Menuju Smart Technology

TEKNOLOGI BUSANA MENUJU ERA HIGH TECH

(Tinjauan Eksistensi dan Pengembangan Pendidikan Bidang Busana)

Oleh: Noor Fitrihana

 

Abstrak

Selama ini masih banyak masyarakat yang mengangap proses pembuatan busana  bukan sebuah proses teknologi namun sering dianggap sebagai sebuah proses kriya seni. Hal ini dikarenakan teknologi pembuatan busana terutama untuk pemakaian sehari-hari sudah sangat merakyat dari yang tidak pernah mengenyam bangku pendidikan hingga yang lulusan pendidikan tinggi mampu menguasainya. Penulis sering mendapat pertanyaan dimana letak keteknologian pembuatan busana ataupun apa sulitnya membuat busana. Persepsi yang berkembang di masyarakat muncul karena teknologi busana masih dipandang secara parsial seputar menggambar, potong kain dan jahit-menjahit saja  yang cukup dilakukan dengan peralatan sederhana. Apalagi keterampilan mendisain dan menjahit ini banyak dikuasai oleh masyarakat umum dari berbagai latar dan jenjang pendidikan. Hal ini diperparah dengan mereka yang cukup sukses menggeluti bidang busana ini malah terkadang bukan lulusan pendidikan busana melalui jalur pendidikan formal. Kondisi ini mempengaruhi  brand image dan bargaining power pendidikan tinggi busana.

            Seiring perkembangan teknologi di bidang busana baik teknologi serat, tekstil, mekanik, finishing dan berbagai bidang teknologi terkait dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan brand image dan bargaining power pendidikan busana. Hal ini dapat dilakukan dengan mengembangkan kompetensi teknologi pada pendidikan busana untuk memberikan sentuhan teknologi pada rancangan busana yang dihasilkan civitas akademi pendidikan busana.

Kata Kunci: Teknologi, Busana, Pendidikan

 

 

PENDAHULUAN

 

            Kita tentu sepaham bahwa produk tekstil sebagian besar ditujukan sebagai bahan busana (fashion). Pakaian pada dasarnya berfungsi untuk menutup “aurat”, melindungi dari pengaruh cuaca, serta memperindah penampilan sehingga mampu mengeksplorasi citra diri si pemakainya.   Seiring kemajuan teknologi terutama di bidang rekayasa serat , teknologi mekanik dan finishing bahan tekstil dan dengan didukung kemajuan teknologi di berbagai bidang memungkinkan untuk memberikan nilai tambah fungsi pada produk tekstil untuk busana. Nilai tambah produk busana ini dapat dilihat dari aspek disain, material, teknologi, serta nilai fungsinya di berbagai bidang kehidupan serta kesesuaiannya dengan tren mode.

Nilai tambah disain dapat ditinjau dari warna dan motif, tekstur, teknik cutting, garniture, asesories dan lainnya sehingga membuat sebuah produk busana nampak indah, elegan, mewah, seksi, fashionable ataupun yang lainnya untuk memanjakan indera manusia dalam menampilkan pesona dan citra si pemakai. Dari sisi material, seiring perkembangan teknologi serat sintetis dan keberhasilan memodifikasi serat alam dapat diperoleh sifat-sifat bahan tekstil yang kuat, elastis, lembut, nyaman dikenakan, langsai, tidak kusut, tahan kotor dan lain-lainnya sehingga bahan-bahan tekstil tersebut seolah mengerti akan aktifitas dan kondisi tubuh si pemakai sehingga memiliki tingkat kenyamanan pakai yang tinggi dan kemudahan perawatan. Perkembangan teknologi di bidang kimia, fisika, elektronika, permesinan, finishing, nano teknologi, bioteknologi dan bidang-bidang lainnya mampu mewujudkan bahan-bahan tekstil yang berkualitas sehingga meningkatkan produktivitas dan kreatifitas dalam memproduksi produk fashion. Dari kemajuan teknologi tersebut nilai fungsi busana menjadi tidak hanya berfungsi untuk menutup aurat dan perlindungan cuaca serta demi penampilan semata namun juga berkembang untuk keselamatan, keamanan, kesehatan dan lainnya. Sebagai contoh dari sekedar pakain sehari-hari, pakaian kerja, rompi anti peluru, baju anti radar, baju tahan api hingga baju luar angkasa ataupun  produk-produk pakaian yang ditawarkan di TV Media/DR TV seperti baju untuk membakar lemak tubuh ataupun pakaian yang mampu memperindah bentuk bagian tubuh tertentu. Semua itu memberikan inspirasi inovatif untuk pengembangan produk fashion ke depan.

