Januari 5, 2009

PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI INFORMASI DI INTERNET

Oleh: Noor Fitrihana*

PENDAHULUAN

Dalam salah satu pilar pendidikan dinyatakan bahwa proses pembelajaran harus mampu mengajarkan kepada peserta didik “Learning How To Learn” (belajar bagaimana cara untuk belajar). Menurut Sulipan (2006) belajar bagaimana cara untuk belajar yaitu  mengajarkan cara belajar yang mengarahkan dan mendorong peserta didik untuk mengembangkan dan memperluas materi secara mandiri melalui diskusi, observasi, studi literatur dan studi dokumentasi (metode inquiry) dan cara belajar yang dapat menumbuhkan dan memupuk motivasi internal peserta didik untuk belajar lebih jauh dan lebih dalam.  Dengan konsep tersebut maka peserta didik akan menjadi aktif belajar untuk menggali dan mencari informasi dari berbagai sumber termasuk salah satunya di perpustakaan. Kemampuan menggali dan mencari informasi merupakan bagian  keterampilan literasi informasi Oleh karena itu pembekalan “literasi informasi” yaitu kemampuan menggali dan menemukan informasi serta  mengolah informasi untuk  kemudian digunakan dalam pengambilan keputusan/kesimpulan menjadi sangat penting bagi guru maupun peserta diidik

LITERASI INFORMASI

Dampak dari perkembangan teknologi informasi yang mengakibatkan ledakan informasi adalah setiap orang dapat menerima informasi apapun dan dari manapun tanpa batas dan filter. Untuk itu setiap orang sangat perlu mengevaluasi informasi yang mereka terima supaya bisa memenuhi kebutuhannya akan informasi. Agar proses pemenuhan kebutuhan akan informasi berhasil dengan sukses, maka sangat perlu seseorang memahami tentang literasi informasi.

Pengertian dari literasi informasi adalah:

Information literacy is knowing when and why you need information, where to find it, and how to evaluate, use and communicate it in an ethical manner.”

(sumber: http://www.cilip.org.uk/professionalguidance/informationliteracy/definition/). Literasi informasi dapat diartikan sebagai serangkaian keterampilan untuk mengidentifikasi, menemukan, mengevaluasi, menyusun, menciptakan, menggunakan dan mengkomunikasikan informasi kepada orang lain untuk menyelesaikan dan mencari jalan keluar dari suatu masalah.

Penerapan literasi informasi akan dapat dilakukan dengan mudah jika seseorang memiliki keterampilan-keterampilan khusus yang antara lain adalah:

  1. mengenal kebutuhan informasi;
  2. mengetahui cara menguasai gap informasi;
  3. membangun strategi pencarian informasi;
  4. menemukan dan mengakses informasi;
  5. membandingkan dan mengevaluasi informasi;
  6. mengorganisasikan, mengaplikasi, dan mengkomunikasikan informasi;
  7. mensintesis dan menciptakan informasi.

Dalam dunia pendidikan keterampilan tersebut akan terwujud jika kita mampu memberdayakan perpustakaan dan menggunakan  teknologi informasi untuk menghasilkan sebuah karya dan publikasi ilmiah. Kebutuhan akan literacy informasi mendorong orang untuk mengembangkan teknologi informasi. Teknologi Informasi akan memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir dapat diikuti tanpa batas ruang dan waktu yang dipengaruhi dan tergantung oleh berbagai kebutuhan secara elektronik.  Kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life,  Dan sekarang ini sedang semarak dengan berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy, dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika. (Wardiana, W, 2002).

Dari waktu ke waktu ketergantungan manusia terhadap teknologi informasi dewasa ini semakin terasa. Banyak orang rela membayar mahal dan menempuh berbagai cara  bahkan sampai mempertaruhkan nyawa hanya  untuk mendapatkan sebuah informasi. Seperti yang diungkapkan Hartono (1990) bahwa informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh organisasi sehingga jika suatu system kurang mendapatkan informasi maka akan menjadi luruh, kerdil dan akhirnya mati. Tidak mengherankan jika dewasa ini TI (Teknologi Informasi) berkembang demikian pesat.  Berbagai hardware dan software telah tercipta dan tersedia dengan model dan harga sangat variatif untuk memenuhi kebutuhan informasi yang lengkap, akurat, cepat, tepat, mudah dan murah yang mampu menembus batas ruang dan waktu. Tuntutan penguasaan dan penggunaan TI baik bagi individu maupun organisasi/perusahanan dewasa ini semakin nyata dikarenakan beberapa hal sebagai berikut:

1.    Ketatnya persaingan di pasar global sehingga kecepatan memperoleh informasi sangat menentukan dalam mengatur strategi bersaing.

2.    Perubahan pasar yang demikian cepat menuntut penguasaan TI untuk mencermati dan kengantisipasinya.

3.    Perkembangan IPTEKS mutakhir   menuntut penggunaan dan pemanfaatan TI yang semakin optimal.

4.    Tuntutan kemudahan akses untuk membangun relationship dalam pengembangan diri maupun orgnisasi.

5.    TI telah menjadi trend kehidupan di era global.

Dari uraian diatas sangat nyata urgensi kemampuan literasi informasi bagi seseorang agar mampu bersaing di era global.

TEKNIK BROWSING YANG EFEKTIF DENGAN GOOGLE SEBAGAI PENUNJANG PROSES PEMBELAJARAN

Mesin pencari (search engine) merupakan salah satu aplikasi program komputer yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan eksplorasi data, informasi dan pengetahuan dari internet. Diantara banyak mesin pencari, seperti yahoo, altavista, lycos, allfheweb dan atau search.msn, GOOGLE merupakan salah satu yang populer dan banyak digunakan. Seperti kebanyakan mesin pencari yang lain, Google dapat dijalankan dalam berbagai aplikasi peramban (browsing) seperti Internet Explorer, Netscape dan atau Mozilla melalui alamat www.google.com atau www.google.co.id (Indonesia).  Secara umum mesin pencari akan memalacak informasi yang terdapat pada komputer sumber data yang terjaring dalam satu jejaring global seluruh dunia.  Masing-masing mesin pencari memiliki ciri tersendiri dalam pelacakan, misalnya: kecepatan pelacakan, ketepatan informasi, kuantitas situs pelacakan, teknik penelusuran, format dokumen yang dapat diakses dan lain sebagainya.

Terbatasnya jumlah basis data berbahasa Indonesia akan berpengaruh pada jumlah hasil pelacakan yang dilakukan.  Penggunaan bahasa Inggris lebih menjamin kesuksesan pencarian karena variasi dokumen/informasi yang lebih banyak tersedia dalam Internet menggunakan bahasa tersebut.

Mesin Pencari, Google

Berikut merupakan anatomi mesin pencari Google (Indonesia) yang dijalankan menggunakan aplikasi peramban Internet Explorer,

Gambar1. Mesin Pencari Google dalam Peramban Internet Explorer

Bagian utama anatomi mesin pencari Google adalah kotak pencarian yang merupakan tempat memasukkan kata kunci pencarian (searching key) yang diinginkan. Dengan memasukkan kata kunci (misal nama seseorang) dilanjutkan klik pada tombol navigasi Telusuri…, maka akan diperoleh segala informasi dan atau data baik dalam bentuk dokumen, gambar, audio maupun vesio yang memuat teks bertuliskan “nama seseorang” yang digunakan sebagai kata kunci pencarian.

