Optimasi MS Power Point Untuk Edutainment

Optimasi MS Power Point Untuk Edutainment

oleh : Noor Fitrihana

Djaafar (2001,1) menyatakan dalam konsep teknologi pendidikan dibedakan istilah pembelajaran (instruction) dan pengajaran (teaching). Pembelajaran disebut juga kegiatan instruksional (Instructional) saja yaitu usaha mengelola lingkungan dengan sengaja agar seseorang belajar berperilaku tertentu dalam kondisi tertentu. Sedangkan pengajaran adalah usaha mebimbing dan mengarahkan pengalaman belajar kepada peserta didik yang biasanya berlangsung dalam situasi resmi (formal). Pembelajaran adalah rangkaian peristiwa kejadian yang mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga proses belajarnya dapat berlangsung dengan mudah.

Mengajar dikatakan berhasil jika anak – anak belajar sebagai akibat usaha itu (Nasution, 1995;5). Oleh karena itu dalam proses pembelajaran yang meliputi proses pengajaran dan pengelolaan kelas tujuan utamanya adalah bagaimana mengupayakan agar peserta didik belajar. Agar peserta didik mau belajar perlu diciptakan situasi belajar yang kondusif. Djaafar (2001,11) menyatakan situasi belajar mempunyai dua bagian, pertama adalah faktor eksternal dari luar yang berpengaruh terhadap orang yang belajar, kedua adalah faktor internal yaitu faktor yang berpengaruh dari diri orang yang belajar. Lynch dan Waters(1980) yang dikutip Situmorang (2004) menyatakan beberapa faktor penyebab kurangnya penguasaan materi perkuliahan bagi mahasiswa diantaranya adalah: (1) sistematika dan urutan materi kuliah yang belum mampu memotivasi mahasiswa belajar karena langsung mengajarkan materi kuliah yang tergolong sulit tanpa memberikan pengertian dasar yang diperlukan (mata kuliah prasyarat), (2) mahasiswa sering belajar dengan cara menghafal tanpa membentuk pengertian terhadap materi kuliah yang dipelajari, (3) materi kuliah yang diajarkan mengambang sehingga mahasiswa tidak dapat menemukan ‘kunci’ untuk mengerti materi perkuliahan yang sedang dipelajari, dan (4) dosen tertentu kurang berhasil menyampaikan ‘konsep’ bagi mahasiswa untuk menguasai materi yang diajarkan karena kurangnya penguasaan model pembelajaran. Berdasarkan faktor-faktor tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa proses penyampaian pesan/informasi dalam kegiatan pembelajaran selama inimasih dirasa masih kurang optimal. Oleh karena itu dalam kegiatan pembelajaran diperlukan adanya media pembelajaran sebagai alat untuk menyampaikan pesan/informasi secara lebih kontekstual.

Zainuddin (2004) menyatakan pada hakikatnya proses belajar mengajar adalah proses komunikasi yang harus diciptakan atau diwujudkan melalui kegiatan penyampaian dan tukar menukar pesan atau informasi oleh setiap tenaga pengajar dan peserta didik. Pesan atau informasi dapat berupa pengetahuan, keahlian, skill, ide, pengalaman, dan sebagainya. Melalui proses komunikasi, pesan atau informasi dapat diserap dan dihayati orang lain. Agar tidak terjadi kesesatan atau ambiguitas dalam proses komunikasi perlu digunakan sarana yang membantu proses komunikasi yang disebut media. Dalam proses belajar mengajar, media yang digunakan untuk memperlancar komunikasi belajar mengajar disebut Media Pembelajaran.

Kushartanti (2004:2-3) menyatakan banyak penelitian menemukan bahwa manusia belum maksimal dalam memakai otaknya baik untuk memecahkan masalah maupun menciptakan ide baru. Hal ini tidak lepas dari sistem pendidikan yang berlaku saat ini hanya terfokus pada otak luar bagian kiri. Otak ini berperan dalam pemrosesan logika, kata-kata, matematika, dan urutan yang dominan untuk pembelajaran akademis. Otak kanan yang berurusan dengan irama musik, gambar, dan imajinasi kreatif belum mendapat bagian secara proporsional untuk dikembangkan. Oleh karena itu tantangan ke depan adalah bagaimana menerapkan sistem pendidikan yang memungkinkan optimalisasi seluruh otak sehingga penerimaan, pengolahan,penyimpanan dan penggunaan informasi terjadi secara efisisen. Lebih lanjut Kushartanti (2004,19) menyatakan optimalisasi otak pada dasarnya adalah menggunakan seluruh bagian otak secara bersama-sama dengan melibatkan sebanyak mungkin indra secara serentak. Penggunaan berbagai media pembelajaran merupakan salah satu usaha membelajarkan seluruh bagian otak, baik otak kiri maupun kanan, rasional maupun emosional, atau bahkan spiritual. Permainan warna, bentuk, tekstur dan suara sangat dianjurkan. Dalam proses pembelajaran harus mampu menciptakan suasana gembira karena suasana gembira akan mempengaruhi cara otak dalam memproses, menyimpan dan mengambil informasi.

