Pengembangan produk TPT

PENGEMBANGAN PRODUK TPT(Tekstil Dan Produk Tekstil)

MEMASUKI ERA GLOBAL

Oleh : Noor Fitrihana,ST

             

 

Pendahuluan

Kompleksitas permasalahan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional sangat beragam. Begitu banyak permasalahan itu, sampai-sampai kalau dipetakan pun sulit. Kendati begitu, dari berbagai sumber yang kami hubungi, setidaknya ada 9 point permasalahan TPT yang mendesak dan memerlukan penanganan sesegera mungkin. Kesembilan pokok permasalahan tersebut meliputi permsalahan manajemen kuota TPT; bahan bakar dan minyak, perpajakan (PPh), impor ilegal, transportasi dan infra struktur, keuangan, keamanan, otonomi daerah dan restrukturisasi mesin. (Indonesian Tekstil Magazine, 2002)

Disaat era perdagangan bebas sudah dimulai kondisi industri tekstil malah semakin terpuruk , disaat tingkat persaingan yang makin tinggi industri tekstil Indonesia malah dirundung berbagai persoalan. Dipicu dengan datangnya krisis moneter beberapa tahun lalu yang tak jua kunjung berakhir sampai saat ini. Ditambah lagi penghapusan kuota tekstil  dipasar dunia semakin membuat redup pasar tekstil Indonesia.  Seperti diketahui selama ini industri tekstil kita sebagian besar hanyalah sebagai pemegang lisensi merk-merk ternama didunia artinya mereka berproduksi didalam negeri namun produknya dilabeli dengan label luar negeri yang telah dikenal.  Dan tak bisa dipungkiri Industri tekstil kita selama ini masih tertolong dengan adanya aturan kuota tekstil dunia sehingga industri tekstil kita masih mampu bertahan karena mendapat limpahan order dari negara negara yang telah kelebihan kuota. Ditinjau dari sisi bisnis mungkin dirasa lebih save oleh para pelaku industri. Namun disaat aturan kuota dihilangkan yang akan dimulai tahun 2005 maka Industri tekstil sangat dimungkinkan tidak kelimpahan order yang berarti habislah bisnis mereka.<more>

Oleh karena perlu segera menciptakan dan mengembangkan produk TPT nasional  yang inovatif agar dapat diterima dipasar global. Dengan demikian kita harus mampu melakukan penetrasi pasar dengan produk sendiri artinya harus mampu menghasilkan dan memasarkan produk dengan brand/merk sendiri.  Konsekuensinya produk TPT kita harus  memiliki keunggulan dibanding produk dari negara lain untuk mampu bersaing di era global.  Yang jadi masalah adalah bagaimana mengembangkan produk TPT Indonesia agar mampu bersaing dipasar global disaat kondisi perekonomian negara dililit banyak masalah ?

Pengembangan Produk Tekstil Di Era Global

Produk tekstil secara umum dibuat berawal dari serat dipintal menjadi benang , benang ditenun menjadi kain , kain diproses finishing sehingga menjadi kain berwarna/bermotif serta memiliki sifat sifat tertentu sesuai penggunaannya. Dari kain dijahit hingga menjadi sebuah pakaian. Masing masing Proses produksi  pembuatan produk tekstil dapat dijelaskan seperti tabel berikut berikut :

Table .Pembuatan Produk Tekstil

Proses Produksi

Teknologi

Produk Tekstil

Mekanik

Kimia

Pembuatan Serat Alam

Pertanian (kapas, yute,linen),Peternakan (sutera,  wool)

Polymerisasi /polimer alam(Rayon Viskosa, Rayon Acetat)

Serat alam seperti sutera, kapas, wool, yute, linen, sisal,serat rayon

Pembuatan Serat Sintetis

Pemintalan leleh, kering  atau basah

Polymerisasi  

Filamen (Benang) dan

staple serat polyester , nilon  dll

Pembuatan Benang

 

Mesin Pemintalan

 

Tidak membutuhkan proses kimia secara signifikan

Benang kapas, benang polyester, benang campuran (kapas dan polyester) dll

Pembuatan Kain tenun/rajut

 

