PENGETAHUAN TEKSTIL

Posted on

PENGETAHUAN TEKSTIL

Oleh: Noor Fitrihana

Tekstil adalah bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan berbagai produk kerajinan lainnya. Dari pengertian tekstil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa bahan/produk tekstil meliputi produk serat, benang, kain, pakaian dan berbagai jenis benda yang terbuat dari serat. Pada umumnya bahan tekstil dikelompokkan menurut jenisnya sebagai berikut:

  1. Berdasar jenis produk/bentuknya: serat staple, serat filamen, benang, kain, produk jadi (pakaian / produk kerajinan dll)
  2. Berdasar jenis bahannya: serat alam, serat sintetis, serat campuran
  3. Berdasarkan jenis warna/motifnya: putih, berwarna, bermotif/bergambar
  4. Berdasarkan jenis kontruksinya: tenun, rajut, renda, kempa. benang tunggal, benang gintir

Pengetahuan tentang jenis dan sifat serat tekstil merupakan modal dasar bagi mereka yang akan terjun di Industri tekstil dan fashion Pengetahuan tentang jenis dan sifat serat tekstil sangat diperlukan untuk mengenali, memilih, memproduksi, menggunakan dan merawat berbagai produk tekstil seperti serat, benang, kain, pakaian dan tekstil lenan rumah tangga lainnya. Karakteristik dan sifat bahan tekstil sangat ditentukan oleh karakteristik dan sifat serat penyusunnya. Disamping itu sifat-sifat bahan tekstil juga dipengaruhi oleh proses pengolahannya sperti dari serat dipintal menjadi benang, dari benang ditenun menjadi kain kemudian dilakukan proses penyempurnaan hingga menjadi produk jadi. Oleh karena itu untuk memahami lebih jauh tentang bahan tekstil diperlukan pengetahuan tentang karakteristik dan sifat berbagai jenis serat dan teknik pengolahannya menjadi bahan tekstil.

Untuk lebih jelasnya proses pengolahan mekanik dan kimia dari serat menjadi produk tekstil dapat dilihat pada tabel berikut.

Proses Produksi

Teknologi

Hasil

Mekanik

Kimia

Serat Alam

Pertanian (kapas, yute,linen)

Peternakan (sutera, wool)

Pupuk Organik Nonorganik

Serat alam seperti sutera, kapas, wool, yute, linen, sisal dll

Serat Sintetis

Pemintalan leleh

Pemintalan kering

Pemintalan basah

Polymerisasi

Filamen/staple serat polyester , nilon, rayon, Benang nylon, polyester

Benang

Bahan dari serat alam dan serat campuran dalam bentuk serat pendek(staple)

Pemintalan

Mesin Blowing, Carding Drawing, ring spinning/sistem rotor.

Tidak membutuhkan zat kimia secara signifikan

Benang kapas, benang sutera, benanhg wool, benang campuran (alam dan sintetis)

Kain tenun/rajut

Mesin Penganjian

Mesin warping, mesin cucuk, Mesin tenun, Mesin rajut, Mein tenun jacquard, dobby dsb

Proses penganjian dengan kanji sintetis dan kanji alam

Kain grey tenun

Kain rajut

Kain non woven

Mesin kempa (mesin pres)

Resin, kimia analisis, kimia organic, polimer. Proses kimia,

Kain non woven

Seperti kulit sintetis dsb

Pewarnanaan

(Pencelupan dan Pencapan)

Mesin Cap (screen printing dll), Mesin celup (padding, Jigger Box, Jet dyeing dll ),

Teknologi zat warna, Kimia Tekstil, obat Bantu, kimia fisika, kimia analisis

Kain berwarna

Kain bermotif

Finishing (penyempurnaan)

sebagain proses dilakukan sebelum proses pewarnaan ( Proses bakar bulu, desizing,bleaching,scouring)

Mesin penyempurnaaan, bakar bulu, desizing, bleaching, scouring, pemasakan, mesrcerisasi , mesin sanforis, spreading, heat setting, anti air, anti susut

Kimia Tekstil, Resin, bioteknologi, kimia organic, kimia fisika,kimia analisis

Kain halus, berkilau , langsai, kain dengan tujuan khusus anti api, anti air, kain dengan sifat sifat khusus.dsb

Pakaian (Garmen)

Pembuatan disain, pola, Mesin jahit, pasang kancing, mesin potong, mesin prres

Tidak ada proses kimia secara signifikan

Pakaian , kemeja , celana

Karakteristik dan sifat serat juga sangat menentukan proses pengolahannya baik dari sisi penmilihan peralatan , prosedur pengerjaan maupun jenis zat-zat kimia yang digunakan. Selama proses pengolahan tekstil sifat-sifat dasar serat tidak akan hilang. Proses pengolahan tekstil hanya ditujukan untuk memperbaiki, meningkatkan, menambah dan mengoptimalkan sifat dasar serat tersebut sehingga menjadi bahan tekstil berkualitas sesuai tujuan pemakaiannya.