Berikut merupakan contoh halaman mesin pencari Google dengan kata kunci pencarian kundharu saddhono,

Gambar 2. Mesin Pencari Google dengan Kata Kunci Pencarian kundharu saddhono

Hasli pencarian menemukan kurang lebih 134 data atau dokumen yang memuat kata kundharu saddhono, selanjutnya tinggal memilih kata dan atau kalimat bergaris bawah (link) yang diinginkan sesuai dengan keterangan pada tiap link yang berhasil di temukan.

Mesin pencari Google menyediakan fasilitas pencarian khusus seperti Gambar, Direktori dan atau Grup dengan cara klik pada bagian di atas kotak pencarian. Pencarian khusus dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan data dan atau informasi yang akan ditelusuri.

Penyaringan Informasi

Banyaknya informasi yang tersedia di internet seringkali menyebabkan information overloaded (banjir informasi). Penggunaan kata kunci yang tidak spesifik akan menghasilkan ribuan link berisi informasi yang bersesuain dalam segala bentuk ekstensi file. Terdapat dua teknik dasar untuk melakukan penyaringan (filterisasi) informasai yaitu, 1) menggunakan Simbol Matematik dan 2) menggunakn Simbol Boolean.

Penyaringan menggunakan Simbol Matematik,

Tanda Plus (+) digunakan untuk melacak dokumen/informasi yang memuat lebih dari satu kata kunci yang diinginkan. Sebagai contoh untuk melakukan pencarian populasi guru di suatu daerah, maka pada kotak pencarian dapat dituliskan:

+populasi+guru+surakarta

Hasil pencarian merupakan dokumen/informasi yang mengandung ketiga kata kunci (popilasi, guru, surakarta) yang diinginkan.  Dokumen/informasi yang hanya mengandung salah satu atau dua kata kunci yang dinginkan tidak akan ditampilkan.

Penggunaan tanda plus bisa diterapkan untuk kata kunci dengan jumlah yang tidak terbatas, semakin banyak tanda plus (diantara kata kunci) maka semakin spesifik dokumen/informasi yang akan diperoleh.  Baandingkan dengan pencarian tanpa menggunakan tanda plus diantara kata kunci,

populasi guru surakarta

Pencarian dengan kata kunci seperti tampilan di atas akan menghasilkan dokumen/informasi yang mengandung salah satu, dua atau seluruh kata kunci yang bisa dikenali.

Tanda Minus (-) sering digunakan bersama tanda plus dengan makna “kecuali”. Sebagai contoh untukmelakukan pencarian dokumen/informasi tentang pahlawan revolusi yang bukan jendral, maka pada kotak pencarian dapat dituliskan:

+pahlawan+revolusi-jendral

Seluruh dokumen/informasi yang mengandung kata pahlawan dan revolusi akan ditampilkan tapi “tidak” memunculkan kata jendral pada hasil pencarian.

Tanda Kutip (“) membantu penyaringan dengan hasil yang lebih “halus” dibandingkan penggunaan tanda plus dan atau minus (sekaligus). Hasil pencarian akan menghasilkan dokumen/informasi yang mengandung kata dan atau frasa yang sama persis dengan kata dan atau frasa yang berada dalam tanda kutip.  Sebagai contoh, pencarian sejarah lagu Indonesia Raya, pada kotak pencarian dapat dituliskan,

Dokumen/informasi yang hanya mengandung salah satu atau sebagian dan atau tidak sama persis dengan kata kunci di atas tidak akan ditampilkan. Sebagai ilustrasi, bandingkan pencarian dokumen/informasi tentang definisi pembelajaran dengan memasukan kata kunci,

+definisi+pembelajaran

dan

Tanda kutip dapat menampilkan dokumen/informasi yang sifatnya sangat spesifik dari hasil pencarian yang dilakukan. Ketiga simbol matematik di atas dapat digunakan bersama dengan variasi yang tepat untuk memperoleh hasil penyaringan yang lebih spesifik sesuai yang diinginkan.

Penyaringan menggunakan Simbol Boolean,

Simbol Boolean lebih banyak dikenal sebagai sintak bahasa mesin yang mengandung perintah OR, AND dan NOT. Simbol OR merupakan padanan tanda spasi pada simbol matematik,

pajak OR keuangan OR devisa OR pendapatan

akan menampilkan hasil pencarian yang memiliki satu atau lebih (termasuk kombinasi dua atau lebih) kata kunci yang digunakan.  Dengan simbol matematik dapat dituliskan

pajak keuangan devisa pendapatan

Simbol AND sama dengan tanda plus pada simbol matematik sedangkan simbol NOT merupakan padanan tanda minus pada simbol matematik.

Dengan cara yang sama

+pahlawan+revolusi-jendral

dapat digantikan dengan simbol Boolean,

pahlawan AND revolusi NOT jendral

Seperti halnya simbol matematik, ketiga simbol Bolean di atas dapat digunakan bersama dengan variasi yang tepat untuk memperoleh hasil penyaringan yang lebih spesifik suai yang diinginkan.

Simbol Boolean yang tidak memiliki padanan simbol matematik adalah NEAR.  Simbol ini digukan untuk mencari dokumen/informasi yang mengandung dua atau lebih kata kunci dengan jarak (jumlah kata diantara kata kunci) yang berdekatan. Kata kunci,

penelitian NEAR dosen

akan menghasilkan dokumen yang mengandung kata penelitian dan dosen yang dibatasi oleh kata lain dalam jumlah tertentu.

Sebagai pelengkap simbol Boolean sering digunakan tanda kurung atau nesting yang memiliki fungsi sama halnya dengan tanda kurung pada operasi matematik biasa. Kata kunci dalam tanda kurung (dengan simbol Boolean tertentu) akan dioperasikan terlebih dahulu sebelum tanda diluar kurung. Misal,

kimia AND (organik OR anorganik)

akan melakukan pencarian dokumen/informasi yang mengandung kata organik atau anorganik (dan atau keduanya), dan hasil temuan akan mengandung kata kimia.  Operasi substitusi matematik berlaku pada penggunaan tanda kurung dan variasi simbol Boolean ini.

Power Searching

Penggunaan simbol matematik dan terutama simbol Boolean seringkali sulit diterapkan dengan baik oleh sebagian pengguna dalam kasus pencarian tertentu. Hasil pencarian masih merupakan dokumen/informasi yang sifatnya umum (masih terlalu banyak) sehingga perlu dipilah lagi.  Power searching merupakan simbol tambahan untuk lebih “mengarahkan” pencarian pada katagori tertentu yang merupakan atribut (bukan isi) dari suatu web site (situs).

Host Searching

Merupakan simbol pencarian informasi yang berasosiasi dengan tempat halaman situs di-host. Informasi yang terlacak adalah semua kategori situs, mulai dari halaman depan hingga sub direktori terkecil dalam satu web.  Simbol pencarian,

uny.ac.id

merupakan asosiasi domain Universitas Sebelas Maret dengan alamat: www. uny.ac.id akan menghasilkan semua informasi yang berkait dengan halaman web yang dimiliki oleh Universitas Sebelas Maret, mulai dari halaman index (depan) hingga sumdirektori (link tombol-tombol navigasi).