Mesin Persiapan Tenun, Mesin Tenun, Mesin Rajut

Penganjian untuk benang lusi yang akan ditenun

Kain tenun

Kain rajut

Pembuatan Kain Non Woven

Mesin kempa (mesin pres) dll

Teknologi kimia Tekstil (Resin, kimia analisis, kimia organic, Polimer dsb)

Kain non woven

Seperti kulit sintetis , Matras, Jas hujan, bahan parasit, terpal dsb

Pewarnanaan Tekstil

(Celup dan Cap)

Mesin Celup, Mesin printing(Cap)

Teknologi Kimia Tekstil (zat warna, obat Bantu, kimia fisika, kimia analisis dsb)

Kain berwarna (merah  hijau, kuning dsb), Kain dengan motif/gambar tertentu

Finishing (penyempurnaan bahan sehingga memiliki sifat sifat khusus)

Mesin penyempurnaaan(Mesin bakar bulu, desizing, bleaching, scouring, mercerisasi ,mesin sanforis,  spreading, heat setting, anti air, anti susut dsb)

Teknologi Kimia Tekstil (Resin, bioteknologi, kimia organic, kimia fisika,kimia analisis,polimer)

Kain halus, berkilau , langsai, kuat, kain untuk tujuan khusus seperti anti api, anti air dsb

Pembuatan Pakaian (Garmen)

Mesin jahit, pasang kancing,mesin potong, mesin prres, obras

Tidak ada proses kimia secara signifikan

Pakaian , kemeja , celana dsb.

 

            Untuk menghasilkan produk tekstil yang memiliki daya saing yang tinggi diera global maka perlu kiranya dilakukan pengembangan pengembangan dibeberapa bidang sebagai berikut:

a. Pengembangan Disain                                                                                                     

Perencanaan produk tekstil berawal dari pembuatan design tekstil (jenis serat, nomer benang, anyaman, warna, motif). Permainan warna dan kreatitivitas motif yang ada pada bahan tekstil adalah hasil   kreasi seni. Dari sentuhan kreasi seni inilah kita bisa menikmati baju dengan komposisi warna yang bagus dan  kita dapat memiliki  kain dengan motif yang indah . Hasil  karya para designer tekstil ini diolah/diterjemahkan oleh para engineer tekstil dalam bahasa mesin pintal, mesin tenun, mesin celup, mesin cap, mesin finishing sehingga design – design tersebut  dapat diproduksi dengan mesin-mesin  tekstil.  Hasilnya adalah bahan tekstil yang indah dan berkualitas serta nyaman dipakai sesuai fungsi penggunaannya.  Kemudian lewat sentuhan seni para praktisi mode (designer) jadilah busana yang indah , mewah dan nyaman dikenakan.

            Pengembangan disain dapat dilakukan dengan mengangkat kekayaan  ragam budaya Indonesia dari  sabang sampai merauke . Dimana setiap budaya memiliki tekstil tradisional yang memiliki motif motif yang sangat unik dan etnik. Jika motif motif tradisional ini mampu diangkat di pasar modern melalui pengembangan motif dengan diberi sentuhan gaya modern tanpa harus menghilangkan makna filosofi  yang menyertainya. Dapat pula dengan memperluas penggunaannya tidak hanya sekedar untuk bahan sandang, misalnya untuk desain interior rumah, mobil, pesawat  dsb tentulah akan menambah nilai seni dan nilai jualnya.