TEKNOLOGI BUSANA MENUJU ERA HIGH TECH

 Serat High Function  Dan High Performance Sebagai Bahan Busana

            Terciptanya produk busana yang indah dan nyaman dipakai, tidak terlepas dari perkembangan teknologi serat tekstil. Pada awalnya untuk membuat busana masih digunakan  serat-serat alam seperti kapas, sutera, wool, rami. Selanjutnya, setelah ditemukannya serat sintetis seperti polyester, rayon, nylon, spandex dengan berbagai sifat-sifat unggulnya mendorong manusia untuk membuat busana dengan berbagai model menggunakan  perpaduan bahan dari serat alam dan sintetis sehingga menghasilkan produk busana yang memiliki sifat-sifat khusus.  Keberadaan serat-serat ini menghasilkan berbagai produk busana seperti yang sering kita pakai sehari-hari untuk fungsi penampilan, menutup aurat, ataupun melindungi dari pengaruh cuaca seperti yang pada umumnya kita gunakan. Fungsi-fungsi tersebut merupakan fungsi dasar  busana.

Seiring kemajuan IPTEKS teknologi serat telah berkembang demikian pesat, saat ini  serat tekstil yang dibuat untuk produk busana tidak hanya untuk mendukung penampilan, menutupi aurat ataupun melindungi dari pengaruh cuaca namun telah dikembangkan serat-serat yang memiliki high function ddan high performance di berbagai bidang kehidupan. Terkait dengan pengembangan serat Menezes(2003) memprediksikan pengembangan serat tekstil ke depan adalah sebagai berikut.

 

Forecast of the development of fibres and fiber science in the next generation

Year

Super – functions

Super – Performance

Raw materials and production technology

2005

·     High sensitivity fibres

·     High performance antibacterial fibres

·     Super strong fibres substituting for asbestos

·     New fibres with multiple layers and diverse structure

·       After processing, workerless production of synthetic fibres.

·       Designing system to cope with consumer preference to personality

2015

·   Environmental change responsive fibers (intelligent fibers, having difference in performance)

·   Biodegradable fibres

·     Super-fibers in the second generation

·     Good cost performance super – fibers

·       Fiber recycling technology (having difference in technology)

·       Speedy cultivation on natural fibers

·       High speed spinning of 8,000- 10,000 m/min.

2025

·   Optical fibers (G1 –type POF)

·   Nerve fibres effectively conveying weak electric currents (artificial nerve)

·   Motion function retaining fibres (artificial muscle)

 

  • High performance plant fiber production technology
  • Environment friendly fiber production technology
  • More efficient rayon production process

2035

  • Superconductive fibers
  • Hazardous substance (NOx’ SOx’) absorbing fibers.
  • Uranium absorbing fibers.
  • Carbon fiber expanded into automobile use
  • Synthetic fiber materials made of non- petroleum material by carbon dioxide fixation etc.
  • Highly efficient production technology of natural fiber materials by biotechnology.

(www.ptj.com)

Lebih lanjut Menezez (2004) memaparkan beberapa sifat serat high/super function dan high  performance  adalah sebagai berikut:

·         Extreme function materials (displaying fiber functions to the full )

·         Super-biomimetic fibers (with a mechanism for displaying) to the functions of living bodies.

·         Intelligent fibers (capable of controlling the degree and type of functions according to environmental conditions)

·          Health Management fibers

·         Moisture – permeable, waterproof and medical fibers

·          Super- capillary fibers

·         Deodorant fibers

·         Thermal storage fibres

·         Fibre materials positively using the essential functions of fibers from their shape being thin and long.

·         Dynamic: strong tensile strength, elasticity

·         Physical : tolerance to heat and weather

·         Chemical: resistance to alkalies and acids

·         Physiological: comfortable to wear, feel

Dupont perusahaan dari Amerika  yang mengembangkan bidang kimia polimer telah memproduksi berbagai jenis serat sintetis seperti nilon, polyester dan yang cukup fenomenal adalah Lycra yang super elastis. Produk serat-serat sintetis dari Dupont ini merupakan manifestasi  serat high function dan high performance.  Dalam publikasi produknya di www.invista.com dapat dilihat berbagai produk inovatif dari Dupont  seperti Thermolite, Coolmax, Lycra, ESPR(serat polyester dengan Extra Stretch Performnce), Cordura dan Solarmax menawarkan bahan-bahan tekstil dengan nilai tambah tinggi. Perkembangan teknologi serat ini didukung dengan perkembangan mesin-mesin pertekstilan dari spinning, weaving, dyeing, printing dan finishing sehingga mampu mengolah serat menjadi bahan pakaian yang memiliki sifat-sifat unggul.