Host searching dapat dikombinasikan dengan mode pencarian menggunakan simbol matematik dan atau Boolean. Kata kunci,

uny.ac.id

atau

uny.ac.id lembaga

menghasilkan pelacakan yang berasosiasi dengan halaman (situs) lembaga yang ada di UNY (LPP dan atau LPPM).

Simbol matematik dan atau simbol Boolean yang melekat pada host searching akan bermakna samaa seperti saat melekat pada kata kunci yang lain, sebagai contoh:

uny.ac.id

akan memunculkan semua dokumen/informasi yang mengandung kata rektor tapi “bukan” berasal dari dokumen/informasi yang ada di dalam domain www.uny.ac.id.

Filetype Searching

Merupakan mode pencarian dengan tujuan dokumen/informasi dengan ekstensi tertentu. Secara default hasil pelacakan dengan mode filetype searching dapat didownload sesuai dengan bentuk file aslinya. Sebagi contah, pencarian file powerpoint (berkestensi .ppt), sebagai berikut

ppt

mesin pencari akan memunculkan semua file di internet yang berhubungan dengan kata manajemen dan atau keuangan yang berekstensi .ppt. Dengan klik kanan sufik file [ppt] akan muncul kotak dialog download yang memiliki tawaran open yang berarti membuka file dalam lembar kerja power point dan atau save yang berati memindahkan file dari halaman internet ke penyimpan data (magnetic disk) dalam komputer pribadi.

Kombinasi host searching dapat dilakukan pada mode ini, misal

ac.id

akan menghasilkan dokumen/informasi denganekstensi .pdf dari domain perguraun tinggi (ac:academic) di Indonesia (id) yang berhubungan dengan kata salah satu dan atau kombinasi dari ke tiga kata kunci yang digunakan.

Title Searching

Setiap halaman web memiliki title yang muncul pada sudut kiri atas halaman aplikasi browsing yang digunakan.  Title ini muncul karena sintaks HTML tertentu yang terintegrasi dalam web site. Sebagai contoh, www.bps.go.id (web site Badan Pusat Statistik) memiliki title “Statistics Indonesia”. Simbol title searching dapat dilakukan dengan cara memasuk kata kunci,

statistik

maka situs-situs dengan title yang berkaitan dengan kata statistik akan dimunculkan dari hasil pencarian.

Mode pencarian yang diuraikan di atas tidak berlaku secara umum pada mesin pencari yang sangat banyak jumlahnya, sehingga untuk menjadi pencari informasi (searcher) yang baik dan efektif membutuhkan “jam terbang” dan kraetivitas. Kecocokan jenis informasi yang dicari dengan mesin pencari yang diganakan juga empengaruhi tingkat keberhasilan pencarian yang dilakukan.

PUBLIKASI TULISAN LEWAT INTERNET

Di internet telah tersedia berbagai layanan web/blog gratis untuk kita dapat menuangkan berbagai jenis tulisan yang berisi ungkapan perasaan, pemikiran ilmiah dan lainnya. Beberapa fasilitas blog yang populer adalah

www.wordpress.com

wwww.friendster.com

www.blogger.com

www.persfpot.com

www.multiply.com

Situs penyedia blog gratis tersebut telah menyediakan template yang sangat user friendly agar kita dapat mengupload tulisan dan gambar dalam berbagai bentuk file digital untuk dapat diakses oleh siapapun, dimanapun dan kapanpun.

Lets  GO  BLOG BE SMART

Sumber Bacaan

Wahyudiati (2008), urgensi literasi informasi sebagai bekal kecakapan hidup bagi mahasiswa

Pusat Pengembangan Sistem Pembelajaran – Lembaga Pengembangan Pendidikan (2008)Universitas Sebelas Maret Surakarta, Pemanfaatan Search Engine untuk Pembelajaran,


DIMENSI KUALITAS MANUFAKTUR DAN JASA

Desember 15, 2008

DIMENSI KUALITAS MANUFAKTUR DAN JASA

Dalam bahasa iklan setiap produk mengklaim bahwa produk tersebut paling berkualitas dengan berbagai keunggulannya. Pernyataan “kualitas” menjadi senjata utama para produsen untuk menarik hati konsumen agar membeli produknya. Konsumen pun akan merasa bangga, puas dan menjadi pelanggan setia terhadap sebuah produk yang memiliki kualitas yang unggul. Apalagi jika produk tersebut mampu mengangkat image (citra) bagi konsumennya. Bahkan konsumen dapat berfungsi menjadi tenaga pemasaran produk yang efektif. Sedemikian pentingnya kebutuhan akan kualitas baik oleh produsen maupun konsumen sehingga memiliki arti yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup kegiatan bisnis di bidang jasa maupun manufaktur. Hal ini dapat dilihat dengan berbagai pihak melakukan upaya peningkatan kualitas, baik kualitas SDM, kualitas produk, kualitas air, kualitas otak, kualitas hidup, kualitas pelayanan dan sebagainya. Kualitas telah menjadi suatu tuntutan masyarakat di era persaingan global. Tuntutan masyarakat (konsumen) terhadap kualitas sangat beragam tergantung kebutuhan, daya beli, selera, hobi, dan lain sebagainya. Beberapa ahli mutu mendefinisikan kualitas sebagai berikut:

a. Sesuai dengan kegunaan (Fitness For Use – J.M Juran)

b. Memenuhi persyaratan pelanggan (Conform to Customer requirement – Philip B. Crosby),

c. Memenuhi harapan pelanggan (meeting Customer Expectations – A. V Fegenbaum),

d. Kepuasan pelanggan (Customer satisfaction- K. Ishikawa)

e. Gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa, yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang ditentukan atau yang tersirat (ISO 9000)

Berdasar definisi di atas, dimensi kualitas (mutu) sangat relatif tergantung target marketnya (pelanggan). Kualitas dapat dinilai secara obyektif maupun subyektif. Kualitas dinilai secara obyektif jika ada standar kualitasnya (spesifikasi) atau dilakukan bencmarking dengan produk lain yang sejenis sedangkan kualitas dinilai secara subyektif jika ditinjau dari kepuasan pelanggan, karena setiap pelanggan akan memiliki persepsi sendiri terhadap sebuah produk tergantung selera, kebutuhan, daya beli dan lain-lainnya. Penilaian kualitas dari aspek pelanggan (subyektif) inilah yang menjadi tantangan dunia industri untuk memenangkan persaingan global. Pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan (segmentasi pasar) menjadi satu faktor penting untuk selalu meningkatkan kualitas dan inovasi dalam menghasilkan produk baru guna mengikuti perubahan pasar. Namun yang perlu diingat untuk memenuhi kepuasan pelanggan (memperoleh penilaian subyektif yang tinggi dari pelanggan) tetap tidak akan lepas dari beberapa dimensi kualitas secara obyektif dengan standar-standar kualitas sebagai berikut.