Berdasarkan uraian diatas untuk mencapai tujuan pembelajaran sangat diperlukan model dan media pembelajaran yang mampu mengoptimalkan kerja otak, baik otak kiri maupun otak kanan. Hal ini berarti kegiatan belajar mengajar yang dilakukan guru di kelas ataupun belajar mandiri di luar kelas oleh siswa perlu dilakukan dalam suasana belajar yang menyenangkan dan rileks namun mampu memusatkan dan melibatkan perhatian seluruh indra peserta didik dengan cara menampilkan materi pelajaran dalam bentuk teks, gambar, warna, tekstur dan suara yang menarik. Dengan kondisi ini maka transfer knowledge antara pengajar dan peserta didik dapat berlangsung dengan baik karena kerja otak akan optimal dalam menerima , menyimpan dan mengolah informasi tersebut menjadi pengetahuan baru, teknologi dan ide-ide kreatif.

Model dan media pembelajaran yang menghibur dan menyenangkan disebut dengan edutainment (education entertainment). Edutainment adalah salah satu bentuk media pembelajaran yang dipenuhi nuansa menghibur dan menyenangkan dan mudah dicerna oleh penontonnya. Media ini sangat relevan untuk dikembangkan di tengah gencarnya upaya pemerintah mensukseskan pemberlakuan kurikulum berbasis kompetensi. Sebagai media pendidikan yang bernuansa menghibur, perannya yang tidak hanya membantu tenaga pengajar tetapi juga membantu siswa/mahasiswa belajar mandiri dapat terealisasi dengan baik. Dalam rangka implementasi KBK, diversifikasi media pembelajaran adalah suatu keharusan. Pengembangan edutainment sebagai media pembelajaran merupakan momen yang tepat. . Lebih lanjut Zainudin menyatakan edutainment, merupakan media berbasis komputer, TV dan video instruksional. Pembuatannya melibatkan berbagai kalangan dan bersifat interdisipliner, mulai dari kalangan edukasi, kalangan yang terlibat dalam dunia perfileman sampai kepada kalangan yang bergerak secara khusus dalam bidang entertainment. Visualisasi ide dalam bentuk video instruksional sangat membantu pengauasaan materi dan dapat mempercepat pencapaian kompetensi. Visualisasi ide merupakan proses atau upaya agar sebuah pesan/ide dapat “digambarkan” dengan lebih nyata sehingga dapat dipahami secara mental. Visualisasi adalah mencoba mengurangi keabstrakan suatu konsep atau ide. Menurut teori, seseorang dapat mengingat hanya 10% dari apa yang pernah dibaca, 20% dari apa yang pernah didengar, 30 % dari apa yang pernah dilihat dan 50 % dari apa yang pernah didengar dan dilihat ( Zainuddin ,2004).

Perkembangan teknologi komputer baik hardware maupun softwarenya saat ini sangat mendukung untuk mengembangkan model pembelajaran edutainment sekaligus sebagai media pembelajarannya. Seperangkat komputer multimedia, dan aplikasi dasar program komputer Microsoft Windows dan Microsoft Office dapat kita gunakan untuk mengembangkan model dan media pembelajaran edutainment dengan biaya yang cukup murah. Seperti kita ketahuai bersama , saat ini program Micrososft Windows dan Microsoft Office merupakan program komputer yang sudah banyak dikuasai oleh sebagian besar masyarakat terdidik sehingga pengembangan model pembelajaran edutainment secara praktis dan sederhana dapat menggunakan media komputer dengan program Microsoft PowerPoint.