Hal ini berarti jika dikaji lebih dalam dan dipandang secara integrated teknologi busana tidak hanya seputar  jahit-menjahit saja namun teknologi busana berkembang seiring perkembangan IPTEKS. Terciptanya produk busana dengan nilai tambah tinggi baik dari aspek disain, material, teknologi dan nilai fungsinya di berbagai bidang kehidupan merupakan perpaduan teknologi tradisional, teknologi busana, teknologi tekstil, komputer, nano teknologi, bioteknologi, fisika, kimia dan berbagai disiplin ilmu terkait. Hal ini berarti untuk mengembangkan produk busana yang inovatif ternyata dibutuhkan berbagai pengetahuan dan wawasan teknologi yang cukup kompleks.

Teknologi Busana Saat Ini

                Perkembangan teknologi busana bisa dikatakan cukup revolusioner. Dari sekedar keterampilan menganyam, merajut dan menjahit secara manual dengan tangan dan peralatan manual kemudian berkembang ke peralatan mekanik dari skala rumah tangga hingga skala industri yang serba high speed.  Seiring perkembangan teknologi  yang membuat kehidupan di bumi menjadi serba digital mesin-mesin untuk pembuatan busana beserta hiasannya seperti bordir, payet dan lainnya sudah dilengkapi dengan sistem komputer sehingga mampu bekerja secara otomatis dan otonom.

            Saat ini telah ada mesin pengukur tubuh digital yang berbasis teknologi komputer seperti yang ditawarkan oleh Lectra yang di beri label Lectra 3D Body Measurement/3D Body Scanning  (lihat gambar 1) memungkinkan untuk mengambil ukuran tubuh dengan tingkat kepresisian yang tinggi terutama untuk membuat baju-baju yang pas di tubuh seperti yang sedang tren saat ini. 

Gb.1  Mesin pengambilan ukuran badan  digital, 3D Body Measurement dari Lectra (sumber Lectramag,2003:16) 

               

 

               

 

 

 

 

 

 

Di bidang pembuatan disain dan pola busana sekaligus teknik potongnya (Cutting) juga telah dikembangkan pembuatan disain busana sekaligus pola busananya dan pemotongannya secara CAD/CAM (Computer Aided Design/Computer Aided Machine). Dengan sistem data base dan dengan bahasa pemrograman komputer  terhadap berbagai motif dan corak disain serta bentuk pola-pola bagian tubuh memungkinkan mendisain busana sekaligus pola busananya serta pemotongannya dapat berlangsung secara terintegrasi dalam satu sistem komputer baik sofware, hardware,peralatan  input maupun output.    sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kreativitas dalam mengembangkan produk busana untuk mengantisipasi perubahan pasar yang cepat sehingga dapat  mengikuti, meramalkan dan menciptakan tren mode.

 

Gb.2 Komputer untuk mendisain busana dan membuat pola busana dilengkapi dengan mesin potong kain .

Sumber:Lectra Annual Report 2000

 

    

 

 

 

 

 

 

            Mesin jahit tidak hanya seperti yang kita lihat dan digunakan oleh para penjahit di sekitar kita. Mesin jahit industri telah berkembang pesat dengan kemampuan high speed dengan sistem otomatisasi dan otonomasinya. Demikian pula mesin-mesin pendukung seperti mesin pasang kancing, mesin lubang kancing, mesin pasang payet, gantungan baju   sistem ban berjalan. Demikian pula perkembangan mesin bordir dari alat bordir manual, skala rumah tangga hingga mesin bordir komputerise telah tersedia (lihat gambar 3).