b. Penerapan IPTEK

                    Selain pengembangan disain, yang sangat diperlukan adalah dukungan teknologi untuk mewujudkan disain-disain yang indah menjadi produk tekstil yang berkualitas. Salah satu permasalahan industri tekstil adalah mesin mesin industrinya sebagian besar adalah mesin mesin lama yang umurnya lebih dari 15 tahun.  Direktur Tekstil Depperindag Subagio(2003) mengungkapkan sekitar 3,1 juta unit mesin tekstil berumur 15 tahun ke atas mendapat prioritas segera diganti karena mesin-mesin tersebut sudah sangat tua dan tidak mungkin diandalkan lagi untuk bersaing dalam mutu dan kuantitas. Upaya restrukturisasi mesin-mesin tekstil yang diutamakan sudah berusia di atas 15 tahun itu sebagai antisipasi menghadapi pasar bebas AFTA 2003, APEC 2010 dan ditiadakannya quota pada tahun 2005. Dukungan mesin mesin modern yang sudah serba komputerise dengan sistem otomasi dan otonomasi sangat diperlukan agar meningkatkan produktivitas dan  mampu menghasilkan produk tekstil dengan kualitas yang tinggi.
c. Penciptaan Trend Mode
               Bahan tekstil sebagian besar difungsikan sebagai bahan sandang (pakaian). Berbicara pakaian tentu bicara mode. Oleh karena itu para praktisi mode harus mampu mengangkat tekstil Indonesia melalui karya karya busana yang indah mempesona sehingga laku dipasar internasional. Disamping itu para praktisi mode  Indonesia diharapkan memberikan masukan melalui ide ide kreatifnya dan mampu membaca trend mode  yang memiliki visibilitas pasar dimata para pelaku industri sehingga para pelaku industri tekstil  memproduksi bahan bahan tekstil sesuai dengan kualitas yang diharapkan oleh para perancang sehingga produk tekstil kita mampu menembus pasar tekstil dunia.
d. Pengembangan SDM
               Bahwa untuk menghasilkan produk yang berkualitas tentulah tidak lepas dari dukungan SDM dibidang tekstil. SDMnya harus memiliki produktivitas dan kreativitas yang tinggi sehingga  mampu menghasilkan inovasi inovasi produk tekstil. Perlunya dukungan SDM ini  tentu lembaga pendidikan harus berperan dengan baik dari tingkat dasar, menengah hingga pendidikan tinggi terutama di bidang tekstil. Saat ini telah cukup banyak berkembang pendidikan tekstil baik ditingkat menengah seperti SMK tekstil di Pekalongan,Yogyakarta, Kendal dan Klaten. Demikian juga di tingkat pendidikan tinggi telah ada pendidikan tinggi tekstil seperti di Bandung, Jakarta, Surabaya, Solo dan Yogyakarta. Didukung banyaknya sekolah sekolah mode dan pendidikan tata busana di universitas eks IKIP.  Outpout dari lembaga lembaga pendidikan ini sangat diharapkan untuk mampu menjawab tantangan pasar global  pertekstilan dunia.
e. Inovasi Produk Melalui Aplikasi Teknologi
               Seiring perkembangan IPTEKS penggunaan bahan tekstil pun tidak hanya untuk produk sandang saja. Namun juga telah digunakan untuk sektor sektor lain seperti industri, militer, kesehatan, kontruksi. Di bidang industri, bahan  tekstil yang dibuat khusus untuk menjadi conveyor belt peralatan industri, dibidang kontruksi kita kenal adanya geotekstil dimana bahan tekstil berfungsi sebagai reinforcemen  untuk struktur tanah yang labil. Di bidang militer kita kenal adanya rompi anti peluru, dibidang olahraga kita juga mengenal pakaian balap yang mampu melindungi tubuh si pembalap walaupun terjatuh dalam kecepatan tinggi namun tidak lecet sedikitpun,  di bidang renang pada Olympiade Sydney beberapa tahun diperkenalkan pakaian renang berbahan serat lycra dan campurannya yang memiliki daya luncur yang bagus di atas air sehingga mampu mendongkrak kecepatan renang sipemakai.  Kalau anda menyaksikan tayangan tayangan “TV Media” kita bisa mendapatkan pakaian yang mampu memperindah bentuk bagian bagian tubuh tertentu. Di bidang disain interior bahan bahan tekstil pun dimanfaatkan untuk dekorasi ruangan, interior mobil , pesawat dsb.  Demikian luasnya penggunaan tekstil berarti  luas pula  pangsa pasarnya. 
               Oleh karena itu dalam mengembangkan produk tekstil tidak hanya secara konvensional pada bidang sandang saja namun juga harus membidik pangsa pasar tekstil  berbasis teknologi. Artinya pengembangan tekstil tidak hanya sekedar mengembangkan dalam bentuk keindahan, kenyamanan dan kemewahan berbusana sebagai fungsi konvensional bahan tekstil namun harus dikembangkan pula nilai tambah  fungsi tekstil   seiring kemajuan zaman dan perkembangan IPTEKS .
f. Political Will
                Memasuki pasar global tentulah produk yang dikembangkan harus memiliki daya saing yang tinggi. Bicara daya saing tentu harus bicara kualitas. Kualitas tentulah mempengaruhi harga. Penentuan harga tidak lepas dari biaya produksi. Komponen produksi tentulah terkait dengan banyak hal seperti pajak, tenaga kerja, bahan baku,dsb. Komponen - komponen produksi terkait dengan kebijakan ekonomi secara makro maupun mikro dari pemerintah termasuk stabilitas politik. Oleh karena itu pemerintah harus turut berperan dalam menciptakan stabilitas POLEKSOSBUDHANKAM di negara ini untuk iklim usaha yang kondusif. Beberapa perusahaan telah memindahkan kegiatan produksi ke negara tetangga seperti ke Malaysia dan Vietnam karena negara negara tersebut mampu memberikan iklim usaha yang baik. Untuk itu pemerintah perlu melakukan langkah - langkah strategis dimasa krisis yang tidak kunjung berakhir ini untuk mengembangkan sektor tekstil melalui kebijakan kebijakan yang menyegarkan iklim usaha tekstil seperti penurunan suku bunga , penurunan pajak impor kapas, penurunan harga BBm untuk industri , stabilitas hankam dsb.