Tabel 1. Dimensi kualitas

INPUT

PROSES

OUT PUT

Sumber Daya

Cara Kerja

(Metode)

Produk

Jasa

1. Manusia

Kecerdasan, Pendidikan, etos kerja, produktivitas, loyalitas, kepribadian, motivasi dll

2. Mesin

Canggih, otomatis, ,otonom, efisiensi tinggi, cepat, multi fungsi, daya tahan tinggi, purna jual baik, dll

3. Material

Baik, unggul, sesuai spesifikasi, kualitas pertama, tanpa cacat

4. Keuangan

Banyak, Kuat

5. Markets

Segmentasi pasar, tanpa/belum ada pesaing, target market yang tepat, promosi, lokasi

6. Minute

Cepat, Just In time, time to market

Cepat

Tepat

Hemat

Efisien

sederhana

Murah

Aman

Optimal

Teknologi tinggi

Ramah lingkungan

Lay out

Tidak melanggar HAM

Sinergis

Networking

Nyaman

dll

Performance

Feature

Realibility

Conformance

Durability

Serviceabilitty

Estetika

Perceved Quality

Harga

Brand Image

Purna Jual

Zero deffect

dll

Keramahan

Keamanan

Kenyamanan

Empati

Kepercayaan

Keterampilan

Kecepatan

Ketepatan

Brand image

Penampilan

Kejujuran

Aksesibilitas

Komunikatif

Daya tanggap

Garansi

dll

(diolah dari berbagai sumber)

Disamping dimensi kualitas di atas perlu pula diperhatikan tuntutan- tuntutan akan kualitas produk di pasar global baik lokal, nasional dan internasional diantaranya adalah:

  1. Memenuhi standar kualitas di masing-masing perusahaan, negara maupun internasional :SII/SNI (Standar Nasional Indonesia), JIS (Japanes Industrial Standard), ASTM ( The American Society For Testing And Material), ISO (Internasional Organization For Standardization), BS (British Standart) dan lain-lainnya
  2. Menerapkan sistem manajemen mutu seperti ISO 9000, ISO 14000 dan lainnya
  3. Memperoleh sertifikasi (award) seperti sertifikasi halal, ICSA, Superbrand dan lain-lainnya
  4. Menjunjung tinggi HAM (isu gender, UMR, SARA dll)

Jika industri baik manufaktur maupun jasa semakin banyak memiliki keunggulan dimensi kualitas dan memenuhi tuntutan-tuntutan kualitas seperti yang telah diuraikan di atas maka dapat dikatakan daya saingnya tinggi. Daya saing sebuah produk akan sangat ditentukan oleh pengelolaan sumberdaya perusahaan/industri hingga mampu memenuhi standar-standar kualitas untuk memuaskan konsumennya dan mengangkat citra konsumen dalam berkehidupan. Untuk mencapai standar kualitas dibutuhkan pengendalian kualitas dari proses input, produksi hingga output serta pemberian jaminan kualitas. Konsep pengendalian mutu terpadu (TQM) dan pelayanan prima menjadi sangat penting untuk diimplementasikan. Implementasi pengendalian mutu terpadu dan pelayanan prima perlu didasari pengembangan budaya kerja (budaya perusahaan).


PEMANFAATAN INTERNET SEBAGAI SUMBER BELAJAR

September 9, 2008

PEMANFAATAN INTERNET SEBAGAI SUMBER BELAJAR

Oleh : Noor Fitrihana

 

 

 

A. Pendahululuan

Era globalisasi saat ini merupakan salah satu dampak perkembangan dalam bidang Teknologi Informasi(TI). Perkembangan TI tidak dapat lepas dari teknologi komputer . Hal ini ditunjukkan oleh pesatnya  perkembangan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) serta aplikasinya dalam berbagai bidang seperti pendidikan, dunia usaha dan perkantoran  dsb.  Salah satu perkembangan teknologi komputer adalah teknologi jaringan komputer dan internet. Teknologi ini mampu menyambungkan hampir semua komputer yang ada didunia sehingga bisa saling berkomunikasi dan bertukar informasi. Bentuk informasi yang dapat ditukar dapat berupa data teks, gambar,gambar bergerak dan suara (Tabratas Tharom,dkk,2002).

 

 Dengan adanya internet ini dunia menjadi terasa tanpa batas ruang dan waktu. Dengan adanya internet ini segala bentuk informasi menjadi semakin terbuka.  Apa yang baru saja terjadi di berbagai belahan dunia dapat diketahui dengan cepat di belahan dunia yang lain. Kecanggihan teknologi sudah tersedia, dimana melalui teknologi internet kita dapat memperoleh segala macam informasi dan komunikasi mulai dari informasi pendidikan, politik, ekonomi,bahan riset, iklan, gaya hidup, belanja, hiburan dsb yang menyangkut seluruh aspek kehidupan yang terjadi dan ada di seluruh belahan dunia. Ketersediaaan pusat informasi yang dapat diakses dimanapun dan kapanpun serta berisi tentang apapun yang kita ingin ketahui  dan Internet juga memungkinkan terbentuknya jaringan komunikasi multimedia yang begitu luas ke seluruh dunia, alangkah sayang jika tidak termanfaatkan/tidak mampu memanfaatkannya.

 

Dalam membangun SDM  dunia pendidikan dituntut untuk mampu mengikuti (Up date) perkembangan aplikasi IPTEK didunia Industri agar lulusannya memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar.   Dari fakta tersebut salah satu cara untuk mampu mengikuti perkembangan IPTEK yang cepat adalah selalu aksese informasi yang up to date dan semua itu dapat di dapat melalui internet.

Diera informasi ini provider provider sudah ada hampir disetiap kota sehingga akses internet menjadi semakin murah dan terjangkau didukung maraknya bisnis warnet yang hampir disetiap sudut bisa kita jumpai. Oleh karena itu kemampuan mengakses internet sudah menjadi tuntutan kompetensi diera global.   

  

 

B. Pemanfatan Internet Sebagai Sumber Belajar

           

            Proses Belajar adalah proses untuk merubah dari yang tidak tahu menjadi tahu. Maka didalam belajar terdapat informasi informasi (pengetahuan) yang harus diberikan kepada peserta didik. Untuk memperoleh informasi harus dicari dari sumber sumber informasi. Salah satu sumber informasi adalah intrernet. Internet adalah pusat informasi yang multi bidang. Semua aspek kehidupan baik yang berdampak positif maupun negative dapat diakses dan diperoleh dari internet. Oleh karena itu dalam pemanfaatan internet kita harus memiliki filter keimananan serta moralitas yang baik untuk menyeleksi informasi yang akan kita peroleh.

Beberapa manfaat internet untuk kepentingan pembelajaran adalah:

 

1. Pengembangan Profesional

(a) Meningkatkan pengetahuan
(b) Berbagi sumber informasi diantara rekan sejawat/ sedepartemen
(c) Berkomunikasi keseluruh belahan dunia
(d) Kesempatan untuk menerbitkan /mengumumkan secara langsung
(e) Mengatur komunikasi secara teratur
(f) Berpatisipasi dalam forum dengan rekan sejawat baik local maupun internasional .

