“MUTILASI” AWAL BENCANA BAGI ILMU PENGETAHUAN

 By; Wahyudiati

A.Pendahuluan

Untuk memenuhi kebutuhan akan berbagai macam informasi para civitas akademika di perguruan tinggi, maka perpustakaan perguruan tinggi memiliki koleksi antara lain terdiri dari buku, majalah, laporan hasil penelitian, surat kabar, kaset audio, CD-ROM, layanan internet dan  jurnal elektronik. Semua bahan koleksi ini disimpan di perpustakaan dengan tata urutan yang sistematis sehingga mudah dan cepat dalam penemuan kembali informasi.

Biasanya pada perpustakaan perguruan tinggi, koleksi perpustakaan dilayankan dengan sistem layanan terbuka kepada pemakainya. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kebebasan kepada pemakai untuk memilih bahan pustaka yang diinginkan dan sangat bermanfaat untuk meningkatkan minat baca. Pemakaipun akan memiliki alternatif lain seandainya bahan pustaka yang dikehendaki tidak ada, maka dapat memilih bahan pustaka yang lain yang sesuai dengan subjek yang diinginkannya. Namun dengan sistem layanan terbuka, koleksi perpustakaan sangat rentan terhadap timbulnya tindakan penyalahgunaan koleksi perpustakaan oleh pemakai.

Seperti yang dinyatakan Sulistyo–Basuki (1992:41) bahwa: “Kerusakan fisik seperti dokumen kotor, goresan pada foto dan rekaman, halaman koyak, dan coretan pada dokumen sering terjadi bila unit informasi terbuka untuk umum.”  Menurut Obiagwu (1992:291), tindakan penyalahgunaan koleksi perpustakaan dapat digolongkan menjadi empat macam : (1) Theft (pencurian), (2) Mutilation (perobekan), (3) Unauthorized borrowing (peminjaman tidak sah), (4) Vandalism (vandalisme). Akibat dari tindakan-tindakan tersebut koleksi perpustakaan menjadi rusak dan bahkan hilang. Dibandingkan  dengan theft, unauthorized borrowing  dan vandalism, mutilasi menduduki peringkat paling tinggi. Tindakan mutilasi dilakukan oleh sebanyak 40% dari 180 responden. (Obiagwu , 1992:295)

Tindakan mutilasi merupakan awal bencana bagi ilmu pengetahuan. Oleh karena itu dalam artikel ini akan diungkapkan tentang tindakan mutilasi dan kerugian yang diakibatkannya.

B.Tindakan Mutilasi

Mutilasi adalah tindakan perobekan, pemotongan, penghilangan dari artikel, ilustrasi dari jurnal, buku, ensiklopedia dan lain-lain tanpa atau dengan menggunakan alat. Sedangkan menurut Marcel Obiagwu dalam artikelnya Library Abuse in Academic Institutions yaitu: “Mutilation is the excision of articles and illustration from journal, books, encyclopedias, etc.  Ada dua tipe mutilasi yaitu pertama adalah mutilasi yang meliputi perobekan halaman yang sebagian besar terdiri dari ilustrasi dan fotografi, dan kedua adalah  mutilasi teks dan tulisan.

Untuk lebih jelasnya, tindakan mutilasi majalah dapat berbentuk berbagai macam, antara lain adalah:

a.       perobekan halaman cover/sampul majalah;

b.      perobekan satu halaman atau beberapa halaman dari suatu majalah;

c.       perobekan bagian dalam dari halaman di dalam suatu majalah.

Dari hasil penelitian dari Hendrick dan Murfin yang dilakukan pada tahun 1974  menemukan bahwa 8,3% mahasiswa di Perpustakaan Kent State University melakukan mutilasi terhadap jurnal-jurnal.  Demikian juga penelitian yang dilakukan Gouke dan Murfin dalam Adewoye (1992:30) yang menunjukkan bahwa untuk majalah, perpustakaan-perpustakaan perguruan tinggi melaporkan kira-kira 150 artikel telah dimutilasi tiap bulan. Di Indonesia berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Roskusumah (1999:50), di Perpustakaan Fakultas Seni Rupa ITB menyebutkan bahwa 50% mahasiswa memutilasi majalah ilmiah. Demikian juga hasil penelitian yng dilakukan oleh Yanis (1999:60-61), di Perpustakaan Centre Cultural Francais di Bandung yang menyebutkan bahwa 81,58% responden menyatakan sering merobek majalah. Di UPT Perpustakaan UNY dari hasil penelitian yang dilakukan penulis pada tahun 2001  sebanyak 34,04% responden mengaku pernah melakukan mutilasi pada koleksi majalah di perpustakaan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka koleksi perpustakaan yang sangat rentan menjadi sasaran tindakan mutilasi adalah majalah  dan koleksi terbitan berkala.

Menurut Sulistyo-Basuki (1991:242) “Informasi yang dimuat dalam majalah pasti lebih mutakhir daripada informasi dalam bentuk lain seperti buku.” Oleh karena itu  majalah sering menjadi sasaran tindakan mutilasi karena isi majalah menarik dan unik. Selain itu kandungan informasi yang ada di dalam majalah lebih up to date bila dibandingkan dengan buku teks.