h. Membangun brand image
               Sangat diperlukan penumbuhan kesadaran cinta produk dalam negeri, namun harus diikuti dengan pengembangan image bahwa produk dalam negeri  memiliki kualitas yang lebih dibanding produk asing. Tanpa bukti nyata melalui perbaikan kuliatas/mutu   dan  image produk dalam negeri  maka cinta produk dalam negeri hanyalah akan menjadi slogan belaka. Untuk mampu melakukan penetrasi pasar dengan baik pemilahan/segmentasi pasar produk tekstil menjadi sangat penting. Artinya kita harus mampu menentukan kemana produk kita akan dijual (sasaran konsumen), apa keinginan konsumen,bagaimana tingkat daya beli konsumen, siapa pesaing kita dan bagaimana strategi pemasaran yang tepat. 
               Upaya upaya pencitraan image produk Indonesia di dalam negeri maupun dunia internasional harus  segera dibangun jika produk TPT kita tidak ingin terlindas oleh serbuan produk dari luar negeri . Kita perlu mengembangkan  produk dengan merk dalam negeri. Seperti karya Itang Yunas salah seorang perancang Indonesia telah memproduksi blaser (pakain kerja wanita) dengan merk Tatum yang telah memiliki omzet yang cukup tinggi. Hal ini perlu segera diikuti oleh para perancang lainnya melalui kerja sama dengan industri garmen untuk dapat melakukan penetrasi pasar . Selama ini kebanyakan  perusahan tekstil kita hanya sebagai pemegang lisensi merk –merk luar negeri akibatnya walaupun  seluruh produk tersebut dibuat di Indonesia namun dipasar harganya selangit dan lucunya konsumen kita bangga menggunakan seolah olah benar benar produk luar padahal sebenarnya dibuat oleh perusahaan garmen disekitar kita. Dengan pengalaman memproduksi produk luar dapat kita jadikan acuan untuk membangun brand dalam negeri dalam menembus pasar global.
                Untuk membuat produk TPT agar mampu mencapai  Superbrand” dibutuhkan proses (waktu) serta inovasi terus menerus. Oleh karena itu jalinan kemitraan beberapa pihak yang terkait dengan industri TPT harus saling bekerjasama secara terus menerus hingga mampu memenuhi  kriteria superbrand yaitu mampu mendominasi pasar, mendapatkan kepercayaan pelanggan, memiliki pelanggan yang setia, mampu bertahan sepanjang waktu, serta diterima dihati pelanggan.
g. Promosi Terus menerus
                Industri sebagai pelaku ekonomi tentulah harus memperoleh keuntungan dari produk yang dihasilkannya. Untuk dapat memperoleh keuntungan tentulah produknya harus laku. Untuk dapat laku sebuah produk harus dikenal dimasyarat dan untuk dikenal tentu harus dipromosikan. Media promosi yang sangat  efektif adalah melalui media  cetak dan  elektronik. Demikian juga dalam pengembangan produk tekstil peran serta media cetak dan elektronik sangat diperlukan dalam memasarkan produk tekstil dalam negeri minimal untuk pangsa pasar domestik yang cukup potensial dimana Indonesia  termasuk  negara berpenduduk terbesar didunia. Selain itu penyebaran produk ke luarnegeri juga sangat diperlukan sehingga  masyarakat internasional mengenal aneka produk tekstil Indonesia. Disamping itu pemasaran melalui masyarakat Indonesia yang bermukim diluar negeri juga dapat sangat efektif dalam mengenalkan produk Indonesia.
               Dewasa ini sedang tren pemasaran sebuah produk dikemas dalam acara fashion show yang menawan. Kita ingat beberapa waktu yang lalu sebuah merek handphone (Siemen) meluncurkan produk barunya yang dikemas dalam fashion show dimana produk  HP tersebut dibawa  berlenggak lenggok oleh model yang mengenakan busana dengan rancangan yang disesuaikan dengan image produk HP tersebut. Sebuah pameran perlengkapan interior kamar tidur mewah (Merk Da Vinci) baru baru ini juga dibumbui dengan fashion show dari perancang kenamaan di Indonesia yang diharapkan mampu meningkatkan image produk tempat tidur tersebut . Artinya dari gejala promosi ini maka kalangan industri tekstil dan perancang mode dapat mempromosikan produk tekstil/rancangan busananya bersama misi misi dagang produk Indonesia lainnya yang bisa dikemas jadi satu sehingga efektif dan efisien.
               Strategi pengembangan tersebut harus dilakukan melalui sinergi kerjasama antara pihak pihak terkait seperti industri tekstil, pemerintah, lembaga pendidikan, praktisi mode,dan media cetak dan elektronik dalam membangun merk/brand dalam negeri dimana semua aspek diatas harus dilakukan bersama saling mengisi kekurangan satu dengan yang lain untuk menghasilkan produk yang unggul (berkualitas).
 Kesimpulan 

