Belajar Manajemen Produk Hortikultura BUAH DAN SAYURAN SEGAR

Posted on Updated on

Belajar Managemen BUAH DAN SAYURAN SEGAR

dari SELANDIA BARU

oleh Noor Fitrihana

A. PENDAHULUAN

Kinerja ekspor produk hortikultura Selandia Baru mengalami peningkatan yang sangat pesat dalam 30 tahun terakhir. Pada tahun 1980 nilai ekspor masih 116 juta USdolar dan meningkat mencapai 1 milyar USdolar di tahun 1990 dan menajdi 2 milyar US di tahun 2003. Berbagai produk hortikultura dari buah-buahan yang segar, sayur-mayur, bunga, tanaman dan benih, seperti anggur, diekspor sedikitnya 105 negara.

Negara tujuan ekspor utama adalah Uni eropa, Jepang, Amerika dan Australia dan 10 % nilai ekspor Selandia Baru ke Inggris dan Jepang adalah produk hortikultura. Selandia Baru merupakan eksportir utama di sector hortikultura seperti buah kiwi, aple, bawang dan jeruk. Selandia Baru sangat dikenal sebagai Negara yang pengahsil buah dan sayur yang berkualitas tinggi dan memiliki system rantai pasok yang sangat kuat sehingga mampu memenuhi kebutuhan konsumen di pasar internasional.Dengan kerjasama antara ilmu pengetahuan dan industri mampu memberikan ciri khas produk hortikultura Selandia Baru dipasar internasional. Pemahaman proses produksi dan pengolahan pasca panen memiliki keterkaitan yang sama untuk mengahsilkan buah segar, bunga dan sayuran yang berkualitas ke tangan konsumen.

Permintaan konsumen di pasar internasional terhadap buah segar dan sayuran dari Selandia Baru adalah memiliki tekstur, rasa, bau dan warna yang khas serta aman, bermutu tinggi dan bergizi. Untuk mencapai kualitas tersebut agar buah-buahan dan sayuran tetap segar walaupun menempuh perjalanan jauh untuk mencapai pasar internasional maka tantangan yang dihadapi adalah pengelolaan sistem pengendalian kualitas dan rantai pasok.

Ukuran efektifitas system rantai pasok yang panjang untuk buah dan sayur dari Selandia Baru adalah mampu memberikan harga yang kompetitiv di pasar-pasar utama seperti Erpopa Amaerika dan Jepang. Kunci dari kesuksesan ini adalah industri yang inovatif yang didukung oleh ilmu pengetahuan dan responsive terhadap kebutuhan pasar. Ilmu pengetahuan dan inovasi yang terpenting adalah:

  1. Pembibitan dan pemilihan buah dan sayur dan bunga agar terjaga kualitasnya sepanjang distribuís rantai pasok
  2. Manajemen kesegaran untuk meminimlakan kesalahan penyimpanan dan meningkatkan umur kesegaran buah selama proses penyimpanan
  3. Melaksanakan system produksi yang integrated untuk buah dan sayur agar dapat memastikan bahwa hanya produk yang berkualitas yang masuk dalam rantai pasok
  4. Sistem pengemasan yang inovatif yntuk mengurangi kerusakan fisik pada buah segar dan sayur selama dalam perjalanann dan menggunkan lapisan polimer aar tidak cepat kering dan mengontrol konsentrasi dari pengaruh g udara.
  5. Penetuan konsentrasi optimum gas untuk pengendalian atmospher dalam ruang penyimpanan apel dan kiwi
  6. Menemukan pengaruh etilen ( pemasakan gas alami) pada pemasakan buah kiwi
  7. Membuat indikator kedewasaan buah kiwi yang mengindikasikan bahwa buah kiwi dapat dipanen sedemikian sehingga tidak kehilangan kelezatan dan rasa ketika dikonsumsui untuk kemudian hari.
  8. Mengembangkan protokol untuk proses pendinginan cepat buah dan sayur setelah dipanen dan menjaga RH optimum.dari buiah dan sayur tersebut.
  9. Mengembangkan dan menggunakan mesin sortir elektronik buah dan sayur yang cepat dan akurat.
  10. Mengenalkan sistem manajemen rantai pasok untuk memonitor kondisi lingkungan seperti perjalanan produk sepanjang distribusi sesuai kapasitas untuk melacak product kembali ke suplier.