C.Kerugian Akibat Tindakan Mutilasi

Mutilasi menimbulkan dua kerugian, yaitu kerugian secara finansial dan kerugian sosial. Kerugian secara finansial yaitu kerugian yang dirasakan oleh perpustakaan dalam hal dana yang harus dikeluarkan untuk mengganti majalah yang rusak, memperbaiki kerugian kertas dan menjaga kualitas bahan pustaka. The UCSD Libraries menyatakan telah memperbaiki lebih dari seribu halaman setiap bulan, dan kebanyakan dirusak secara sengaja atau sebagai akibat dari tindakan mutilasi. (Sumber:  http://Orpheus.ucsd.edu/preservation/mutilate.html,2000).

Bahkan peringatan yang tegas dinyatakan dalam artikel yang berjudul Vandalism of Library Books tentang besarnya biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki majalah yang dimutilasi. Peringatan itu berbunyi:”Please be aware that a mutilated book or journal may cost anywhere from a few dollars to hundreds to replace.” (Sumber: http://library.sage.edu/webref/what_new/newmain.htm#wnw99g, 2000).

Kerugian sosial yang dialami oleh perpustakaan karena adanya koleksi yang dimutilasi adalah berkurangnya kepercayaan atau dapat memberikan suatu citra (image) yang kurang baik terhadap perpustakaan sebagai gudang informasi. Tindakan mutilasi ini dapat menimbulkan rasa marah dan frustasi pemakai perpustakaan yang menginginkan suatu artikel di suatu majalah yang ternyata tidak ada karena telah dirobek orang lain. Disamping itu pemakai perpustakaan terkadang harus menunggu beberapa hari untuk memperoleh artikel yang diinginkan karena harus menunggu perbaikan majalah oleh pustakawan. D. Penutup

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa tindakan mutilasi pada koleksi majalah sangat berbahaya karena akan berdampak buruk bagi perpustakaan dan pelestarian ilmu pengetahuan. Hal itu karena tindakan mutilasi pada koleksi  perpustakaan  dapat mengakibatkan antara lain:

1.      menghalangi dan bahkan menghentikan transfer informasi, ilmu pengetahuan serta kemajuannya, dan peradaban manusia umumnya  kepada generasi penerus;

2.      mengganggu iklim pendidikan;

3.      biaya preservasi bahan pustaka yang tinggi;

4.      mengurangi bahkan menghilangkan keindahan koleksi;

5.      berdampak sosial pada lingkungan dan diri objek misalnya menularnya kebiasaan melakukan tindakan mutilasi kepada orang lain.

Dengan melihat berbagai aspek tentang tindakan mutilasi  terutama kerugiannya pada koleksi majalah khususnya dan koleksi perpustakaan umumnya (buku, laporan hasil penelitian, ensiklopedi, dan lain-lain), maka dapat disimpulkan bahwa tindakan  mutilasi merupakan awal bencana bagi ilmu pengetahuan di dunia.  Mengingat besarnya kerugian akibat tindakan mutilasi baik bagi perpustakaan maupun pengguna maka perlu segera dilakukan kampanye anti mutilasi di perpustakaan perguruan tinggi.

 

Daftar Pustaka

Hendrick, Clyde dan Majorie E. Murffin. 1974. Project Library Ripoff: A Study of Periodical Mutilation in a University Library. College and Research Libraries, 35 (6) (p.402-411).

Mutilation of Library Materials. 2000. Tersedia di: Http://orpheus.ucsd.edu/preservation/mutilate.html. Diakses: 11/11/2000, pukul 15.15 WIB.

Obiagwu, Marcel C. 1992. Library Abuse in Academic Institutions: A Comparative Study. Intl.Inform. & Libr.Rev.24 (p.291-305).

Roskusumah, Titan. 1999. Faktor-faktor Psikologis yang Melatarbelakangi Tindakan Mutilasi Buku Perpustakaan. Skripsi. Jatinangor:FIKOM, UNPAD.

Sulistyo-Basuki.1991. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

_____________.1992. Teknik dan Jasa Dokumentasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Vandalism of Library Books. 2000. Tersedia di: Http://library.sage.edu/webrek/what_new/newmain.html#wnw99g. Diakses: 11/11/2000, pukul 17.10 WIB.

Wahyudiati. 2001. Latar Belakang Tindakan Mutilasi pada Koleksi Majalah di Perpustakaan oleh Pengguna. Skripsi. Jatinangor: FIKOM,UNPAD.

Yanis, Jufri. 1999. Sikap dan Perilaku Pengguna dalam Penyalahgunaan Koleksi (Material Abuse). Skripsi. Jatinangor: FIKOM, UNPAD.

 

2 thoughts on ““MUTILASI” AWAL BENCANA BAGI ILMU PENGETAHUAN

  1. rivi Mei 13, 2008 / 11:52 am

    jadi langkah apa yg harus kita lakukan sehingga tidak terjadi mutilasi, jika seandainya kita menggunakan sistem layanan terbuka. saya tertarik untuk buat judul skripsi tentang masalah ini pak. boleh saya minta pendapat???

  2. ENY S Agustus 18, 2008 / 5:19 pm

    yud, keren abis. Boleh juga nularin ilmu ke temen-temen terutama ke aku yang ada di pelosok. sukses terus yaa. ditunggu tulisan yang lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s