Tidak semua jenis serat dapat diproses menjadi produk tekstil. Untuk dapat diolah menjadi produk tekstil maka serat harus memiliki sifat-sifat sebagai berikut

1. Perbandingan panjang dan lebar yang besar

2. Kekuatan yang cukup

3. Fleksibilitas tinggi

4. Kemampuan Mulur dan elastis

5. Cukup keriting agar memiliki daya kohesi antar serat

6. Memiliki daya serap terhadap air

7. Tahan terhadap sinar dan panas

8. Tidak rusak dalam pencucian

9. Tersedia dalam jumlah besar

10. Tahan terhadap zat kimia tertentu


About these ads

15 pemikiran pada “PENGETAHUAN TEKSTIL

    dewhy berkata:
    Desember 18, 2009 pukul 10:39 am

    BERI LANJUTANNYA DONK

    jonatan berkata:
    Januari 8, 2010 pukul 3:53 pm

    saya lagi ada tugas pb,saya minta tlg bisa nga dijelaskan semua tentang tekstil dari proses hinga prodak jadi untuk presentasi,thx

    Sahlan Hidayat berkata:
    Februari 21, 2010 pukul 12:59 pm

    saya bekerja pada perusahaan polyester spinning POY, dipabrik saya mengalami masalah adanya denier rendah, action yang saya lakukan di spinning (ganti Pack, ganti Gear pump Polymer/SGP, Blowing dengan Pressure P1/Headpies 120-150 kg/f tapi saya masih mendapatkan filamen dengan denier rendah, troughput/out putnya memang keluar kecil /tendah, data 85den, 72fil, speed 3000, sepertinya ada pengecilan diameter pipa spinning beam/manifold karena kerak polymer bisangga bantu saya. terimakasih

    roelly berkata:
    Maret 6, 2011 pukul 9:19 pm

    usia mesin tenun paling layak berapa tahun ya pak?

    kirman berkata:
    April 1, 2011 pukul 10:07 am

    Saya sedang menghadapi tes job training. Beberapa soal sudah bisa saya jawab. tapi ada satu pertanyaan yg blm saya jawab. yaitu: apa fungsi obat Jintexil CDB dalam proses textil?

    esti ilmia sari berkata:
    Mei 30, 2011 pukul 8:59 pm

    saya mencari buku referensi tentang cara pemeliharaan busana,,tapi saya sudah ke beberapa toko buku namun tidak menemukan. Saya mohon bantuannya..
    terimakasih..

    Lutfi berkata:
    Juni 18, 2011 pukul 2:54 pm

    saya ada masalah dengan kualitas kain yang saya kirim setelah proses finish yang diidentifikasikan karena material size yang tidak bersih.
    Untuk kain TR bagaimana standar desizing dengan enzym dan bagaimana pendapat anda jika memakai HCL pada proses desizing kain TR?
    mohon masukannya

    yuliani berkata:
    Juli 10, 2011 pukul 2:17 pm

    saya sedang menyusun skripsi mengenai jenis-jenis laboran yang ada di industri tekstil., khususnya laboran colour matching tapi sumbernya susah didapat. mohon bantuannya untuk artikel mengenai itu, trimakash

    yunanto berkata:
    September 14, 2011 pukul 2:35 pm

    kalo jenis bahan yg biasa digunakan utk seragam pemadam kebakaran apa ya ?

    Zainab berkata:
    Desember 15, 2011 pukul 9:34 am

    Perusahaan Tempat Saya BEkerja, rencana dalam waktu dekat akan mengimpor kain grey sbb :
    1. Kain Grey yang terbuat dari Nylon dan Polyster (Nylon Polyester)
    2. Kain Grey Yang Terbuat dari Nylon dan Rayon (Nylon Rayon)
    3. Kain Grey yang terbuat dari Polyster

    karena sebelumnya haruis mengurus ijin IP tekstilnya, akan tetapi saya sulit mendapatkan informasi Pos Tarifnya (No. HS), saya sudah coba buka Buku BTBMI akan tetapi sulit menemukannya, Untuk itu mohon bantuan untuk dapat menginformasi no HS barang yang dimaksud. terimakasih

    GILANG berkata:
    Februari 3, 2012 pukul 8:47 pm

    thank’s info nya sangat bermanfaat buat tugas

    saefudin berkata:
    Februari 28, 2012 pukul 8:01 am

    saya bekerja di perusahaan tyre cord.mohon penjelasan tententang twisting,weaving,filament,denier,dtex,tex,carded,combes,rayon.folyester.dll yang berkaitan dengan benang nylon.terimakasih

    mandataires immobiliers berkata:
    Juli 1, 2013 pukul 12:50 pm

    Of course your Realtor should be asking you the right questions but don’t hold this valuable information back. You can publish advertisements in local dailies so that your offer is read by maximum people willing to buy a home. However, the first task is to assess how much office space you occupy now and how much space you will need in the new property and this initial assessment is something you can carry out relatively easily using benchmarks appropriate to your business.

    Angel berkata:
    Juli 4, 2013 pukul 9:58 pm

    If nothing else, put your things in a storage bin and place it in an attic or outbuilding.

    Once you have a few large complexes under your belt though, you will not only have experience going through the basic process of buying commercial property, you
    will also have a stable, profitable asset base to protect you if anything does go wrong.
    You won’t have to ask the tenant for the money thereafter, you’ll already be holding onto it as the security.

    Kang Didies berkata:
    Oktober 6, 2013 pukul 10:29 am

    Artikel yang sangat menarik tentang dunia textile :)
    Bagi Anda yang bergelut di dunia Textile, awas Jangan sampai SALAH WARNA gunakan segera Buku Panduan Warna PANTONE Lihat segera ke http://WarnaPantone.Com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s