Kesalahan-kesalahan yang dilakukan untuk menjaga performa yang tinggi dari sistem rantai pasok dalam pasar global akan membawa resiko yang tinggi dimana konsumen menginginkan jaminan bahwa buah segar dan sayuran benar-benar aman dan dipanen dari sistem produksi yang berkesinambungan. Sistem audit produksi dan keakuratan penelusuran kembali dari sistem adalah sangat penting untuk pertumbuhan export hortikultura di Selandia Baru. Ketidakmampuan mengakses ilmu pengetahuan untuk menjaga dan memperluas sistem ranto pasok akan membawa resiko yang besar.

B. SISTEM RANTAI PASOK

Sistem rantai pasok dimulai dengan memproduksi buah dan sayuran segar, selanjutnya di dlakukan grading (pemilihan kualitas), pengemasan dan penyimpanan produk, kemudian sistem transportasi, pengiriman dan pendistribusian ke pasar. Pengiriman dproduk hortikultural yang segar membutuhkan manajemen yang proaktif dalam mengelola sistem rantai pasok dari lahan pertanian hingga ke konsumen. Titik kritis kesuksesan dari Selandia Baru dalam mengekspor buah segar adalah waktu antara panen dan masuk ke pasar biasanya diukur dalam minggu dan bulan .

Sistem rantai pasok produk hortikultura di Selandia Baru emiliki karakteristik sebagai berikut :

  1. Aliansi strategis dengan perusahaan yang memiliki keterampilan khusus
  2. Struktur Organisasi dengan fasilitas komunikasi, berbagi informasi dan transparan antar partner
  3. Kerjasama Sumber Daya manusia dengan seluruh level karyawan dalam seluruh organisasi dalam sistem rantai pasok dimana semua orang memiliki visi dan komitmen untuk menjadi yang terbaik.
  4. Menggunakan sistem teknologi informasi yang canggih untuk mengawasi perjalanan produk dalam sistem rantai dan dengan sistem pelacakan kembali yang baik dan fedback yang tepat waktu untuk pengambilan keputusan yang tepat.
  5. Struktur vertikal yang terintegrasi yang memiliki kemampuan untuk mengawasi operasi kunci dalam sistem rantai pasok.

Sektor hortikultura dii Selandia Baru telah membuat pergeseran paradigma dari sistem tradisional dan praktek pembagian di masa lalu dan memperoleh keuntungan dari perubahan perilaku melalaui sistem supply chain. Beberapa manfaat yang diperoleh adalah:

  1. Konsumen yang setia berdasarkan kepercayaan untuk menerima pengiriman yang tepat waktu dan produk yang berkualitas
  2. Penggunaan teknologi informasi yang inovativ dalam sistem rantai pasok
  3. Aliansi strategis dalam jangka panjang telah dikembangkan dengan kolaborasi dengan beberapa partner seperti dalam pengemasan, penyimpanan dan transportasi
  4. Sistem dikembangkan untuk dapat berbagai informasi dengan cepat dengan sejumlah partner dalam sistem rantai pasok
  5. Sistem Outsourcing yang cerdas pada kegiatan pendukung inti bisnis sangat membantu mengurangi biaya dan meningkatkan pelayanan
  6. Bisnis partner telah dirancang ulang untuk mengooptimalkan pelayanan konsumen dan meningkatkan keuntungan.

C. PENGENDALIAN KUALITAS

Pengendalian kualitas dilakukan sejak proses penanaman (sebelum panen) dan setelah panen. Untuk menjaga dan meningkatkan kualitas beberapa pendekatan strategis yang dilakukan adalah:

  1. Pengendalian Kualitas Sebelum Panen Untuk Menentukan Kualitas Produk Yang Akan Dikirim Dalam Sistem Rantai Pasok

- Pemilihan Variasi tanaman

Lebih dari 100 varitas tanaman dalam setahun telah dikembangkan dan dipilih berdasarkan kondisi tanah, iklim dan sistem produksi horticultura. Kritreria Pemilihan termasuk produkstivitas dari berbagai jenis tanaman pada kondisi lingkungan, ketahanan terhadap hama dan penyakit dan jumlah dan kualitas buah untuk pasar lokal. Selnjutnya untuk memenhi kebutuhan pasar ekspor dilakukan dilakukan penambahan kualitas pada proses pasca panen.

