PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING BANGSA

PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING BANGSA

oleh: noor fitrihana

Pengembangan kecakapan kerja dalam program pendidikan dan pelatihan harus mengacu pada kebutuhan pengguna (kebutuhan masayarakat dan industri). Salah satu cara adalah dengan mengidentifikasi persyaratan yang ditetapkan oleh industri besar dalam merekrut tenaga kerja mereka. Disamping kecakapan vokasional, industri juga menuntut beberapa kecakapan lain seperti yang terlihat dalam table 1 berikut ini:

Afektif & Sosial Skills

Thinking Skills

Good in relationship building and team leadership,Willing to work under pressure and tight deadline, Excelent communication and negotiation skills, Cooperative, Strong leadhership, Hardwrker, Achievment oriented, Ability to function as part of team, self confident, willing to learn able to work indiependently, Self motivated and result oriented, Good team player, Strong interpersonal skills, Pleasant personality, Positive attitude, Dynamic, Self driven team player, energetic and friendly, Eager to face motivation chalengges, Mature .

Have strong conceptual, analytical, strategic, and creative thinking

Demontrated initiative to solve problems, Sound strategic skills and analytical skills, innovative, high inteligency, Ability analyzing trends and development in society, Problem solving skills, Systematic approach, innovatif and proactive

(Mohammad Nur , 2004 )

Dari data kecakapan di atas dapat dikatakan bahwa hasil dari proses pembelajaran tidak hanya cukup membuat siswa menguasai sebuah ilmu pengetahuan ( transfer knowledge) tetapi juga bagaimana memanfaatkan dan mengimplementasikan ilmu pengetahuan tersebut untuk mengatasi berbagai problema hidup setelah terjun di masyarakat. Dalam mengimplementasikan dan memanfaatkan ilmu pengetahuan yang dipelajari di sekolah untuk bermasyarakat dan meningkatkan taraf hidup (bekerja) tentu perlu didukung kemampuan bersosialisasi, bersikap dan berfikir di samping kemampuan akademik dan vokasional.

Pada tahun 2002 Departemen Pendidikan Nasional meluncurkan konsep pendidikan berorientasi pada kecakapan hidup (PBKH). Dalam konsep PBKH proses pendidikan harus membekali peserta didik dengan kecakapan hidup yaitu keberanian menghadapi problema hidup dan kehidupan secara wajar tanpa merasa tertekan. Pendidikan yang dapat mensinergikan berbagai mata pelajaran /mata diklat/mata kuliah menjadi kecakapan hidup yang diperlukan seseorang, dimanapun ia berada, bekerja atau tidak bekerja, apapun profesinya.

Mulyani Sumantri (2004) mengutip pendapat para ahli tentang definisi kecakapan hidup (life skills), di antaranya adalah:

a. Life skills are the foundation of our work ethic, our character, and our personal behavior (Penn State, College of Education, 2003).

b. Kecakapan hidup adalah kecakapan yang dimiliki oleh seseorang untuk mau dan berani menghadapi problema hidup secara wajar tanpa merasa tertekan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehinga akhirnya mampu mengatasinya (Tim BBE Depdiknas, 2001: 9).

c. In essence, lif skills are an “owner’s manual” for the human body. These skills help children learn how to maintain their bodies, grow as individuals, work well with others, make logical decisions, protect themselves when they have to and achieve their goals in life (Kent Davis, 2000).

d. Life skills include a wide range of knowledge and skill interactions, believed to be essential for adult independent living (Brolin dalam Goodship, 2002:1)

Tim Broad Based Education (Tim BBE, 2002) memilah kecakapan hidup menjadi 4 jenis yaitu :

a. Kecakapan personal (personal skills) yang mencakup kecakapan mengenal diri (self awareness) dan kecakapan berpikir rasional (thinking skill)

b. Kecakapan social ( social skill)

c. Kecakapan akademik (Academic skill)

d. Kecakapan vokasional (Vokasional skill)

Terdapat banyak sekali rincian dari apa yang disebut dengan kecakapan hidup. Dalin dan Rust (1996) menyatakan bahwa the essential skills terdiri dari: (1) communication skills, (2) numeracy skills, (3) information skills, (4) problem solving skills, (5) self management and competitive skills, (6) social dan co-operation skills, (7) physical skills dan (8) work and study skills, serta (9) attitude and values. Pada Curriculum Reform di Hongkong (2002) rincian tersebut disebut dengan: (1) communication, (2) critical thinking, (3) creativity, (4) collaboration, (5) information technology skills, (6) numeracy, (7) problem solving, (8) self management, dan (9) study skills, kemudian ditambah yang bersifat attitude, yaitu: (10) perseverance, (11) respect to others, (12) responsibility, (13) national identity, dan (14) commitment. Korea Selatan membagi life skills menjadi: (1) basic literacy, (2) key skills, (3) citizenship, dan (4) job specific skills (Eun-Soon Baik & Namhee Kim, 2003). Philippines membagi life skills menjadi: (1) self awareness, (2) empathy, (3) effective communication, (4) interpersonal relationship skills, (5) decision making and problem solving skills, (6) creative thinking, (7) critical thinking, (8) dealing/managing/coping with emotions, (9) dealing/managing/coping with stress, dan (10) production (entrepreneurship) skills) (dalam Muchlas Samani, 2004).