Aplikasi software Micrososft PowerPointXp yang sering digunakan untuk presentasi dapat dioptimalkan penggunaannya dengan memanfaatkan berbagai fasilitas yang dimilikinya seperti insert picture, table, grafik movie ,sound beserta efek animasinya (custom animation) dalam menampilkan teks dan gambar secara kolaboratif. Oleh karena itu Microsoft PowerPointxp sangat cocok untuk mengembangkan edutainment yang sederhana dengan murah dan mudah dalam penggunaan dan pengoperasiannya

13 thoughts on “Optimasi MS Power Point Untuk Edutainment

  1. windah Oktober 12, 2008 / 11:00 pm

    mbak,boleh tau referensi dr artikel mbak selengkapnya?
    thanks ya mbak…..

  2. b4d3 Oktober 13, 2008 / 10:32 am

    Referensinnya ini mbak windah
    saya email kok bounching?

    Anonim (2003), Kolaborasi Program Microsoft Office, Penerbit Madcom dan Andi, Yogyakarta
    Djafaar, Tengku Zahara (2001) , Kontribusi Strategi Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar , penerbit Subag Publikasi Sekretariat Badan, Universitas Negeri Padang , Padang.

    Kushartati , Wara BM, (2004), Optimalisasi Otak Dalam Sistem Pendidikan Berperadaban, disampaikan dalam pidato dies ke – 40 UNY tanggal 22 Mei 2004 , Yogyakarta.

    Nasution, S (1995), DIDAKTIK Asas Asas mengajar, penerbit Bumi Kasara, Jakarta

    Situmorang, Manihar (2004) , Inovasi Model-Model Pembelajaran Bidang Sain Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Mahasiswa, CD ROOM kumpulan makalah Konaspi V, Unesa, Surabaya.

    Zainuddin M.(2004) , Inovasi Model-Model Pembelajaran Perspektif Edutainment Sebagai Media Pembelajaran Berbasis Luas, CD ROOM kumpulan makalah Konaspi V, Unesa, Surabaya.

  3. windah Oktober 20, 2008 / 10:25 pm

    trm ksh atas jwbnnya ya mbak…
    kbtln saya sdg mengerjakan skripsi yg berkaitan dengan judul artikel mbak, tepatnya pemanfaatan power point dlm pengajaran kimia materi hukum dasar dan perhitungan kimia, krn itu sy pgn cari banyak bahan, akhirnya ketemu deh artikel mbak….
    mohon bantuannya lagi ya mbak…
    nih email addrs windah :
    http://www.whyrin_atjg@yahoo.co.id
    thanks sooooooooo much???????????????

  4. Mutiara Syahidah Januari 11, 2009 / 11:40 am

    Thanks ya mabk…..
    saat ini saya sdng ngerjakan skripsi yang ada hubugannya dengan konsep edutainment. ya meskipun penejalasannya di artikel mbak cuma sedikit tapi lumayanlah untuk tambahan referensi. o ya mbk klo bisa penjelasan ttg edutaimentnya ditambah ya…..!
    mohon bantuannya ya!!!!!!!thanks

  5. akhid Maret 4, 2010 / 7:49 am

    mbak saya ambil judul skripsi penggunaan media edutaiment untuk meningkatkan pemahaman dan prestasi siswa smk…..
    identifikasi masalah saya bingung karna ambil mapel sistem bahan bakar
    bisa gg mbk low pembahasan media itu di aplikasikan ke mapel tersebut
    sebelomnya makaseh
    atow low da skripsi yng judulnya mirip tlng tambah referensinya

  6. akhid Maret 22, 2010 / 11:30 am

    tolong dong saya mau beli kalo ada media pembelajaran menggunakan makro media flash sisitem bahan bakar”

  7. akhid Maret 22, 2010 / 11:41 am

    mbak noor referensina mana kok cm bisa aja”
    kata edutaitment itu aja penjelasanya gmn”

  8. renny Desember 10, 2010 / 10:57 am

    mbak..mau tanya dimana saya bisa mendapatkan referensi Zainuddin M.(2004) , Inovasi Model-Model Pembelajaran Perspektif Edutainment Sebagai Media Pembelajaran Berbasis Luas, CD ROOM kumpulan makalah Konaspi V, Unesa, Surabaya ???
    saya kesulitan mencari referensi tentang media edutainment untuk skripsi saya..

  9. lina mufidah Maret 9, 2012 / 11:27 pm

    Pak Kajurku Cowok mbak2nnyaa itu fotonya ada,,,, pak saya mahasiswa bapak juga tambah referensi ttg edutainment pak nur . trimakasih

  10. Effie November 16, 2012 / 4:34 pm

    There’s definately a great deal to know about this issue. I really like all of the points you’ve made.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s