Zat Warna Alam

worshop zat warna alam 

7 thoughts on “

  1. Atique September 30, 2007 / 2:52 pm

    saya lihat untuk proses mordanting dan fiksasi, melibatkan beberapa senyawa kimia, apakah senyawa tersebut juga ramah lingkungan? mengingat kita membuat pewarnaan alam juga dengan tujuan melestarikan alam sekitar

  2. Noor Fitrihana Oktober 1, 2007 / 1:00 pm

    pembuatan pewarnaa alam sebenarnya bukan untuk melestarikan alam (jika dalam jumlah besar bisa jadi malah merusak alam) contoh kalo kita produksi akar mengkudu, kulit kayu tingi/tegeran berapa pohon yang harus kita habiskan. oleh karena itu pewarna alam sebaiknya dibuat dan dieksplorasi dari tanaman yang mudah tumbuh dengan cepat dan tersedia banyak ato dari limbah tanaman dan tanaman tanaman yang kurang termanfaatkan. pewarna alam sebaiknya hanya untuk produk terbatas bukan masal. Salah jika kita berpikir mengekplorasi zat warna alam untuk menggantikan pewarna sintetis karena kita akan set back technologi.
    beberapa pewarna alam memang ada yang tidak harus dengan zat kimia biasanya dengan gula jawa, air jeruk dll tetapi umumnya masih menggunakan zat kimia yang memiliki daya rusak lingkungan rendah dan jumlahnya sedikit serta untuk memmperbaiki kualitas hasilnya.
    oleh karena itu sebaiknya eksplorasi zat warna alam ditujukan untuk pelestarian budaya dan ikon budaya dimana di setiap negara memiliki kekayaan yang beragam.

  3. Marlin November 3, 2007 / 9:05 pm

    Saya lebih setuju kalo mengginakan bahan yang natural atau dari alam, bukan merusak tapi kita amalh memberdayakannya. Suatu tumbuhan bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi tentunya dia akan dibudidayakan to?? Masalahnya adalah menumbuhkan kesadaran untuk mengembangkan bukan merusak, karena budaya masyarakat Indonesia yang cuma berfikir instan untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek. Sehingga mengekplorasi semaksimal mungkin tanpa berfikir dampak dan efek negatif (mungkin sudah berfikir tapi tetap diabaikan).
    Setujunya adalah karena saya meyakini bahwa “POHON ADALAH BAGIAN DARI NYAWA MANUSIA” betapa besar kuasa Tuhan untuk menciptakan tumbuhan yang merupakan mesin pendaur ulang semua kebutuhan manusia dengan atau tanpa merusak bumi.. Asalkan kita dapat hidup berdampingan dengan tumbuhan dan tanaman maka Nyawa kita akan semakin panjang dan tentunya tidak sakit-sakitan.

  4. Noor Fitrihana November 5, 2007 / 8:38 am

    betul saya setuju, pemberdayaan alam seringkali “keblabasen”. Seringkali “budidaya” kalah cepat dengan proses pemanfaatannya dan permintaan kebutuhan (contoh ilegal logging) oleh karena itu dalam eksplorasi pewarna alam
    kita harus membatasi diri ato digunakan untuk kepentingan terbatas dan memilih jenis tanaman yang memiliki keseimbangan kecepatan budidaya dan pemanfaatannya.
    Pewarna alam adalah kearifan lokal yang harus dipertahankan sebagai suatu warisan budaya dan kekayaan alam. Jika kita mampu menyelaraskan budidaya, pemanfaatan dan pelestarian maka kita bisa menunda cairnya es dikutub (pemanasan global)
    kami selalu menekankan jangan pernah berfikir eksplorasi zat warna alam untuk menggantikan pewarna sintetis. mungkin lebih tepat sebagia pewarna alternatif sebagai keunggulan budaya lokal yang mamapu bersaing secara global.

  5. atique November 5, 2007 / 3:06 pm

    setuju pak…terimakasih nih ilmunya disekitar rumah saya banyak pohon mangga dan jambu dan saya sedang mencoba membuat batik dari daun pohon tersebut. alhamdulillah hasilnya bagus, jadinya saya ingin produksi batik dengan pewarna alam. kalo pak noor bisa bantu, kira2 dimana ya saya bisa mendapatkan bibit pohon soga?jujur aja saya belm pernah lihat pohonnya.kalau pohon nila itu daunnya haus difermentasikan dulu ya? prosesnya gimanan tun pak? mohon dibantu kalau sekiranya bapak punya infonya. Terimakasih. oya pak kalau ada pelatihan pembuatan pewarna alam mohon bapak hubungi saya di muny_fressa@yahoo.com atau di blog saya batikpekalongan.wordpress.com

  6. Atique November 6, 2007 / 6:51 pm

    ya sebagai bakul batik saya cuma mikir gimana caranya tetep bisa ramah lingkungan. sebab kalo liat limbahnya ngeri, apalagi kalo pas make naphtol. trimakasih pak noor pengetahuan pewarna alamnya saya sudah mulai coba, hasilnya lumayan juga. kalo ada workshop pewarna alam tolong saya dihubungi. muny_fressa@yahoo.com ato di http://batikpekalongan.wordpress.com. trimakasih

  7. noor fitrihana November 8, 2007 / 8:58 am

    untuk tanaman soga tersebut banyak terdapat di sumatera dan kalimantan termasuk kayu ulin dll itu merupakan tanaman besar anda bisa coba search di google pake nama latinnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s