PENYALAHGUNAAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN di PERGURUAN TINGGI

by wahyudiati

Pendahuluan

Perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang berada di lingkungan perguruan tinggi yang pada hakikatnya merupakan bagian integral dari suatu perguruan tinggi. Perpustakaan ini bersama-sama dengan unit kerja lainnya dan dengan peran yang berbeda-beda, bertugas membantu perguruan tingginya untuk melaksanakan program Tri Dharma Perguruan Tinggi Tujuan diselenggarakannya perpustakaan perguruan tinggi adalah untuk menunjang terlaksananya program pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi atau lazim dikenal dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hal ini ditempuh melalui pelayanan informasi yang meliputi lima aspek yaitu: pengumpulan informasi, pengolahan informasi, pemanfaatan informasi, penyebaran informasi, pemeliharaan/pelestarian informasi (Saleh, 1995:17). Untuk mendukung tercapainya tujuan tersebut perpustakaan perguruan tinggi memiliki koleksi antara lain adalah buku, majalah, laporan hasil penelitian, surat kabar, kaset audio, CD-ROM serta layanan internet. Semua bahan koleksi ini disimpan di perpustakaan dengan tata urutan yang sistematis sehingga mudah dan cepat dalam penemuan kembali informasi. Biasanya pada perpustakaan perguruan tinggi, koleksi perpustakaan dilayankan dengan sistem terbuka kepada pengguna. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kebebasan kepada pengguna untuk memilih bahan pustaka yang diinginkan dan sangat bermanfaat untuk meningkatkan minat baca. Penggunapun akan memiliki alternatif lain seandainya bahan pustaka yang dikehendaki tidak ada, maka ia dapat memilih bahan pustaka yang lain yang sesuai. Namun hal yang sangat disayangkan dari dilaksanakannya sistem layanan terbuka ini adalah timbulnya tindakan penyalahgunaan koleksi perpustakaan oleh pengguna. Hal ini sesuai dengan pendapat Sulistyo-Basuki (1992:41) yang menyatakan bahwa : “Kerusakan fisik seperti dokumen kotor, goresan pada foto dan rekaman, halaman koyak, dan coretan pada dokumen sering terjadi bila unit informasi terbuka untuk umum.” Kerusakan fisik seperti itu adalah salah satu bentuk akibat dari tindakan penyalahgunaan koleksi perpustakaan. Pengertian tindakan penyalahgunaan koleksi adalah bentuk tindakan perusakan dan pemanfaatan yang salah dari koleksi perpustakaan. Tindakan penyalahgunaan koleksi dapat digolongkan menjadi empat macam yaitu : (1) Theft (pencurian), (2) Mutilation (perobekan), (3) Unauthorized borrowing (peminjaman tidak sah), (4) Vandalism (vandalisme). (Obiagwu, 1992:291).