 

2. Sumber Belajar/Pusat Informasi

(a). Informesi media dan metodologi pembelajaran
(b). Bahan baku & bahan ajar untuk segala bidang pelajaran
(c). Akses informasi IPTEK

(d). Bahan Pustaka/referensi

 

3. Belajar sendiri secara cepat :

(a). Meningkatkan pengetahuan
(b). Belajar berinteraktif
(c). Mengembangkan kemampuan di bidang penelitian

 

4. Menambah wawasan, pergaulan, pengetahuan, pengembangan karier

(a). Meningkatkan komunikasi dengan seluruh masyarakat lain
(b). Meningkatkan kepekaan akan permasalahan yang ada diseluruh dunia

(c). Informasi beasiswa, lowongan pekerjaan, pelatihan.

(d). Hiburan dsb

 

   Dan masih banyak lagi manfaat yang bisa diperoleh dari internet sesuaii kebutuhan informasi yang ingin diperoleh. Namun efek efek negative internet pun harus diwaspadai seperti penyebaran virus komputer, pornografi, plagiat, penipuan dan pencurian dsb. Segala fasilitas fasilitas untuk memperoleh informasi sudah tersedia dii Internete, tergantung bagaimana kita mampu memanfaatkannya untuk kebutuhan kita.


10 Karakteristik Manusia Berpendidikan

September 9, 2008

Characteristic educated Person

William Cronon, the author of ‘Uncommon Ground’

They listen and they hear: Educated people know how to pay attention to others and to the world around them. They hear the emotion in the voice of the other, they can follow an argument, track logical reasoning. The quality of an educated person is that they can hear with respect. This idea of hearing reminded me of the words of the Woman Poet, Gertrud Kollmar when she said, “You hear me speak. But do you hear me feel?” (3). Gertrude Kollmar did not survive the Holocaust, but some of her poems did and her question reminds each of us of the effort we must make to hear both words and feelings.

They read: Skilled readers know how to read more than mere words. They recognise and understand great works of art, music and athletic achievement. They read for the sheer joy of reading and they read to understand our world.

They can talk with anyone: Educated people can talk to anyone -a high school dropout or a college president. Moreover when they talk they participate in conversation, ask thoughtful questions, and listen to the other’s point of view.

They can write: Educated people know the craft of putting words together. They can express what is in their hearts and minds so as to teach, persuade or move the person who reads their words to think and reflect about life and their part in it.

Educated people are puzzle solvers: The ability to solve problems, to be comfortable with computers, to look at a complicated reality and break it into pieces, figure out how it works and then put it back together again, is the mark of the educated. This involves a cosmic consciousness because part of the challenge of the modern world is to respect the integrity of the world by replacing what we as human beings have destroyed.

Rigor and truth seeking: A truly educated person loves to learn. They understand that knowledge serves values and that these need to be in constant dialogue with each other. True rigor is noble, good but it is also dangerous if it is not placed at the service of a larger vision that also renders it humane. We must never forget that the gas chambers of Europe were invented by the educated. Teach students to Respect education and to Beware of education.

Educated people are tolerant and humble: A truly educated person has the ability to step outside their own intellectual range and emotional prejudices and open themselves to other perspectives. The liberally educated person opposes parochialism and celebrates the wider world. Without encountering people who are different we will never appreciate all that we have in common. Encourage students to travel, to embrace new cultures while honouring their own, to respect diversity.

They strive to make the world a better place: Learning to get things done in the world in order to leave it in a better shape is one of the practical implications of education. As the great Dr. Albert Schweitzer, the accomplished concert organist, theologian, missionary and medical doctor said “You may have a great education, you may have the name of a great college behind you, you have great careers ahead of you, but if you do not block out at least a small part of your life to give to others, you will never be truly happy.” (4) Teach students the examine at the end of each day: How has the world become a better place today, because of me?

They educated person nurtures and empowers: No one ever acts alone. The achievement of power, the exercise of talent, the celebration of diversity is the recognition that the triumph of one is in fact the triumph of all. The liberally educated person understands that we belong to a community and that the well being and success of the other is crucial to my own.

What is education? It is about Connection: The liberally educated person is able to make sense of the world by making connections. If we want to measure how institutions are doing we need to look at how we encourage people to connect.


PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

September 9, 2008

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

resume oleh: Noor fitrihana

A. PENGERTIAN

Psikologi perkembangan merupakan cabang psikologi yang mempelajari perubahan tingkah laku dan kemampuan sepanjang proses perkembangan individu dari mulai masa konsepsi sampai mati.

B. TEORI PERKEMBANGAN

4 pendekatan perkembangan meliputi : Kognitif, Belajar lingkungan, Etologi dan Imam Al Ghazali.

1. Pendekatan kognitif

a. Model dari Piaget

1. Sensomotoris 1-2 tahun pengetahuan dengan interaksi fisik

2. Praoperasional 2 – 6 tahun menggunakan symbol-simbol

3. Operasi konkret 6-11 tahun memecahkan masalah secara logis

4. Operasi formal 11tahun operasi mental tingkat tinggi

b. Model pemrosesan informasi

Input (lingkungan dan rangsangan)———-Proses (mengolah dan menyusun informasi) ————-output (tingkah laku)

c. Model Kognisi sosial —-kebudayaan menentukan perkembangan

2. Pendekatan belajar atau lingkungan

Perubahan tingkah lagu karena proses pengkondisian dan pembelajaran,

Skinner membagi dua

  1. Respondent Behavior : adanya tingkah laku karena reflek akibat adanya rangsangan dapat berupa respon fisik dan respon emosional.
  2. Operand Behavior : tingka laku sukarela krena dampak atau konsekuensi. Yang baik menyenangkan akan cenderung diulang dn yan tidak menyenangkan ditinggal.

3. Pendekatan etologi

Tingkah laku muncul karena bawaan (genetis)

4. Pendekatan Imam Al Gazhali

C. CIRI- CIRI PERKEMBANGAN

- Menghalami perubahan fisik dan psikis

- Perubahan proporsi fisik dan psikis

- Hilangnya tanda-tanda lama fisik dan psikis

- Timbulnya tanda tanda baru aspek fisik dan psikis

D. PRINSIP-PRINSIP PERKEMBANGAN

- Perkembangan proses yang tidak pernah berhenti

- Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi

- Perkembangan mengikuti pola dan arah tertentu

- Perkembangan terjadi dalam tempo berlainan

- Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas

- Setiap individu yang normal mengalami fase perkembangan

Arah perkembangan menurut Yelon dan Weinstein

  1. Cephalocaudal 7 proximal distal: Dari kepala ke kaki (Cepphlocaudal)

Dari tengan ke pinggir (proximal distal)

  1. Struktur mendahului fungsi

E. FASE PERKEMBANGAN

Fase perkembangan menurut Freud :

1. Fase oral : 0 – 1 tahun terfokus pada fungsi mulut)

2. Fase anal : 1 -3 tahun terfokus fungsi eliminatif (pembuangan kotoran)

3. Fase Phalis : 3 – 5 tahun

4. Fase latent : 5 – 12/13 tahun

5. Fase pubertas : 12.13 tahun – 20 tahn

6. Fase genetal : kematangan

a. Analisis Biologis

1) Aristoteles

Tahap I : 0 – 7 tahun masa anak kecil/bermain

Tahap II : 7 – 14 tahun masa anak/masa sekolah rendah

Tahap III : 14-21 tahun remaja/pubertas (peralihan anak menjadi dewasa)