Kreativitas seni (Pengembangan disain) ,penerapan IPTEK, penciptaan trend mode , Inovasi produk tekstil, SDM yang profesional,  peningkatan entrepreneurship para Investor (Pelaku industri) , Stabilitas Poleksosbudhankam , serta promosi melalui media menjadi kunci pokok dalam membangun “image” produk TPT Indonesia di era global. Untuk itu memasuki era global perlu sinergi yang baik melalui pola kemitraan antara  industri, pemerintah, lembaga pendidikan dan para praktisi mode serta media cetak dan elektronik.Melalui pengembangan produk tekstil yang inovatif dan berkualitas maka Industri tekstil kita akan tetap eksis dipasar global dan tetap menjadi primadona ekspor non migas. Produk produk tekstil inovatif Indonesia akan membawa industri tekstil kembali bersinar di pasar global dan industri tekstil tidak menjadi sunset industri dimasa mendatang seperti yang dikhawatirkan selama ini.

2 thoughts on “Pengembangan produk TPT

  1. E.P.Tumbuan Agustus 17, 2008 / 10:44 pm

    pengembangan & Inovasi Teknologi & Industri tekstil harus melibatkan disiplin ilmu lain, seperti Material Science, Biotech.,Electronic seperti aplikasi PLC untuk pencegahan dini product fault& preemptive dalam process fault & Nanotech.

    Penggunaan Sampah seperti plastik telah lakukan menjadi kain.
    Dengan pengalaman 35 tahun di industri Kimia & Tekstil dari Proses produksi PTA s/d garment termasuk Marketing & Business development maka kunci dari Industri Tekstil di Indonesia bisa survive jika terdapat keseimbangan dari proses hulu sampai hilir sehingga Vertical Integrasi memperoleh nilai tambah.

  2. naimah Oktober 29, 2008 / 9:34 pm

    jangan lupa jaga lingkungannya juga…pendekatan ekologi industri gitu…:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s