warna alam dengan teknik pencapan sablon. Hal ini didasari bahwa teknik pencapan sablon telah memasyarakat sehingga mudah dipelajari disamping itu akan dapat memperpendek waktu produksi jika digunakan untuk membuat motif batik pada kain oleh para pengrajin. Dari hasil penelitian ini diharapkan meningkatkan produktivitas penggunaan zat warna alam untuk batik dan produk kerajinan.

About these ads

30 thoughts on “Sekilas Tentang Zat Warna Alam Untuk Tekstil

    Atique said:
    November 6, 2007 pukul 6:53 pm

    saya berminat juga kalo ada workshop pewarna alam mohon hubung muny_fressa@yahoo.com atau http://batikpekalongan.wordpress.com terimakasih

    noor fitrihana responded:
    November 8, 2007 pukul 8:36 am

    kita tawarkan ke teman-teman jika mau jadi event organizernya dikota masing-masing asal waktu kami bisa disesuaikan. nanti kalo kami menyelenggarakan di yogya akan kami beritahu. trims

    rizvina.ne said:
    November 13, 2007 pukul 1:51 pm

    selamat siang
    saya mau tanya barangkali bapak bisa bantu rumus kimia dibawah ini, cara pengolahan, dapat mencelup pada serat apa saja dan warna yang dihasilkan nya apa saja ?
    terima kasih atas bantuanya dan kamitunggu jawabannya.

    wassalam

    rizvina

    No
    Kelompok Bagian tumbuhan Sumber zat warna
    1 kayu Kruing, Nangka,Tegeran, Bengkirai,Mranti,Secang,Jati (Sekam), ulin

    3 Akar Mengkudu

    4 Daun Ketepeng, Jambu biji, Jati, Tom (indigofera),Kepel, Pacar air, Alpukat, Urang Aring

    5 Kulit buah Manggis, Kedelai, Kara BengukSabut kelapa

    6 Kulit kayu Jambal, Tingi, Pinus Merkusi

    7 Getah Gambir

    8 Bunga Sari kuning

    10 Biji Alpukat, Bixa Orelana, Kacang merahMakutodewo

    Noor Fitrihana responded:
    November 13, 2007 pukul 2:46 pm

    untuk rumus kimia adanya yang secara umum dan tidak memungkinkan kalo di upload (maaf gak sempat nulisnya)
    sebagian besar kami mempunyai contoh warnanya dan sebaiknya anda melihat langsung warnanya ke tempat kami (koleksi yang ada di kami).
    Atau anda bisa juga mengunjungi balai batik Yogyakarta di jalan kusumanegara untuk melihat koleksi yang disana. trims

    Noor Fitrihana responded:
    November 13, 2007 pukul 2:50 pm

    secara umum berdasar pengalaman kami, zat warna alam variasi warnanya merah,kecoklatan, hijau, biru (indigofera) dan kuning (rtua mudanya watrna tergantung fixator pembangkitnya tawas, tunjung dan kapur tohor serta suhu dan lama celupannya)

    Rusmiyanti said:
    November 25, 2007 pukul 3:30 pm

    nama Rusmiyanti saya ingin lebih tahu tentang penggolongan zat warna alam lebih detail beserta rumus kimia dan cara penggolongan serta di pakai untuk serat apa saja atau jenis kain apa.pliz ya pak cz tugasnya besok di kumpulinnya,sumpah!!!!demi ALLAH

    noor fitrihana responded:
    November 26, 2007 pukul 10:02 am

    secara umum zat warna alam dpat mencelup serat protein (wool dan sutera) dan serat selulosa (kapas/cooton dll). beberapa juga mamapu mencelup serat sintetis. berdasar pengalaman hasil yang paling baik adalah pada serat protein. Untuk rumus kimia umumnya merupakan turunan dari gugus tanin seperti flavon, anatrakuinon dl yang banyak membahas tetnatang struktur kimia zat warna alam umumnya buku tentang pewarna makanan 9cari di perpustakaan teknologi pangan)(di buku-buku tekstil apalagi di indonesia hampir tidak dibahas)
    penggolongan pewarna alam dari sumbernya yaitu hewan/serangga (lac) dan tumbuhan. dari strukturr kimia ada beberapa macam seperti yang telah saya tuliskan.
    proses pengerjaannya hampir sama kecuali indigo dari daun tarum yang butuh proses fermentasi.

