Evaluasi dan Analisis Resiko Ergonomi

Posted on

Evaluasi dan Analisis Resiko Ergonomi

oleh; Noor Fitrihana

Sebelum memilih program intervensi ergonomi diperlukan proses evaluasi dan alnalisis ergonomi untuk mengidentifikasi permasalahan ergonomi di suatu lingkungan kerja. Evaluasi ergonomi mencakup beberapa hal yang meliputi analisis lingkungan kerja, postur kerja, Jenis tugas/pekerjaan, pengangkatan dan pengangkutan, faktor-faktor resiko bahaya, derajat tingkat resiko bahaya, prioritas/fokus program peningkatan, tindakan koreksi dan lainnya. Evaluasi ergonomi mencakup lingkungan kerja fisik, kimia, biologi maupun faktor ergonomi. Evaluasi ergonomi dimaksudkan untuk mengetahui faktor-faktor potensi tidak aman dan tidak sehat, melakukan koreksi terhadap faktor-faktor yang menyebabkan tidak aman dan tidak sehat, serta menentukan faktor-faktor yang memiliki resiko tinggi sebagai prioritas untuk dilakukan koreksi.

Neuman (2006) menyatakan ada 8 jenis tool yang dapat digunakan untuk melakukan evaluasi ergonomi yaitu.

1. Tool untuk pengambilan keputusan strategis

2. Tool untuk sistem kerja dan desain produk

3. Peralatan uji yang digunakan untuk mengevaluasi lingkungan kerja

4. Tool evaluasi yang berbasis komputer

5. Checklist untuk evaluasi lingkungan kerja

6. Kuesioner untuk mengetahui persepsi faktor-faktor yang menimbulkan resiko

7. Kuesioner untuk mengetahui kesehatan dan kenyamanan

8. Model ekonomi

Kekuatan otot dan keluhan pada otot merupakan salah satu indikator untuk mengevaluasi penerapan ergonomi. Faktor- pekerjaan yang mempengaruhi kekuatan otot dan menimbulkan keluhan otot adalah:

1. Posisi kerja yang tidak alamiah (awkward Posture)

2. Pengulangan pekerjaan pada satu jenis otot

3. Penggunaan tenaga yang berlebihan

4. Posisi kerja yang statis

5. Terjadi kontak bagian tubuh dengan lingkungan ataupun peralatan kerja

6. Metode/cara kerja

7. Jam kerja yang terlalu panjang

Disamping ke tujuh faktor tersebut diatas faktor lingkungan kerja fisik seperti paparan kebisingan, suhu, getaran dan pencahayaan yang kurang baik juga akan mempengaruhi timbulnya keluhan pada otot. Selain lingkungan kerja fisik faktor lingkungan kimia, biologi dan psikososial juga sangat mempengaruhi terjadinya keluhan pada otot. Untuk itu dalam melakukan identifikasi dan analisis bahaya perlu mencakup faktor pekerja pekerjaan dan lingkungan kerja seperti terlihat pada gambar 1.

Gambar 1. Interaksi faktor-faktor resiko ergonomic (OSHA, 2004)

Health and Safety Executive (HSE, 2006) memberikan panduan langkah-langkah untuk melakukan analisis bahaya di tempat kerja yang meliputi identifikasi sumber bahaya, menentukan siapa yang kemungkinan terkena tersebut dan bagaiamana bahaya tersebut mengenai mereka, melakukan evaluasi resiko bahaya dan menentukan program pencegahan, mendokumentasikan temuan/solusin dan mengimplementasikannya serta meninjau ulang hasil analisis dan memperbaikinya jika diperlukan.

Ada beberapa prinsip dasar dalam melakukan program ergonomi yaitu

1. Sebagai upaya proaktif untuk pencegahan terjadinya kecelakaan dan gangguan kesehatan

2. Pelaksanaannya didasarkan pada hasil ilmu pengetahuan dan hasil penelitian yang terbaik

3. Bekerjasama dengan pekerja dan departemen terkait

4. Fleksibel dan hindari satu ukuran untuk semua

5. Program yang dilaksanakan harus terjangkau dan sesuai kekuatan sumberdaya yang dimiliki

6. Program yang dilaksanakan harus jelas, singkat dan sederhana

(OSHA, 2004)

Untuk melakukan pengendalian terhadap sumber bahaya ada 3 strategi yang dapat dilakukan meliputi:

1. Pengendalian secara teknis misalnya misalnya terhadap jalur pemindahan material, komponen dan produk, merubah proses atau benda untuk mengurangi paparan bahaya pada pekerja, merubah layout tempat kerja, merekayasa bentuk desain komponen, mesin dan peralatan, memeprbaiki merode kerja dan lainnya

2. Pengendalian secara administratif misalnya dengan memberikan pelatihan kerja, variasi jenis pekerjaan, memberikan pelatihan tentang faktor-faktor bahaya di tempat kerja, melakukan rotasi pekerjaan, mengurangi jam kerja dan mengatur shift kerja, memberikan istirahat yang cukup dan lainnya

3. Menggunakan alat perlindungan diri misalnya masker, sarung tangan, pelindung mesin dan lainnya.

About these ads

Satu pemikiran pada “Evaluasi dan Analisis Resiko Ergonomi

    subhan berkata:
    Maret 25, 2010 pukul 2:30 pm

    salam kenal,
    mas aq butuh kuesioner hubungan kelelahan kerja bisa ngga…? aq di ambon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s