2) Krestmer

Tahap I : 0 – 3 tahun masa fulung (pengisian) tampak pendek & gemuk

Tahap II : 3- 7 tahun masa Streckung (rentangan) tampak langsing & panjang

Tahap III : 7-13 tahun Fulung II tampak pendek dan gemuk

Tahap IV : 13-20 tahun Streckung tampak langsing

3) Elizabeth Hurlock

Tahap I : konsepsi/Prenatal, 280 hari dalam kandungan

Tahap II : 10 – 14 hari masa orok/infancy

Tahap III : 2 minggu – 2tahun Babyhood

Tahap IV : 2 – 11 Childhood

Tahap V : 11-21tahun masa Adolesence/ puberty, 11-13 pre adolescence,16-17 tahun early adolescence, late adolescence

b. Bedasar didaktis

1) Commenius

Tahap I : 0 – 6 tahun scola materna (sekolah ibu)

Tahap II : 6-12 tahun scola vernaculan (sekolah bahasa ibu)

Tahap III : 12-18 tahun scola latina (sekolah latin)

Tahap IV : 18-24 akademika

2) Rosssesau

Tahap I : 0 – 2 tahun usia asuhan

Tahap II : 2-12 tahun masa pendidikan jasamni dan panca indera

Tahap III : 12-15 tahun pendidikan akal

Tahap IV : 15-20 tahun pendidikan watak dan agama

c. Berdasar psikologis

1. Masa kegoncangan 1 : 4 tahun

2. Masa Kegoncangan 2 : 17 tahun

Dari 2 masa tersebut dijabarkan

- masa kanak-kanak 0-4

- masa keserasion sekolah 4 – 17

- masa kematangan >17.

Fase perkembangan kaitannya dengan proses belajar mengajar

- Masa pra sekolah : 0 – 6 tahun (masa vital(Freud :masa oral)& masa estetik

- Masa sekolah dasar : 6 – 12 tahun (masa kelas rendah dan kelas tinggi)

- Masa sekolah menengah : 12 – 18 tahun( pra remaja dan remaja)

- Masa Mahasiswa : 18 – 25 tahun (remaja akhir-dewasa)

F. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPEGARUHI PERKEMBANGAN

1. Keturunan

2. Lingkungan ( fungsi Keluarga, hubungan orang tua, social ekonomi , sekolah/pendidikan, dan teman sebaya)

G. TUGAS-TUGAS PERKEMBAGAN

1. Tugas perkembangan pada usia bayi dan kanak-kanak 0- 6 tahun

Belajar : berjalan, berbicara, makan, mengenal perbedaan pria wanita, kestabilan jasmani ,memebentuk konsep, hubungan emosional dengan orang tua, mengadakan hubungan baik dan buruk

2. Tugas perkembangan pada masa sekolah 6 – 12 tahun

Belajar: ketrampilan fisik, sikap sehat, bergaul, eksistensi diri, membaca, menulis,berhitung, mengembangkan konsep sehari-hari, mengembangkan kata hati, memperoleh kebebasan pribadi, mengembangkan sikap positif terhadp kelompok sosisal

3. Tugas perkembangan masa remaja

Menurut Wiliam Kay

- Menerima fisiknya sendiri berikut keragaman kualitasnya

- Mencapai kemandirian emosional

- Belajar bergaul secara individula dan kelompok (komunikasi minterpersonal)

- Menemukan idola

- Menerima keadaan dirinya dan percaya diri

- Memperkuat pengendalian diri

- Mampu meninggalkan sifat kekanak-kanakan

Menurut Luella Cole

- Kematangan emosional

- Pemantapan minat heteroseksual

- Kematangan sosial

- Rmansipasi dari kontrol keluarga

- Memilih pekerjaan/karir

- Menggunakan waktu senggang secara tepat

- Memiliki filsafat hidup

- Identifikasi diri

menurut Havigrus

- Mencapai hubungan lebih matang dengan teman sebaya

- Mencapai peran sosial wanita atau pria

- Menerima keadaan fisik dan menggunkan secara efektif

- Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya

- Mencapai jaminan kemandirian ekonomi

- Memilih dan mempersiapkan karir

- Mempersipakan pernikahan dan hidup keluarga

- Mengembangkan ketrampilan intelektual

- Mencapai tingkah laku yang bertangung jawab secara sosial

- Memperoleh seperangkat nilai dan norma dalam bertingkah laku

- Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME

H. PERAN SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN TUGAS PERKEMBANGAN

  1. Pencapaian tugas perkembangan melalui kelompok teman sebaya
  2. Mencapai perkembangan kemandirian pribadi
  3. Pengembangan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME

I. ASPEK-ASPEK PERKEMBANGAN

  1. Perkembangan Fisik (Syaraf, Otot, Kelenjar Endokrin, Struktur fisik )
  2. Perkembangan Intelegensi
  3. Perkembangan Emosi
  4. Perkembangan Bahasa
  5. Perkembangan Sosial
  6. Perkembangan Kepribadian
  7. Perkembangan Moral
  8. Perkembangan Kesadaran beragama

J. TIPOLOGI KEPRIBADIAN

a. Tipologi physis

1. Hipocrates – Galenus

- Sangui (darah) ”Sanguinis” :ekspansif, lincah, riang, tidak mudah putus asa, murah senyum dll . Filosofi api : panas

- Flegma(lympha) ”Flegmatis” : plastis, tenang, dingin, sabar, tidak mudah terpengaruh dll. Filosofi udara : dingin

- Choleri (empedu kuning)” Choleris” : garang, lekas marah, mudah tersinggung, pendendam, serius dll. Filosofi tanah :kering

- Melanchole (empedu hitam) “melancholis”: Kaku, muram penakut, pesimis dll. Filosofi air : basah.

2. Menurut Sigaud

- Motorik “muskuler” : badanya serba panjang,berspir dan bersudut

- Pernafasan”respiratoris”: wajah lebar dan dada membusung

- Pencernaan “digestif”: perut besar dan pinggangnya lebar

- Susunan syaraf sentral “ sebral” : langsing, tulang tengkoraknya atas lebar

3. Menurut Kretschmer

jasmani

- Piknis : badan serba bulat, pendek, gendut, bundar, berlemak, dada berisi

- Asthenis : badan langsing, serba panjang, dada rata, kepala kecil, wajah sempit

- Atletis : campuran piknis dan asthenis

- Desplastis : bentuk badan tinggi dan besar atau kecil dan pendek

Psikis

- Schizothim (sukar bergaul, egoistis, tidak banyak kawan)

- Cylothim (mudah bergaul, banyak teman)

4. Menurut Wiliam Sheldon

struktur fisik

- komponen jasmani primer

Endomorphhy : gemuk, lembut berat badan rendah

Mesomorphy : kokoh kuat ototnya bersegi segi dan tahan saki

Ectomorphy : jangkung, dada pipih, ototnya tida kelihatan

- komponen jasamani sekunder

Dysplasia : ketidak selarasan bentuk tubuh

Gynandromorphy : tubuh lembut, pinggul besar dan sifat kewanitaan

Texture : tampan

Analisa kepribadian

Viscertonia : rileks, suka hiburan, gemar makan-makan,membutuhkan orang lain, tidurnya nyenyak (ekstrovet)