    ADAM said:
    Maret 18, 2008 pukul 3:15 pm

    Udah berjam-jam saya research ttg bahan-bahan pewarna yang dipakai untuk batik sablon, tapi belum dapat-dapat ! please donk ada yang punya ide ? send me as soon as possible !

    meida nur fitriyah said:
    Maret 22, 2008 pukul 7:48 pm

    limbah tumbuhan yang secara kontinyue dapat dibuat untuk zat warna alami apa saja???

    genta saskara said:
    April 16, 2008 pukul 10:59 am

    Kalo ada yg menjual pewarna alami mohoh hubungi saya.

    wawan said:
    Mei 15, 2008 pukul 10:44 am

    untuk batik biasanya menggunakan warna campuran yang biasa disebut soga.

    wawan said:
    Mei 15, 2008 pukul 10:46 am

    menurut saya ttg limbahan tumbuhan yang bisa dibuat zat warna alam itu banyak.bgmn klu maen2 aj ke teknik tekstil UII Yogya.

    b4d3consultants said:
    Mei 19, 2008 pukul 10:12 am

    Bagi rekan-rekan yang ingin belajar garmen, ergonomi kerja dan pewarna alami kami menyediakan CD room yang berisi file teori danmdoul praktek dalam format pdf dan powerpoint.
    Harga 1 CD : Rp. 200.000 sudah termasuk biaya kirim
    bagi yang berminat bisa menghubungi kami
    B4D3 Consultants telp 0274 6570695
    biaya ditransfer ke rekening kami atas nama
    wahyudiati bank mandiri no rek xxxxxxxx (hubungi kami)
    trims

    Wida said:
    Juli 19, 2008 pukul 10:51 am

    Saya minat CD tersebut. Apakah bisa kalau membeli secara langsung? Tolong diberitau alamatnya.

    dijono said:
    Juli 24, 2008 pukul 4:21 pm

    tolong beri kami brosur atau artikel mengenai pembuatan zat warna alam atau mengenai zat warna alam ke alamat email saya , terima kasih

    Wayan said:
    Juli 24, 2008 pukul 5:10 pm

    kami ygbergerak dibidang fashion, butuh orang yang pengalaman di bid. pewarnaan alam, dan kami berkeinginan utk kerjasama,tolong kami dkasih alamatnya

    Noor Fitrihana responded:
    Juli 25, 2008 pukul 11:04 am

    Bagi yang berminat tentang informasi zat warna alam hubungi kami di telp 02746570695
    B4D3 Consultants beralamat di Perumahan Mapan sejahtera B4 Gondanglegi Wedomartani Sleman

    didin syarifudin said:
    Juli 31, 2008 pukul 1:50 pm

    saya berminat mengikuti workshop zat warna alam, kalau ada jadwal di bulan berikutnya. mohon informasikan ke alamat email saya didin_06@yahoo.com
    terimakasih

    N. WULIJARNI-SOETJIPTO said:
    Agustus 16, 2008 pukul 8:58 am

    Saya punya buku bagus tentang zat warna sbb.:

    Plant Resources of Tropical Africa No. 3. Dyes and tannins. Oleh P.C.M. Jansen & D. Cardon (Editors). Terbitan PROTA Foundation / Backhuys Publishers / CTA, Wageningen, Netherlands, 2005. 216. hal.

    buku tersebut melengkapi buku tsb di bawah ini:

    Lemmens, R.H.M.J. & Wulijarni-Soetjipto, N. 1992. Plant Resources of South-East Asia No. 3. Dye and tannin-producing plants. Bogor, PROSEA Foundation. 196 hal.

    Bila anda berminat, bisa difotokopi asal anda bayar ongkos fotokopi dan ongkos kirimnya.