- Mangemen kesuburan tanah

Kualitas buah dan sayur pasca panen dipengaruhi oleh management kesuburan tanah. Untuk itu kesuburan tanah perlu dikendalikan dengan menambahkan beberapa mineral yang dibutuhkan tanaman buah dan sayuran.

- Managemen Air

Pengairan yang terlalu berlebihan atau kurang akan mempengaruhi ladang dan kualitas produk buah dan sayur setelah dipanen. Para ilmuwan membuat kebutuhan air pada berbagai tanaman dan memberikan panduan untuk mengelola kebutuhan air pada tanaman

- Manjemen hama dan penyakit

Selandia Baru mengembangkan dan mengimplementasikan program managemen pengelolaan hama dan penyakit yang inovativ untuk memberikan nilai tambah pada produk buah dan sayur baik untuk pasar lokal maupun ekspor

- Sistem Arsitektur pohon anggur

Keseragaman kualitas buah dan sayur setelah di panen dapat dicapai ketika semua buah dalam pohon atau anggur memperoleh penyinaran yang sama pada lingkungan. Pencahayaan yang optimum akan meningkatkan akumulasi karbohidrat dalam buah dan akan meningkakan kelezatan dan rasa. Untuk itu telah didesain pelatihan penyusunan pohon dan anggur yang modern.

- Kedewasaan buah untuk menentukan waktu panen

Kualitas buah dan syur akan optimum ketika diapanen saat mencapai kedewasaan yang tepat. Para peneliti telah mempelajari dan mengidentifikasi beberapa ciri kedewasaan sehingga petani bisa menentukan dengan tepat waktu panen sehingga dapat memenuhi persyaratan konsumen

- Sistem GIS untuk manajemen panen

Sistem GIS mungkin digunakan untuk memantau dan mengidentifikasi kinerja lahan pertanian atau kualitas buah dari berbagai daerah di selandia baru untuk didstribusikan ke berbagai segmen pasar

  1. Manajemen kualitas Pasca Panen Untuk Menentukan Kualitas Produk Selama dalam Sistem Rantai Pasok

- Indicator Kedewasaan saat panen

Keputusan saat panen biasanya dilakukan oleh para petani. Para ilmuwan telah menentukan kritirea optimum kedewasaan berbagai produk buah dan sayur untuk dipanen dan ciri psiologis telah diberikan kepada petani. Kedewasan buah dan sayur saat dipanen sangat menentukan kualitas produk hortikultura sehingga sangat penting memahami ciri psiologis kematangan buah dan sayur untuk dipanen.

- Managemen suhu

- Modifikasi kondisi udara

- Etilen

- Pengemasan untuk memenuhi persyaratan konsumen

- Penyortiran buah

Untuk apel dan pear proses pemasaran ditangani oleh badan NZAPMB (New Zealand Apple and Pear Marketing Board).

D. Peran Research and Development dalam Inovasi Produk hortikultura

Perkembangan ekspor buah dan sayuran dari Selandia Baru tidak bisa dilepaskan dari hubungan kerjasama yang baik antara para ilmuwan dan industri. Dengan berbagai penemuan yang telah dibuat oleh para ilmuwan membuat produk horttikultura di Selandia Baru sangat kompetitif. Berdasarkan sistem supply chain management hasil yang diperoleh oleh Selandia Baru dapat diidentifikasi sebagai berikut:

  1. Kualitas ilmu pengetahuan
  2. Kualitas pelayanan
  3. Kualitas produk hortikultura

About these ads

One thought on “Belajar Manajemen Produk Hortikultura BUAH DAN SAYURAN SEGAR

    isma said:
    April 15, 2009 pukul 10:00 am

    bermanfaat banget…thank buat informasinya

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s