PENTINGNYA DIKLAT K3

 By: noor fitrihana

A.    PENGANTAR

Orang bekerja untuk memenuhi kebutuhan. Berdasar teori kebutuhan Maslow maka kebutuhan karyawan Dalam perusahaan diterjemahkan sebagai berikut:

·        Kebutuhan fisiologis dasar:  gaji, makanan, pakaian, perumahan dan fasilitas-fasilitas dasar lainnya yang berguna untuk kelangsungan hidup pekerja

·        Kebutuhan akan rasa aman: lingkungan kerja yang bebas dari segala bentuk ancaman, keamanan jabatan/posisi, status kerja yang jelas, keamanan alat yang dipergunakan.

·        Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi: interaksi dengan rekan kerja,  kebebasan melakukan aktivitas sosial, kesempatan yang diberikan untuk menjalin hubungan yang akrab dengan orang lain

·        Kebutuhan untuk dihargai: pemberian penghargaan atau reward, mengakui hasil karya individu

·        Kebutuhan aktualisasi diri: kesempatan dan kebebasan untuk merealisasikan cita-cita atau harapan individu, kebebasan untuk mengembangkan bakat atau talenta yang dimiliki. 

            Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka karyawan  harus berprestasi dan berperilaku yang baik. Prestasi & perilaku karyawan dipengaruhi oleh :

 1.     Faktor demografi : usia, asal usul, sex, latar belakang keluarga, tingkat sosial, pengalaman, kemampuan & keterampilan

2.     Persepsi, sikap kerja, kepribadian, belajar, motivasi

3.     Faktor organisasi : sumberdaya, kepemimpinan, imbalan, striktur disain pekerjaan Agar karyawan mampu berperilaku  dan berprestasi baik diperlukan dukungan lingkungan kerja yang aman dari berbagai resiko dan penyakit kerja. Oleh karena itu asepk K3 sangat penting untuk diuperhatikan. Peningkatan kesadaran tentang K3 akan berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan. Salah satu cara  untuk merubah perilaku dan meningkatkan prestasi karyawan pada bidang tertentu adalah melalui program diklat baik melalui jalur formal, informal maupun nonformal.  Demikian halnya untuk meningkatkan kesadaran tentang K3  sangat diperlukan program Diklat K3 

A.    MAKSUD DAN TUJUAN DIKLAT K3 

Maksud diadakannya Diklat K3 adalah untuk menjamin semua pihak yang ada dalam resiko untuk mengetahui secara memadai tentang :

·       Operation tempat kerja

·       Resiko di tempat kerja

·       Upaya bila terjadi Penyakit Akibat Kerja / kecelakaan kerja

·       Kegiatan berkesinambungan pencegahan kecelakaan kerja 

Tujuan umum : Diklat K3 untuk meningkatkan pengetahuan, pengertian, pengalaman dan  keterampilan baik fisik maupun psikis tentang K3

Tujuan khusus:

1.     Setiap orang penuh kesadaran akan bahaya yg dapat dijumpai mereka ditempat kerja / potensial berbahaya / adanya kemungkinan dapat menimbulkan penyakit akibat kerja & kecelakaan kerja

2.     Membentuk sikap waspada terhadap kejadian / bahaya ditempat kerja

3.     Berusaha mencegah bahaya yg ada / akan ada ditempat kerja

4.     Pelatihan menerangkan akan resiko yg harus dicegah, menunjukkan kepadanya agar mereka dapat secara otomatis melaksanakan pekerjaan secara aman

C. SASARAN DIKLAT K3

Sasaran Diklat K3 ditujukan untuk:

  1.  Dokter perusahaan
  2. Perawat perusahaan
  3. Manager perusahaan
  4.  P2 K3 & Pekerja
  5.  Teknisi perusahaan
  6. Tenaga profesional lain
  7.   Pegawai baru / pindahan /induction
  8. Untuk pekerjaan/pekerja
  9.  Untuk supervisor
  10. Untuk safety advisors
  11. Untuk safety representatif/dewan K3
  12. Dan mereka yang berhubungan dengan tempat dan  peralatan kerja  

D. MATERI DIKLAT K3  

Materi umum yang diberikan dalam Diklat K3

1.     HS policy

2.     Organisasi

3.     Pengaturan HS training

4.     Hazards

5.     Kerawanan kecelakaan yg harus dihindari

6.     APD & safety equipment

7.     HS rules & procedure

8.     Prosedur pelaporan kecelakaan

9.     Prosedur evakuasi pada pembonan teroris & kebakaran

10.  PPPK Materi khusus disesuaikan/dikaitkan  dengan jenis pekerjaan/industri, lingkungan kerja dan perallatan kerjanya.