Dari pengertian dan aspek-aspek kecakapan hidup di atas maka ukuran kualitas sumber daya manusia (SDM) dapat ditinjau dari seberapa banyak mereka memiliki keunggulan dari aspek-aspek kecakapan hidup tersebut. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana menciptakan SDM yang berkualitas dan berdaya saing tinggi di era global. Jika kualitas SDM ditinjau dengan dimensi kecakapan hidup maka sistem pendidikan dan pola pembelajaran di kelas harus dilaksanakan dengan pendekatan kecakapan hidup. Hal ini berarti setiap mata pelajaran/mata diklat/mata kuliah harus mampu mengembangkan aspek-aspek kecakapan hidup pada diri peserta didik. Seperti yang diungkapkan oleh Tim BBE (2002) bahwa mata pelajaran adalah alat untuk mengembangkan kecakapan hidup sehingga untuk mengembangkan kecakapan hidup tidak perlu mengubah kurikulum atau memunculkan mata pelajaran baru. Pendidikan kecakapan hidup yang tidak tertuang secara eksplisit dalam kurikulum (hanya sebagai substansi non instruksional) dan bukan sebuah materi pelajaran yang memiliki silabi dan buku referensi dalam pengimplementasiannya menuntut kreatifitas guru sebagai agent of change dalam proses pembelajaran menuju kualitas pendidikan yang unggul dan daya saing bangsa di pasar global.

Daya saing bangsa sangat ditentukan oleh kualitas SDMnya. Pembentukan kualitas SDM sangat ditentukan oleh sistem pendidikan baik di jalur formal, infornal dan non formal pada semua jenjang pendidikan dari dasar, menengah hingga tinggi. Kualitas SDM dapat diukur dari aspek-aspek kecakapan hidup. Untuk itu pendidikan yang berorientasi pada kecakapan hidup sangat penting untuk diimplementasikan guna membangun daya saing bangsa.

12 thoughts on “PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING BANGSA

  1. Widodo Agustus 20, 2008 / 10:15 am

    Saya butuh info lengkap mengenai aplikasi pendidikan kecakapan hidup di SMP, Help me please . . .

  2. Noor Fitrihana Agustus 20, 2008 / 10:35 am

    Aplikasi pendidikan kecakpan hidup pada dasarnya adalah bagaimana kita mampu mengkaitkan problema kehidupan nyata dimasyarakat dan pemecahan ke dalam materi pembelajaran untuk menumbuhkan aspek kecakapan hidup yang hendak dikembangkan. Bagaimana pelaksanaannya di smp? Siwa smp umumnya melanjutkan ke jenjang lebih tinggi untuk itu yang perlu difokuskan adalah ke aspek kecakapan akademik (How To Learn) tanpa mengesampingkan kecakapan sosial dan personal. Sedangkan untuk kecakapan vokasional bisa diajarkan keterampialan dasar bidang tekstil misalnya sablon, menjahit/konveksi, kerajinan, keterampilan memasak, maupun keteramplan elektronik dan perbengkelan (otomotif), pertanian (tanaman hias). Pengembangan kecakapan vokasional diupayakan untuk selaras dengan pendidikan lanjutan yang mungkin hendak ditempuh sesuai potensi lokal (jurusan yang ada di SMK). Pengembangan kecakapan vokasional sebaiknya dikemas dalam konteks menumbuhkan jiwa entrepreneurship.

  3. Jonathan Haryanto Oktober 14, 2008 / 3:58 pm

    India berhasil melakukan ini melalui pendidikan ilmu pengetahuan (Iptek) dan mengambil praktek know-how (kecakapan teknik) terbaik dari perusahaan-perusahaan asing yang melakukan outsourcing ke India, dan menyempurnakan teknik-teknik itu. Tidak percuma selama ini negara itu sangat peduli dengan pendidikan. Berkat warisan pendidikan dan pengetahuan dari Inggris, orang-orang India memiliki kualitas profesional kelas dunia.

  4. geri aldrin September 11, 2009 / 1:49 pm

    tolong bantu saya donkk

  5. geri aldrin September 11, 2009 / 1:52 pm

    tolong bantu saya ya
    saya perlu seluk beluk tentang kecakapan hidup
    tolong banget ya, makasih ya

  6. ayu putri September 16, 2009 / 1:05 pm

    tolong bantu saya. . .
    saya ingin tahu tentang kecakapan hidup dan
    kecakapan dilema keluarga. . .
    tolong banget ya. . .
    makasi. . .

  7. arief wahyu p September 23, 2009 / 7:45 am

    Salam kenal…
    saya mohon diberikan informasi dan saran mengenai penerapan program kecakapan hidup dalam peroses pembelajaran khususnya di tingkat SMK..
    dan saya mohon diberikan beberapa literatur pendukung dari teori2 dan contoh keberhasilan dari program kecakapan hidup pada sekolah tingkat SMK….

    Trimakasih

  8. widya Desember 6, 2009 / 9:01 am

    Kami akan mengembangkan pendidikan kecakapan hidup (Life skill education) di Perguruan Tinggi, khususnya pada program studi PGSD yang akan melajirkan calon guru/pendidik dimasa depan.

  9. Muslimin Desember 7, 2009 / 2:21 pm

    Aslm….
    Tolong bantu saya…
    Saya Lagi kesulitan nyari indikator dan deskriptor dari kecakapan akademik…
    tolong saran nya ya…

  10. agus isnadi Desember 15, 2009 / 1:27 pm

    Salam sejahtera, bila berkenan.. tolong beri kepada kami perihal “Pendidikan Kecakapan Hidup”. Saya perlu utk pengembangan di sekolah kami. terima kasih .

  11. SRI SANTOSO Maret 20, 2011 / 11:28 am

    Di sekolah maseh susah, mencari model Pendidikan Kecakapan hidup, apalagi saranya kadang tak sesuai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s