Gb.3a

Gb.3b

Gb.3c

Gb3. a. Macam-macam mesin jahit industri

         b. Mesin Jahit otomatis dan Sistem gantungan baju otomatis.

         c. Mesin Bordir komputer

           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pakaian Cerdas

            Hampir semua orang yang mempelajari bidang busana baik secara formal maupun non formal        tentu berharap akan menjadi seorang disainer terkenal.  Hal ini mengakibatkan  mereka yang bergerak di bidang busana seringkali terfokus hanya pada pengembangan disain untuk produk busana. Memang tidak bisa dipungkiri unsur disain merupakain daya tarik utama. Komdisi ini mengakibatkan kajian teknologi pada proses perancangan dan pengembangan produk busana seringkali luput dari perhatian.  Padahal jika dikembangkan secara lebih luas produk busana tidak hanya sebatas busana yang serba gemerlap, mewah, indah seperti yang diperagakan para peragawati diatas catwalk. Produk busana dapat dikembangkan dari yang sekedar baju dipakai harian, dipakai untuk pesta, olahraga, sampai baju anti peluru, baju anti api, tahan kotor, baju luar angkasa dan baju high function di berbagai bidang kehidupan.

            Mereka yang menekuni bidang teknologi busana( pendidiakn tinggi busana)  seringkali terfokus untuk membuat baju yang serba indah, mewah, elegan dan gemerlap yang menonjolkan aspek disain. Jarang terfikir membuat baju yang  disainnya sederhana namun tetap modis yang memiliki nilai fungsi yang lebih tinggi melalui sentuhan teknologi. Sebagai contoh bagaimana membuat baju praktek mahasiswa otomotif (wearpack) yang tahan kotor dan anti bakteri , bagaimana membuat baju praktek las mahasiswa teknik mesin yang tahan api dan tahan kotor sehingga jika sedang praktek las bajunya tidak mudah berlubang terkena percikan api busur las dan tidak cepat kotor serta bagaimana membuat baju untuk mahasiswa ilmu olahraga yang cukup elastis sehingga mampu mengikuti pergerakan tubuh  namun tetap higroskopis.

            Produk-produk busana yang memiliki nilai fungsi yang lebih tinggi disebut dengan smart cloth dan bahan tekstilnya dikatakan sebagai smart textile .  Mukesh Khumar Singh (2004) mendefinisikan smart textile  sebagai berikut.

            Smart textiles are defined as textiles that can sense and react to environmental conditions or stimuli, from mechanical, thermal, chemical, electrical, magnetic sources”

 

Terciptanya bahan-bahan tekstil cerdas ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi di berbagi bidang seperti teknologi material, bioteknologi, nano teknologi, kimia, fisika, tekstil, kecerdasan buatan dan berbagai ilmu terkait lainnya. Untuk membuat bahan-bahan tekstil cerdas ini dapat dilakukan selama proses produksi dari serat hingga menjadi kain baik pada saat proses pembuatan serat (serat sintetis), proses pemintalan dan pertenunan maupun pada proses finishing (penyempurnaan). Mukhes Kumar Singh (2004) menyatakan generasi pertama bahan tekstil cerdas ini adalah pengolahan kain kapas sehingga memiliki sifat tahan kusut. Lebih lanjut Mukhes Khumar Sing (2004) mengklasifikasikan bahan tekstil cerdas menjadi 3 yaitu: (1) passive smart textile, (2) active smart textile, (3) Ultra smart textile.

     Produk busana yang tergolong passive smart textile adalah produk busana yang diberi sensor khusus untuk menerima rangsangan dari lingkungan. Produk busana pada katgori ini anrata lain pakaian yang mampu melindungi dari pengaruh sinar ultraviolet (Ultra Violet Protctor), Pakaian-pakaian yang dilengkapi dengan sensor yang terbuat dari serat optik seperti yang dikembangkan Georgia Institut of Technology berupa pakaian yang dilengkapi sensor electrocardiogram (ECG) yang mampu megukur suhu tubuh dan kerja jantung. Produk active smart textile adalah produk yang busana yang mampu menerima dan bereaksi terhadap rangsangan lingkungan. Produk yang masuk dalam kategori active smart textile ini adalah pakaian yang mampu berubah-ubah  warnanya (seperti bunglon)  sesuai dengan suhu  lingkungan baik perubahan suhu, adanya zat-zat polutan, adanya radiasi ultraviolet dan lain-lainnya. Ultra smart textile adalah sebuah upaya untuk memasukkan komponen-komponen elektronik menyatu ke dalam struktur kain sehingga diperoleh busana yang dilengkapi dengan peralatan elektronik seperti pakaian yang dilengkapi sistem  komputer, handphone, jaket yang bisa memainkan file-file MP3 (musik) dan lain-lainnya (Mukesh Khumar Singh, 2004).