  E. RUANG LINGKUP DAN SIFAT  PELAYANAN K3 

Ruang lingkup  pelayanan K3 meliputi: Pengujian, pemeriksaan, pengukuran terhadap aspek lingkungan kerja, sarana kerja, prosedur kerja, & pelatihan tenaga kerja.

Sifat pelayanan:       

1. Atas permintaan perusahaan

               2. Berdasar fungsi & tugas bagian K3 

F.               FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN KERJA YANG BERPENGARUH TERHADAP K3 

Faktor-Faktor Lingkungan kerja yang berpengaruh terhadap K3 meliputi

 1.     Faktor, bising, debu & penerangan

2.     Faktor kimia, konsentrasi kimia di tempat kerja, emisi cerobong di dalam industri, kualitas air limbah

3.     Kesehatan pekerja baik awal periodik, maupun khusus

4.     Kontrol teknologi yg mencakup design & implementasi ditempat tenaga kerja

5.     Pemeriksaan kelelahan& pelatihan    

 G. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM DIKLAT K3                                   

 Mengingat  bahwa program diklat pada  dasarnya diselenggarakan sebagai sarana untuk menghilangkan atau setidaknya mengurangi  gap (kesenjangan) antara kompetensi yang ada saat ini dengan kompetensi  standard atau yang diharapkan untuk dilakukan oleh seseorang dan agar program pelatihan yang dirancang tidak hanya akan berlangsung sukses di ruang kelas atau tempat pelaksanaan pelatihan semata. Artinya pelaksanaan pelatihan mungkin berjalan dengan sangat baik, tetapi pada saat partisipan (peserta pelatihan) kembali ke tempat kerja masing-masing mereka menjadi tidak tahu atau bingung bagaimana menerapkan apa yang telah mereka pelajari dari pelatihan. Dalam hal ini diperlukan analisis kebutuhan diklat sebagai  alat untuk mengidentifikasi gap-gap yang ada tersebut dan melakukan analisis apakah gap-gap tersebut dapat dikurangi atau dihilangkan melalui suatu program diklaAnalisis kebutuhan pelatihan dilakukan untuk :

·       Memastikan bahwa pelatihan memang merupakan salah satu solusi untuk memperbaiki atau meningkatkan kinerja pegawai dan produktivitas perusahaan

·       Memastikan bahwa para partisipan yang mengikuti pelatihan benar-benar orang-orang yang tepat

 ·       Memastikan bahwa pengetahuan dan ketrampilan yang diajarkan selama pelatihan benar-benar sesuai dengan elemen-elemen kerja yang dituntut dalam suatu jabatan tertentu

·       Mengidentifikasi bahwa jenis pelatihan dan metode yang dipilih sesuai dengan tema atau materi pelatihan

·       Memastikan bahwa penurunan kinerja/kurangnya kompetensi atau pun masalah yang ada adalah disebabkan karena kurangnya pengetahuan, ketrampilan dan sikap-sikap kerja; bukan oleh  alasan-alasan lain yang tidak bisa diselesaikan melalui pelatihan memperhitungkan untung-ruginya melaksanakan pelatihan mengingat bahwa sebuah pelatihan pasti membutuhkan sejumlah dana.(Johanes Popu, http://www.e-psikologi.com,2002)          Menurut Dale Yorder  yang dikutip oleh Moh. Asad (1987) ,agar program pelatihan dan pengembangan dapat berhasil baik maka harus diperhatikan delapan faktor sebagai berikut :

1. Individual differences         Sebuah program diklat akan berhasil jika  kita memperhatikan individual diference para peserta diklat.  Perbedaan individu meliputi faktor fisik maupun psikis. Oleh karena  itu dalam perencanaan program diklat harus memperhatikan faktor fisik seperti bentuk dan komposisi tubuh, dan fisik, kemampuan panca indera maupun faktor psikis seperti intelegensi, bakat, minat , kepribadian, motivasi , pendidikan  para peserta diklat. Keberhasilan program diklat sangat ditentukan oleh pemahaman karakteristik peserta diklat terkait dengan individual difference.