Penyalahgunaan Koleksi di Perpustakaan Perguruan Tinggi oleh Pengguna

Koleksi perpustakaan bisa mengalami kerusakan yang tidak hanya disebabkan oleh alam misalnya sinar matahari langsung dan kelembaban udara , melainkan juga disebabkan oleh manusia. Manusia yang dalam hal ini adalah pengguna perpustakaan dapat menyebabkan kerusakan fisik pada koleksi perpustakaan. Kerusakan fisik koleksi perpustakaan dapat berupa antara lain dokumen kotor, goresan pada foto dan rekaman, halaman robek, dan lain-ain. Bahkan manusia yang tidak bertanggungjawab dapat menyebabkan hilangnya bahan pustaka dari perpustakaan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Soeatminah (1992:18) yaitu: “Manusia yang tidak bertanggungjawab merupakan perusak yang paling hebat, karena tidak hanya menyebabkan kerusakan tetapi juga hilangnya bahan pustaka.” Pengguna perpustakaan dapat bertindak sebagai lawan atau juga kawan dalam usaha pelestarian bahan pustaka. Sulistyo-Basuki menegaskan bahwa: “Manusia dalam hal ini pemakai perpustakaan dapat merupakan lawan atau juga kawan. Pemakai perpustakaan menjadi kawan bilamana dia membantu pengamanan buku dengan cara menggunakan bahan pustaka secara cermat dan hati-hati. Pengunjung akan menjadi musuh bilamana dia memperlakukan buku dengan kasar, sehingga sobek atau rusak.”(Sulistyo-Basuki, 1991:272). Perpustakaan perguruan tinggi sangat rawan terhadap tindakan penyalahgunaan koleksi. Hal ini disebabkan salah satunya karena perpustakaan perguruan tinggi melayankan koleksinya dengan sistem layanan terbuka. Dalam sistem layanan terbuka ini pengguna dapat secara langsung memilih bahan pustaka yang diinginkan ke rak tempat jajaran koleksi diletakkan. Tindakan penyalahgunaan koleksi dapat digolongkan menjadi empat macam yaitu : (1) Theft (pencurian), (2) Mutilation (perobekan), (3) Unauthorized borrowing (peminjaman tidak sah), (4) Vandalism (vandalisme). (Obiagwu, 1992:291). Berikut ini akan dijelaskan satu persatu dari tindakan penyalahgunaan koleksi. a. Theft (Pencurian) Theft atau pencurian adalah tindakan mengambil bahan pustaka tanpa melalui prosedur yang berlaku di perpustakaan dengan atau tanpa bantuan orang lain. Pencurian bermacam-macam jenisnya, dari pencurian kecil-kecilan sampai yang besar. Bentuk pencurian yang sering terjadi adalah menggunakan kartu perpustakaan curian. Hal ini sesuai dengan yang dinyatakan oleh Obiagwu (1992:291) yaitu: “Theft ranges from petty stealing or pilfering to large-scale stealing and burglary. Borrowing through fraudulent means such as using stolen admission/identity cards is also a form of theft.” Dikatakan pencurian manakala koleksi yang tersedia di perpustakaan tidak dapat diketahui keradaannya dikarenakan telah diambil oleh orang yang tidak bertanggungjawab. b. Mutilation (Mutilasi) Mutilasi adalah tindakan perobekan, pemotongan, penghilangan, dari artikel, ilustrasi dari jurnal, majalah, buku, ensiklopedia dan lain-lain tanpa atau dengan menggunakan alat. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Marcel Obiagwu (1992:291) dalam artikelnya Library Abuse in Academic Institutions yaitu :”Mutilation is the excision of articles and illustration from journal, books, encyclopaedias, etc.” c.Unauthorized Borrowing (Peminjaman tidak sah) Unauthorized borrowing (peminjaman tidak sah) adalah kegiatan pengguna yang melanggar ketentuan peminjaman. Tindakan ini meliputi pelanggaran batas waktu pinjam, pelanggaran jumlah koleksi yang dipinjam, membawa pulang bahan pustaka dari perpustakaan tanpa melaporkannya ke petugas/pustakawan, meskipun dengan maksud untuk mengembalikannya dan membawa pulang bahan-bahan yang belum diproses dari bagian pelayanan teknis. Bentuk lain dari peminjaman tidak sah adalah peredaran buku yang tersembunyi di dalam perpustakaan untuk kepentingan tertentu atau pribadi. d. Vandalism (vandalisme) Vandalism (vandalisme) adalah tindakan perusakan bahan pustaka dengan menulisi, mencorat-coret, memberi tanda khusus, membasahi, membakar dan lain-lain (Obiagwu, 1992:292). Mengenalkan virus secara sengaja pada program komputer atau menekan disket database juga termasuk perbuatan vandalis.

 Kerugian Akibat Tindakan Penyalahgunaan Koleksi Perpustakaan

 Penyalahgunaan koleksi dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi perpustakaan. Kerugian dibagi dua yaitu kerugian secara finansial dan kerugian secara sosial. Kerugian secara finansial yaitu kerugian yang dirasakan oleh perpustakaan dalam hal dana yang harus dikeluarkan untuk mengganti koleksi yang rusak, memperbaiki kerugian kertas dan menjaga kualitas bahan pustaka. The UCSD Libraries menyatakan telah memperbaiki lebih dari seribu halaman setiap bulan, dan kebanyakan dirusak secara sengaja atau sebagai akibat dari tindakan mutilasi. (Sumber : http://Orpheus.ucsd.edu/preservation/mutilate.html,2000). Bahkan peringatan yang tegas dinyatakan dalam artikel yang berjudul Vandalism of Library Books tentang besarnya biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki koleksi yang rusak. Peringatan itu berbunyi : “Please be aware that a mutilated book or journal may cost anywhere from a few dollars to hundreds to replace.” (Sumber : http://library.sage.edu/webref/what_new/newmain.htm#wnw99g,2000). Kerugian sosial yang dialami oleh perpustakaan karena adanya koleksi yang rusak antara lain adalah berkurangnya kepercayaan atau dapat memberikan suatu citra (image) yang kurang baik terhadap perpustakaan sebagai gudang informasi. Misalnya tindakan mutilasi dapat menimbulkan rasa marah dan frustasi pengguna yang menginginkan suatu artikel di suatu majalah yang ternyata tidak ada karena telah dirobek orang lain. Hal ini sesuai dengan sebuah pernyataan dalam artikel yang berjudul Vandalism of Library Books yaitu: “More frustrating still is actually finding the right volume, turning to the page where the article “should be”, and discovering that someone has torn or cut out the pages.” (Sumber : http://library.sage.edu/webref/what_new/newmain.htm#wnw99g,2000). Pengguna terkadang harus menunggu beberapa hari untuk memperoleh artikel yang diinginkan karena harus menunggu perbaikan majalah oleh pustakawan. Hal ini sesuai dengan pendapat Constantinou (1995:505) yaitu: “Students cannot use the library’s resources to their fullest because they cannot find articles in mutilated journals. They often have to wait for days to get replacement pages through ILL services.”