Produk-produk smart textile/smart cloth memang belum memasuki tahapan komersialisasi atau boleh dikatakan masih sebagai sebuah proyek mercusuar. Namun yang terpenting adalah produk busana dapat dikembangkan tidak hanya dari eksplorasi aspek disain namun juga dapat  melalui eksplorasi material (serat), teknologi, dan nilai fungsinya di berbagai bidang kehidupan.

IMPLEMENTASI SENTUHAN TEKNOLOGI PADA RANCANGAN  BUSANA

            Menjadikan Indonesia sebagai pusat mode dunia bukanlah harapan kosong. Banyak potensi yang dimiliki negara kita. Jumlah penduduk yan besar merupakan pasar potensial disamping  Indonesia adalah salah satu eksportir tekstil dan produk tekstil (TPT) yang cukup disegani di pasar dunia. Namun yang menjadi masalah sejak dulu, perancang busana dalam negeri kesulitan mendapatkan tekstil produksi dalam negeri yang kualitasnya sudah diakui di tingkat internasional (Kompas Cyber media, 12 Nonember 2000). Dari fakta ini dapat diambil kesimpulan belum ada sinergi antara designer dan industri TPT.  Untuk mengatasi persoalan ini  pada skala makro tentu sangat sulit mengingat melibatkan banyak stakeholder terkait. Kunci persoalannya adalah bagaimana agar para perancang mendapatkan bahan yang berkualiatas. Solusi cepat dan jangka pendek adalah impor bahan dari luar namun tentu membutuhkan biaya yang tinggi dan tidak semua mamapu apalagi bagi disainer pemula. Untuk hal ini,  perlu diberikan kompetensi    teknologi kepada para perancang busana (Baca: lulusan pendidikan tinggi busana) untuk merekayasa bahan tekstil agar memiliki sifat-sifat khusus sehingga diperoleh bahan tekstil yang berkualitas sesuai keinginannya. Disinilah peran lembaga pendidikan busana dapat dioptimalkan. Misalnya dengan peningkatan pembelajaran dan penelitian di bidang tekstil finishing baik  yang bersifat umum seperti proses pre treatmen dan pewarnaan bahan tekstil maupun finishing khusus seperti penyempurnaan tolak air, tahan api, tahan kotor, tahan kusut dan lain-lainya.

            Perancang mode pada umumnya bekerja pada skala mikro melalui berbagai rumah mode. Rancangan busana yang dihasilkan adalah untuk produk perorangan. Demikian pula lulusan pendidikan busana tentu akan memulai usaha pada skala mikro (usaha rumahan).  Jika tidak didukung dana dan relasi yang cukup sangat sulit lulusan pendidikan busana merambah dunia mode (menjadi desainer ternama) yang serba gemerlap. Oleh karena itu sesuai tri dharma perguruan tinggi lembaga pendidikan tinggi busana perlu membantu lulusannya untuk membangun brand image dan bargaining power   lulusannya di dunia kerja. Jika masih berkutat pada kompetensi pengembangan disain tentu lulusan akan kalah start dapat tenggelam dengan para disainer yang sudah malang melintang di dunia mode dimana pada umumnya para perancang ini didukung oleh dana yang besar dan relasi yang cukup luas. Untuk itu perlu meningkatkan brand image dan bargaining power lulusan pendidikan tinggi bidang busana melalui peningkatan kompetensi bidang teknologi terutama proses rekayasa bahan tekstil. Untuk hal ini yang paling memungkinkan adalah penguasaan teknologi penyempurnaan tekstil. Melalui peningkatan kualitas dan kuantitas pembelajaran teknologi penyempurnaan tekstil diharapkan lulusan pendidikan tinggi  busana mampu memberikan nilai tambah produk tekstil yang digunakan untuk perancangan busana tidak hanya dari asepk disain namun juga sentuhan teknologi. Misalnya memberikan pengerjaan penyempurnaan tambahan seperti tahan kotor, tahan api, anti bau untuk bahan-bahan tekstil yang dibelinya di berbagai toko tekstil sebelum dirancang menjadi produk busana. Untuk hal ini lembaga pendidikan busana perlu melengkapi diri dengan laboratorium penyempurnaan tekstil dengan berbagai perlatan seperti mini padder, mini steamer, mini curing, mini pad steam , mini stenter dan lain-lainya.