 2. Relation to Job analisis         Untuk memberikan program diklat terlebih dahulu harus diketahui keahlian yang dibutuhkan. Dengan demikian program diklat dapat diarahkan atau ditujukan untuk mencapai keahlian tersebut. Suatu program diklat yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja pada keahlian tertentu akan merugikan semua pihak baik masyarakat , industri maupun lembaga penyelenggara diklat itu sendiri.

3. Motivation         Motivasi adalah suatu usaha menimbulkan dorongan untuk melakukan tugas. Sehubungan dengan itu ,program diklat  sebaiknya dibuat sedemikian rupa gara dapat menimbulkan motivasi bagi peserta. Penumbuhan motivasi itu sangat pentng sehingga mampu mendoromng peserta untuk mengikuti program diklat dengan baik dan mampu memberikan harapan lebih baik dibidang pekerjaan setelah berhasil menyelesaikan program diklat .

4. Active participation         Didalam pelaksanaan program diklat harus diupayakan keaktifan peserta didalam setiap materi yang diajarkan. Pemilihan Materi dan strategi pembelajaran yang tepat oleh para trainer sangat menentukan keberhasilan. Pemberian umpan balik kepada peserta  pada setiap komunikasi maupun evaluasi akan semakin mengembangkan motivasi dan pengetahuan yang diperoleh. Penyusunan materi(kurikulum) yang berbasis kompetensi maupun berbasis luas dengan pengembangan aspek kecakapan hidup peserta menjadi kekuatan untuk menarik perhatian dan minat peserta diklat.

5. Selection of trainess         Program diklat sebaiknya ditujukan kepada mereka yang berminat dan menunjukkan bakat untuk dpat mengikuti program diklat. Oleh karena ini sangan pentingan dilakukan proses seleksi untuk pelaksanaan program dilakukan. Berbagai macam tes seleksi dapat dilakukan misalnya  test potensi akademik. Disampin itu adanya seleksi juga merupakan faktor perangsang untuk meningkatkan image peserta maupun penyelenggara diklat.

6. Selection of trainer         Pemilihan pemateri/pengajar untuk penyampaian materi diklat harus disesuaikan dengan kualifikasi yang dibutuhkan dan kemampuan mengajar. Seorang trainer yang cakap belum tentu dapat berhasil menyampaikan kepandaiannya kepada orang lain. Oleh karena itu pengajar program diklat haru memiliki kualifikasi dalam bidang pengajaran dan mampu memilih strategi pembelajaran yang tepat dengan memeprhatikan individual difference peserta diklat.

7. Trainer training            Kompetensi trainer juga perlu ditingkatakan. Untuk itu mengingat trainer menjadi ujung btombak dalam keberhasilan program diklat maka sebelum mengemban tanggung jawab untuk memberkan pelatihan maka para trainer harus diberikan pendidikan sebagai pelatih.

8. Training methods         Metode yang digunakan dalam program diklat harus sesuai dengan jenis diklat yang diberikan. Strategi pembelajaran menadi senjata utama dalam keberhasilan program diklat. 

H. Dokumen Training       

   Dokumen training harus disimpan dengan baik dalam jangka waktu 3 tahun. Data-data tersebut meliputi

  1. Date of training Sessions
  2. Contents or summary
  3. Name & qualifications of persons conducting training sessions
  4. Name & job titles of all persons attending the sessions
  5. Dokumentasi training (Foto dan materi training)

12 thoughts on “PENTINGNYA DIKLAT K3

  1. arenasimulasi November 23, 2007 / 9:21 pm

    Kirain pemaparannya di atas akan dilanjutkan dengan info jadwal pelatihan kapan diadakan?
    Ternyata info semata.