Somatotonia : gagah, perkasa, terus terang,kebutuhan geraknya besar

Cerebrotonia : ragu-ragu, kurang gagah, reaksinya cepat, tidak berani bicara di depan umum, suka mengasingkan diri (introvet)

b. Tipologi Psikhis

1. Heymans

- Emosional : cepat memihak, fantasinya kuat, mudah marah, senang sensasi

- Aktivitas : suka bekerja, mudah bertindak, banyak hobi, tidak mudah putus asa,

- Fungsi sekunder : betah dirumah, taat adat, setia, konsekwen, besar berterima kasih

2, Ewald

- Penerimaan rangsang

- Penyimpan kesan

- Pengolahan rangsang

- Reaksi balik dari rangsang

3. Tipologi George Kerchenteiner

- Kekuatan kemauan

- Katajaman pendapat

- Kepekaan yang halus dalam perasaan

- Aufwulbarkait (lama mendalami getaran jiwa)

4. Tipologi Plato

- Fikiran kedudukan di kepala sumber kebijaksanaan

- Kemauan kedudukan di dada sumber keberanian

- Perasaan, kedudukan dalam tubuh bagian bawah sumber menahan hawa nafsu

5. Tipologi Querrat

- Cognisi (mengenal) ”ahli fikir”

- Emosi (merasa) ”ahli rasa”

- Conasi (menghendaki) ” ahli bertindak”

c. Tipologi Budaya

1. Riesman

- Kepribadian ditentukan Tradisi

- kepribadian dipimpin Rohaninya

- kepribadian ditentukan atas norma yang dikemukakan orang lain

2. E. Spranger

- Ekonomi : suka bekerja, agak kikir, mencari dan bangga dengan harta

- Politik: ingin berkuasa, menguasai orang lain, tidak mencintai kebenaran

- Sosial : senang berkorban, pandai bergaul

- Ilmu Pengetahuan : senang membaca, serba ingin tahu, gemar berfikir

- Kesenian : gemar mencipta , senang keindahan, hidup bersahaja

- Agama : senang memuja, hidupnya untuk Tuhan dan akhirat

3. W dan E Yaensash

Dasar penggolongan

- Geologis

- Tubuh

sehingga dibedakan 2 tipe kepribadian :

- Tetanoide : muka pucat, selalu sedih, matanya kecil, pendiam, segala sesuatu dipandang berat

- Basedowide : wajah mudah berubah, mukanya lebar, mudah bergaul, matanya hidup, banyak berpendapat


Mengenal mesin jahit di industri garmen

September 4, 2008

TYPE – TYPE MESIN GARMENT

oleh: noor fitrihana

disarikan dari makalah Arie R Kairupan di UNY

Jenis Mesin

Jarum 1 : 1 Needle Dry head (otomatic), semi dry Head (otomatic),semi aturomatic, Manual.

Jarum 2 : 2 Needle Biasa dan Split Otomatic dan

Bartacking machine : Manual dan Otomatis.

Button holling : Manual dan Otomatis.

Buton Attaching : Manual dan Otomatis

Over lock mesin : Manual dan Otomatis

Interlock/ Overdeck : Manual Standar 5,6 mm gauge set

Zig Zag mesin : Manual dan Otomatis standar 5 mm s/d 8 mm,:

Eyelet button holling : lubang kancing mata ayam Otomatic

Make Up Machine : Manual Standar ¼ Standart

Side Cutter : Manual dan otomatis

dll

1. Mesin Jahit jarum 1 ( single needle )

Mesin jahit jarum satu merupakan mesin jahit pokok yang harus dipunyai dalam dunia garment. Adapun teknologi baru yang dikembangkan pada mesin ini adalah :

- otomatis potong benang.( Automatic Thread trimmer )

Mesin single needle yang berfasilitaskan otomatis potong benang merupakan trend mesin yang dibutuhkan dunia garment saat ini. Dimana system ini menghilangkan tenaga tambahan yang dikeluarkan opearator untuk memutus benang setelah dijahit. Jadi sehabis bahan dijahit maka secara otomatis benang akan putus dan bahan bisa langsung diambil dilanjutkan dengan proses jahit yang lain.

- Control panel

Control panel digunakan untuk memprogram suatu jahitan yang berada pada mesin tersebut. Control panel ini menempel diatas body mesin. Contoh program yang bisa diatur dengan control panel adalah jahitan label, otomatis jahitan kunci, menjahit terus menerus dll.

- Direct drive

Teknologi ini memakai motor berkekuatan tinggi yang ditanam didalam body mesin. Pada mesin ini sudah tidak ditemui lagi dynamo yang berukuran relative lebih besar

dabawah meja mesin jahit itu sendiri. Dengan direct drive maka getaran yang dihasilkan sangat kecil sehingga tingkat keakuratan jahitan lebih bagus.

- Dry Head

Mesin ini didesain tanpa ada minyak sama sekali atau dengan sedikit minyak yang ditampung dalam botol kecil. teknologi ini dikembangkan berdasarkan kendala yang terjadi di lapangan, dengan seringnya bahan itu kotor karena terkena minyak mesin.

2. Mesin jahit jarum 2 ( double needle )

Macam – macam tipe jarum dua :

a. Jarum dua standart

b. Jarum dua split

Mesin ini memungkinkan untuk mengatur salah satu jarum utuk jahit / tidak. Contoh proses pada saku.

c. Jarum dua rantai

Mesin ini sama dengan mesin jarum dua standart tapi jahitan bawah yang dihasilkan adalah jahitan rantai.

3. Mesin obras ( overlock )

Dimana mesin ini untuk jahit pengaman bahan. Mesin ada 4 tipe : obras benang 3, obras benang 4, obras benang 5, obras benang 6. setiap mesin mempunyai fungsi masing masing dilihat dari proses yang dijahit.

Teknologi dalam mesin obras adalah :

a. Obras Dry head

b. Obras tipe benang 6

4. Mesin bartacking

Mesin bartacking digunakan untuk menjahit kunci pada akhir jahitan. Teknologi didalam mesin bartack adalah :

- Computer controlled

Patren dan kecepatan bartack yang diinginkan dapat diatur dengan mudah oleh control panel.

- Active tension

Teknologi ini memungkinkan kita mengatur kekencangan jahitan yang berbeda didalam dua model jahitan yang berbeda pada bahan yang berbeda yang dilakukan sekaligus.

- Direct Drive

Motor penggerak dengan kualitas tinggi ditanamkan langsung didalam body mesin.

5. Mesin Pasang kancing

Ada 2 tipe mesin pasang kancing :

- pasang kancing chainstitch

model mesin lama yang masih sangat manual. Hasil jahitannya adalah jahitan rantai yang bila satu jahitan itu lepas maka akan sangat mudah kancing itu lepas dari jahitan.

- pasang kancing lockstitch

model mesin terbaru yang sekarang ini menjadi trend di dunia buyer fashion dunia. Dengan jahitan lockstitch maka kualitas jahitan akan lebih tahan lama, anti copot. Model pasang kancing lockstitch pertama keluar langsung berbasic otomatis program computer. Teknologi pasang kancing computer adalah : direct drive, active tension dan automatic program.