            Dengan pengerjaan penyempurnaan tambahan yang dilakukan pada bahan tekstil yang dibeli dari toko-toko tekstil tentu akan dihasilkan produk busana yang tidak hanya indah namun juga memiliki sifat-sifat unggul dan nilai tambah fungsi diberbagai bidang kehidupan. Untuk membangun brand image dan bargaining power lulusan, salah satu jalannya melalui  penonjolan/pengungkapan teknologi dari hasil proses penyempurnaan yang dilakukan sebagai salah satu bagian dari promosi  pada rancangan busana yang dihasilkan. Model promosi ini  misalnya seperti iklan produk fashion inovatif di TV Media/DR TV.

            Di samping itu untuk memenuhi kebutuhan SDM yang qualified  di industri di bidang busana seperti industri garmen, penggunaan CAD/CAM untuk mendisain dan membuat pola busana sudah tidak bisa ditawar lagi.  Demikian pula penggunaan mesin jahit dan mesin bordir  high speed. Guna peningkatan kompetensi teknologi maka pengembangan SDM ( tenaga pengajar) di pendidikan teknik busana sebaiknya tidak terfokus pada bidang pendidikan saja namun juga perlu ke bidang ilmu terkait seperti kimia, teknik industri, teknik tekstil, bioteknologi, elektronika  dan lainnya untuk diaplikasikan pada pengembangan produk busana dari aspek teknologi. Keseimbangan dan perpaduan antara seni dan teknologi pada produk busana akan mengangkat daya saing produk busana sekaligus dapat mengangakat brand image dan bargaining power  pendidikan bidang  busana di masyarakat.

 PENUTUP

            Bidang kajian teknologi busana demikian luas dapat masuk di berbagai ranah/rumpun keilmuan. Perbedaan nama program studi bidang busana di berbagai universitas eks IKIP seiring perubahan nama Fakultas dari Fakultas Pendidikan Teknik dan Kejuruan (FPTK)  menjadi Fakultas Teknik (FT) mengindikasikan perbedaan persepsi di kalangan civitas akademi pendidikan teknik busana terhadap  bidang keilmuan busana. Dilain pihak SMK keahlian Tata busana sebagai pengguna lulusan masih dengan nama yang program studi Tata Busana. Hal ini tentu dapat membuat kebingungan bagi semua pihak terkait. Yang perlu diingat untuk menapaki kawasan teknologi seiring keberadaan pendidikan teknik busana di fakultas teknik tidak hanya cukup dengan pergantian nama program studi namun perlu pengembangan kompetensi teknologi menuju era high tech pada pendidikan tinggi busana. Hal ini menuntut perhatian para stake holder baik pemerintah, industri TPT , designer, media  dan civitas akademi pendidikan tinggi bidang busana.  Diperlukan kesatuan visi dan gerak langkah seluruh sivitas akademi pendidikan busana dalam mengembangkan pendidikan tinggi busana ke depan guna mendukung sektor industri mode (fashion dan garmen) maupun pengembangan SDM di era global.   

 Demikian luasnya pengembangan bidang busana seolah membawa kebingungan mau dibawa kemana pendidikan (keilmuan) bidang busana ke depan apakah  pada rumpun teknologi, rumpun seni, rumpun pariwisata, rumpun industri atau akan mengalir saja seperti yang berkembang saat ini ataupun bahkan berdiri sendiri sebagai satu kajian bidang ilmu tersendiri semua tergantung pada civitas akademi pendidikan tinggi bidang busana.

 

 

 

2 thoughts on “Menuju Smart Technology

  1. Dyahtri N.W. Astuti Juni 4, 2008 / 3:37 pm

    Tulisan yang apik, menggugah!
    Di Indonesia ini lebih banyak orang memandang tekstil sebagai subjek salah satu kebutuhan primer . Titik beratnya kepada segi fungsional dan estetika saja. Yang namanya riset di bidang busana umumnya masih banyak membuat orang bertanya-tanya, sejauh apa kepentingannya. Ada komentar skeptis, “jika lebih murah membeli sate, untuk apa repot-repot memelihara kambing, mengolah dan membuat sate sendiri, belum tentu lebih enak, lagi…”
    Ini pemikiran yang menggiring orang jadi komsumtif, sgt disayangkan…

  2. normal body temperature night Agustus 17, 2012 / 3:52 pm

    Way cool! Some extremely valid points! I appreciate you penning this
    article and also the rest of the site is also really good.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s