    Trima kasih

    noor fitrihana responded:
    Agustus 16, 2008 pukul 2:26 pm

    Yth.
    N. WULIJARNI-SOETJIPTO

    Terimakasih kami sangat tersanjung ibu berkenan memberikan komentar di blog ini. Dan dari buku beliau inilah yang mnginspirasi kami dan teman-teman di Prodi busana FT UNY untuk mengeksplorasi pewarna alami

    Kami menunggu komentar dan saran ibu berikutnya

    B4D3 consultants

    Indriana said:
    September 15, 2008 pukul 12:20 pm

    Saya tertarik dengan buku yg ditawarkan sebagai buku pelengkap yg Ibu miliki. Mohon kontak ibu untuk dihubungi. Sbg informasi, saya menggunakan pewarna alam untuk sensitiser sel surya.
    Untuk rekan-rekan FT UNY, terima kasih atas info di blog yang anda buat.

    morin said:
    September 21, 2008 pukul 7:11 pm

    huoooow..artikelnya sangat bermanfaat…nuhun pisan…buat referensi tugas kuliah, makasi atas ilmunya

    morin kriya tekstil 2005
    salam kenal

    Gilen said:
    Oktober 9, 2008 pukul 10:42 am

    Pertanyaan: apakah ada cara spy tegeran tidak hilang warnanya ketika process menghilangkan lilin? Udah difixasi ttp tetap hilang semua!

    yuli said:
    Maret 17, 2009 pukul 11:49 am

    saya ingin mengetahui apakah dalam rumput teki atau daun rimpang terdapat kandungan zat warna untuk tekstil?
    kemudian bagaimana cara kerja pencelupan mengunakan rumput teki tersebut?
    saya sangat menunggu jawabannya
    trima kasih

    Teja Narendra said:
    Juli 30, 2009 pukul 11:58 pm

    kepada yth N. WULIJARNI-SOETJIPTO
    saya sangat berminat akan buku tersebut, sudah saya cari di toko buku manapun tapi tidak tersedia, mohon kontak ibu, atau bila teman2 ada yang memiliki buku tersebut (versi indonesia) bekas atau pun baru, saya bersedia untuk membelinya dengan harga yang menarik, mohon kirim info nya ke email saya pande_emo@yahoo.com
    terima kasih

    jon said:
    Desember 31, 2009 pukul 11:45 am

    sugeng siang,….
    saya dari kampoeng batik laweyan yang sedang mengembangkan batik warna alam,…saya mau menanyakan tentang bahan2 yang dipake untuk pewarna warna hijau biasanya menggunakan tumbuhan apa,…menurut buku yang saya pelajari dengan memakai daun2nan,..untuk lebih spesifik lagi dengan memakai dau apa,..
    terimakasih

    lia said:
    Januari 29, 2010 pukul 6:32 pm

    sy dr jkt sdg mencari info ttg teknik pewarnaan tekstil dg menggunakan pewarna alam. Mohon masukannya. Trima ksh.

    hajar said:
    April 2, 2010 pukul 9:15 am

    sy mahasiswi dr jkt mencari info ttg pembuatan pewarna alami berupa powder. mau tanya, bisakah pewarna alami diolah jd bntuk bubuk/powder spy lbh praktis digunakan? sdh adakah industri yang membuatnya? mesin dan peralatan apa yang dibutuhkan? dan bagaimana soal biayanya?
    mhon infonya ke zhar_crb@yahoo.com
    terima kasih banyak sebelumnya..

    Jazir Hamid said:
    Mei 5, 2010 pukul 8:47 pm

    MAu nany, cara pengekstrakan daun mangga itu dilakukan ketika masih basah atau ketika sudah kering, warna apa yang bakal muncul pada Zat Warna dari pengekstrakan daun mangga dengan fiksator: Kapur, Tawas dan Tunjung
    Terimakasih dan dalam

    Yusuf Anabbahaneiy said:
    April 20, 2012 pukul 1:43 pm

    Wah bagus skli..Saya pengrajin tenun tradisional dari desa Troso Jepara jateng,mohon djlskn cara cara utk pewarnaanya,serta bahan2nya dan komposisinya

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s