6. Mesin Lubang Kancing

Mesin lubang kancing merupakan salah satu mesin special di sector produksi garment. Teknologi mesin lubang kancing JUKI adalah :

- Computer controlled

- Bastingstitch system

Jahitan kerangka yang bisa mempertahankan bentuk lubang kancing selalu konstan.

- Active tension

- option long presser foot ( 120 mm )

dengan presser foot 120mm maka memungkinkan untuk diprogram sekali jalan 2 lubang kancing dihasilkan.

- Lubang kancing eyeled ( mata ayam ) untuk produksi jeans, jas, dll

7. Mesin zig zag

Mesin jahit yang menghasilkan jahitan zigzag.

- zigzag 2 step

- zigzag 3 step

Setelah mengenal beberapa mesin kita harus juga mengenal Jenis jenis jahitan

Jenis Mesin yang digunakan di Industri garmen

Opening Machine :

1. Fabric Inspection

2. End cutter

3. Hand cutter

4. Mesin con benang (pemecah benang)

5. Dll

SEWING MESIN :

♣ Basic Mesin

1) 1 needle jenis jahitan lockstick/chainstich

2) 2 needle jenis jahitan lockstick/chainstich

3) Interlock (Overdeck)

4) Overlock (Obras) jenis jahitan chainstich

Special Mesin : Advanced machine

1) Bartacking mesin (mesin penguat jahitan) jenis jahitan lockstick

2) Side Cutter (menjahit langsung memotong pola Jahitan)

3) Button holing (lubang kancing) jenis jahitan lockstick

4) Button attaching (pasang kancing) jenis jahitan lockstick/chainstich

5) Pasang karet (Untuk celana pendek bahan karet) jenis jahitan chainstich

6) Zig zag jenis jahitan lockstick

7) Belt looping (pasang tali sabuk pinggang) jenis jahitan lockstick

8) Lipat hemming bawah (jahitan langsung melipat Bawah) jenis jahitan lockstick

9) Pocket welting (bobok Knaton) jenis jahitan lockstick

10) Eyelet buttonholing (lubang kancing mata ayam) jenis jahitan lockstick

11) PL Crow mesin (untuk celana kargo) jenis jahitan lockstick

12) Dll

3. Finishing Machine :

a. Iron steam : Gosokan uap

b. Mesin pembalik kerah

c. Vacuum table : Meja gosok daengan penyedot air di bawahnya meja

d. Conveyor machine : Mesin gantungan baju

e. Tagging gun : Mesin pelabelan

f. dll


Parameter Memilih kursi ergonomis untuk pekerja industri

September 3, 2008

Parameter  Memilih kursi ergonomis untuk pekerja industri

oleh: Noor Fitrihana

Pertimabngan Memilih kursi yang lebih ergonomis

1. Pertimbangkan jumlah gerakan yang dibutuhkan setiap jenis tugas yang dikerjakan di atas kursi

2. Sesuaikan dengan ukuran tubuh pekerja

3. Kursi mudah  didekatkan dengan meja kerja sehingga pekerja tidak perlu mengangkat siku terlalu tinggi atau menjauh dari badan

4. Memiliki 5 kaki penumpu yang kokoh dan stabil

5. Dapat diatur tinggi rendahnya dengan mudah dan cepat

6. Tidak bergelombang/ada gunukan di bagian ujung depan

7. Sandaran punggung dapat diatur tinggi rendahnya dan ke arah depan dan belakang

8. Alas tempat duduk cukup lebar dan sandaran punggung tidak menghalangi gerakan tulang belikat atau lengan

9. Kaki beroda dan dapat dikunci serta alas duduk ada fasilitas untuk dapat berputar


Produktivitas di Industri Garmen

Agustus 30, 2008

Produktivitas di Industri Garmen

oleh: Noor fitrihana

Menurut Joseph (2005) produktivitas memiliki pengertian secara teknis dan filosofis. Pengertian teknis produktivitas merupakan perbandingan atau ratio antara keluaran (output) yang dihasilkan dan masukan (input) yang digunakan sedangkan pengertian filosofis produktivitas merupakan keinginan dan upaya manusia untuk meningkatkan kualitas kehidupannya di segala bidang. Produktivitas mengandung 3 unsur yang meliputi efisisiensi, efektivitas serta kualitas.

Pengukuran Produktivitas secara teknis pada dasarnya adalah hasil dari Output (O) dibagi input (I). Semakin besar output dan semakin kecil input maka produktivitasnya semakin besar. Dari hubungan output dan input tersebut maka produktivitas juga dapat digambarkan sebagai berikut :

1. Produktivitas (P) naik apabila Input (I) turun, Output (O) tetap

2. Produktivitas (P) naik apabila Input (I) turun, Output (O) naik

3. Produktivitas (P) naik apabila Input (I) tetap, Output (O) naik

4. Produktivitas (P) naik apabila Input (I) naik, Output (O) naik tetapi jumlah kenaikan Output lebih besar daripada kenaikan Input.

6. Produktivitas (P) naik apabila Input (I) turun, Output (O) turun tetapi jumlah penurunan Input lebih kecil daripada turunnya Output.

Radyanto (2008) menyatakan mengacu pada istilah bahwa produktivitas adalah hubungan antara output dan input, dalam industri garmen ada beberapa penjelasan:

  1. Output diartikan sebagai barang yang sudah diproduksi ( sebagai = Finish Good) atau barang setengah jadi ( sebagai WIP = Work in Progress). Harus dapat diukur dan berwujud sesuai dengan kriteria yang memenuhi spesifikasi kualitas. Output digambarkan secara fisik sebagai produk garmen yaitu pants, dress, jacket, vents, skort atau shirt. Jika ingin diketahui perhitungan produktivitas di bagian sewing line maka output yang digunakan adalah hasil pada end line. Jumlah Output di industri garmen merupakan jumlah produk yang sudah lolos uji kualitas sesuai standar di masing-masing proses. Jika produk tidak lolos uji kualitas maka produk akan dikembalikan ke operator untuk dipermak hingga memenuhi standar kaulitas yang ditentukan.
  2. Input merupakan elemen yang bersifat fisik yang diklasifikasikan berdasar input tenaga kerja, input bahan baku dan input energy atau volume . Input tenaga kerja dibagi menjadi 2 yaitu tenaga kerja langsung direct labor dantenaga kerja tidak langsung indirect labor. Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang langsung berhubungan dengan mesin produksi dan tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga kerja yang tidak langsung berhubungan dengan mesin produksi misalnya staf pemasaran dan administrasi lainnya. Input bahan baku umumnya dinyatakan dalam satuan meter atau piece . Input energi atau volume biaya yang ditimbulkan karena pemakaian umumnya dinyatakan menurut satuan jam kerja (jam), jumlah mesin (pieces), konsumsi fabrics (meter), pemakaian energi (kwh/jam) dan sumber daya lain yang digunakan untuk menghasilkan produk jadi.

Perhitungan tenaga kerja dihitung dengan rumus

1. Produktivitas tenaga kerja langsung

P/t = Output (pieces)

Jumlah tenaga kerja langsung x waktu

2. Produktivitas tenaga kerja total

P/t= Output (pieces)

(jumlah tenaga kerja langsung + tidak langsung) x waktu