    Cari-cari sertifikasi K3… :)

  2. noor fitrihana November 26, 2007 / 9:46 am

    Maaf Untuk sementara ini kami hanya melayani in house training bagi instansi/group (minimal 10 orang psesrta ) jika instansi anda berminat mengadakan pelatihan K3 dan ergonomi bisa menghubungi kami.

  3. Agung Pamudji, S.Pd, SH Januari 18, 2008 / 9:49 am

    apakah bpk/ibu punya materi K3 untuk siswa SMK ?
    trim atas perhatiannya

  4. meme sudarma,ST Juni 16, 2008 / 2:15 pm

    Saya Ahli K3 Umum, yang telah mendapatkan penunjukan oleh Menteri tenaga kerja di tempat perusahaan saya, namun banyak sekali kendala yang dihadapi dalam mengimplementasikan ilmu-ilmu yang telah saya peroleh dalam pelatihan. kendala manajemen dan kesadaran individu pekerja itu yang menurut saya butuh kesabaran dan usaha yang terus menerus.

  5. Didi Suwardi Juli 15, 2008 / 7:38 pm

    Menanggapi pendapat Bapak Meme Sudarma ST, pada dasarnya saya setuju dengan pendapatnya. Tapi hal lain juga yang merupakan faktor kendala masalah implementasi K3 adalah peranan pemerintah dalam penegakan hukum terkait peraturan K3 yang masih dirasa kurang optimal. Sehingga Manajemen perusahaan yang kurang peduli dengan masalah K3 masih bisa ongkang-ongkang tanpa merasa terikat dengan Peraturan yang ada.

  6. Yon Juli 18, 2008 / 9:28 am

    Saya sekarang bekerja di Panasonic sebagai Safety engineer akan tetapi saya tidak punya ilmu tentang K3 apa lagi saat ini saya di tugasi untuk setup sitem SMK3 dan utk itu bagi temen2 yg udah pernah berpengalaman dalan mensetup sistem ini bisa share ato punya bahan2 utk referensi bagi saya…

    Sekian Saja

    Matur Thanks

  7. eva Juli 18, 2008 / 8:58 pm

    ass, saya mau nanya kalao ingin melakukan pelatihan tata boga mang pa aja yah yang harus di lakukan boleh ga aq minta modul pelatihan tata boga sebelumnya trims aq tunggu yah

  8. noor B4D3 Juli 21, 2008 / 9:36 am

    Semua pelatihan dapat dilihat pada kategori-kategori yang ada pada blog ini dan untuk keterangan selanjutnya hubungi B4D3 Consultants di 02746570695

    ttd
    B4D3 Consultantts

  9. imoetz Juli 27, 2008 / 11:51 am

    Ass Wr. Wb.
    Saya mahasiswa Magister Program Profesi Psikologi UNAIR, saya mau tanya apa sajakah kompetensi profesi sebagai K3 itu? Karena untuk jabatan Manajer, Supervisor dan Staff K3 pasti memiliki kompetensi yang berbeda kan?!
    Sekian, terima kasih
    Wass Wr. Wb.

  10. chandra Desember 9, 2008 / 9:51 am

    Ass Wr. Wb.
    saya mau bertanya kepada bapak dan ibu :
    – kapan dan dimana aj ada pelatihan K3 diadakan?
    – Apa K3 ini banyak lagi bagiannya?
    Terima kasih atas perhatiannya, mohon di reply
    wassalam

  11. ivandi siregar Oktober 7, 2009 / 4:05 pm

    Ass Wr. Wb.
    saya salah satu karyawan PT.LMH
    saya mau bertanya kepada bapak dan ibu :
    – kapan dan dimana aj ada pelatihan K3 diadakan?
    – Apa K3 ini banyak lagi bagiannya?
    mohon jawabanya : regae_jbi@yahoo.co.id
    wassalam..

  12. ardiyansyah Mei 22, 2012 / 8:17 pm

    pak apakah pelatihat di pungut biyayah .kalau meman ada berapa .?
    biar kami bisa persiapkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s