Bahaya Tindakan Penyalahgunaan Koleksi Tindakan penyalahgunaan koleksi sangat berbahaya karena akan berdampak buruk bagi perpustakaan, antara lain: – Terhalangnya transfer informasi dan ilmu pengetahuan serta kemajuannya. – Terganggunya iklim pendidikan. – Biaya preservasi bahan pustaka yang meningkat. – Mengurangi bahkan menghilangkan keindahan koleksi. – Berdampak sosial pada lingkungan dan diri objek misalnya menularnya kebiasaan melakukan tindakan penyalahgunaan koleksi kepada orang lain, dan lain sebagainya. 

 Tindakan Pencegahan terhadap Tindakan Penyalahgunaan Koleksi di Perpustakaan

Upaya pencegahan terhadap tindakan penyalahgunaan koleksi dapat dilakukan untuk meminimalkan jumlah koleksi yang dirusak. Hal ini bisa dilakukan dengan cara antara lain: a. Mengatur tata ruang layanan koleksi perpustakaan sedemikian rupa sehingga tidak memungkinkan pengguna melakukan tindakan penyalahgunaan koleksi dengan leluasa. b. Menciptakan keadaan perpustakaan yang kondusif baik itu untuk membaca ataupun untuk belajar sehingga menciptakan kenyamanan bagi pengunjung perpustakaan. c. Menyediakan fasilitas mesin fotokopi yang memadai, dengan harga yang terjangkau dan hasil yang memuaskan. d. Menambah jumlah eksemplar koleksi yang banyak dibutuhkan oleh pengguna. e. Menempatkan pengawas (pustakawan) secukupnya di ruang layanan koleksi yang memungkinkan untuk dengan leluasa mengawasi seluruh ruangan dan untuk berpatroli berkeliling ke seluruh ruangan baca koleksi untuk memonitor hal-hal yang tidak diinginkan. f. Memeriksa setiap koleksi yang telah selesai dipinjam oleh pengguna. g. Pemasangan poster-poster yang berisi larangan melakukan tindakan penyalahgunaan koleksi. h. Memberi pengarahan kepada pengguna tentang bahaya dan kerugian akibat tindakan penyalahgunaan koleksi melalui program bimbingan pembaca. i. Memberlakukan sanksi yang tegas bagi pelaku tindakan penyalahgunaan koleksi , dan meminta kepada pengguna jika melihat seseorang melakukan tindakan penyalahgunaan koleksi di perpustakaan untuk segera melaporkan hal itu kepada pustakawan yang terdekat. j. Membekali staf perpustakaan dengan pengetahuan yang cukup mengenai preservasi bahan pustaka. k. Pemasangan sistem keamanan elektronik misalnya penggunaan kamera pengintai untuk memantau kegiatan pengguna di dalam perpustakaan. l. Pemasangan denah dan petunjuk (rambu-rambu) perpustakaan yang memudahkan pengguna dalam mencari informasi.

Daftar Pustaka

Constantinou, Constantia. 1995. Destruction of Knowledge: A Study of Journal Mutilation at a Large University Library. College and Research Libraries.56(6) November (p.497-507). Mutilation of Library Materials. 2000. Tersedia di: http://Orpheus.ucsd.edu/preservation/mutilate.html. Diakses 11/11/00, pukul 15.15 WIB. Obiagwu, Marcel C. 1992. Library Abuse in Academic Institutions : A Comparative Study. Intl. Inform. & Libr. Rev. 24 (p.291-305). Saleh, A.R. 1995. Manajemen Perpustakaan perguruan Tinggi. Jakarta : Universitas Terbuka. Soeatminah. 1992. Perpustakaan Kepustakawanan dan Pustakawan. Yogyakarta: Kanisius. Sulistyo-Basuki. 1991. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. _____________.1992. Teknik dan Jasa Dokumentasi . Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Vandalism of Library Books. 2000. Tersedia di: http://library.sage.edu/webref/what_new/newmain.htm#wnw99g, Diakses 11/11/00, pukul 17.10 WIB.

One thought on “PENYALAHGUNAAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN di PERGURUAN TINGGI

  1. steo Juni 30, 2008 / 12:03 pm

    terima kasih atas informasinya tentang perpustakaan perguruan tinggi semoga informasi yang saya dapat dari anda mendapa ganjaran dari yang maha pencipta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s