PAKAIAN CERDAS: Fashion Sebagai Media Penerapan Teknologi

PAKAIAN CERDAS: Fashion Sebagai Media Penerapan Teknologi

Oleh Noor Fitrihana

Abstrak

Bahan tekstil adalah sebuah benda yang selalu menyertai aktivitas manusia di dunia hingga terkubur ke liang lahat. Dari hanya untuk pembersih, dekoratif interior, asesoris, barang kerajinan hingga untuk fashion baik saat masih hidup maupun meningal dunia. Melihat luasnya penggunaan tekstil oleh manusia maka bahan tekstil memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Oleh karena itu banyak ahli dari berbagai bidang ilmu berkolaborasi melakukan penelitian untuk menghasilkan bahan tekstil yang berkekuatan tinggi, halus dan memiliki nilai tambah fungsi di berbagai bidang kehidupan. Konvergensi dari berbagai disiplin ilmu tersebut menghasilkan bahan tekstil yang mampu memberikan respon terhadap kondisi lingkungan seperti perubahan suhu, perubahan cuaca, mendeteksi gerakan dan lain sebagainya sehingga memmberikan manfaat khusus bagai si pemakainya. Dengan kombinasi kekuatan serat, sifat bahan, proses fabrikasinya dan integrasi sistem elektronik menjadikan bahan tekstil memiliki kecerdasaan merespon lingkungan. Tulisan ini akan mereview pengembangan dan aplikasi smart textile yang sedang berkembang saat ini.

Kata Kunci: Tekstil , Smart textile, smart cloth, electronic textile


Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak bisa lepas dari bahan tekstil. Bahan tekstil akan melekat pada tubuh manusia sejak lahir hingga masuk ke liang kubur. Dengan kata lain bahan tekstil selalu menyertai seluruh aktivitas manusia selama di dunia. Dengan demikian bahan tekstil memiliki potensi yang sangat tinggi untuk dikembangkan menjadi sebuah produk yang memiliki berbagai fungsi khusus dalam kehidupan manusia. Hal ini mendorong para ahli dari berbagai disiplin ilmu berupaya menerapkan/mengintegrasikan berbagai perkembangan teknologi terkini ke dalam struktur bahan tekstil. Misalnya dengan mengintegrasikan berbagai komponen elektronik seperti kamera, sensor, telephone dan berbagai peralatan canggih lainnya pada struktur tekstil sehingga menjadikan bahan tekstil tersebut menjadi lebih interaktif .

Pengembangan tersebut diperoleh dari hasil konvergensi perkembangan teknologi dari berbagai bidang seperti teknologi kimia, teknologi permesinan, teknologi informasi dan elektronika, bioteknologi, nanoteknologi, dan teknologi pembuatan bahan-bahan baru dari sumber-sumber berkelanjutan (sustain­able resources).

Dengan perkembangan teknologi dan rekayasa serat menjadikan fungsi tekstil tidak hanya untuk bahan sandang, barang kerajinan ataupun assesoris rumah tangga saja namun lebih dari itu bahan tekstil mampu menjadi alat perlindungan/keselamatan, hiburan maupun kesehatan. Dengan berbagai modifikasi dan rekayasa teknologi tersebut bahan tekstil dapat memenuhi persyaratan teknis untuk berbagai keperluan khusus seperti di bidang kesehatan, militer dankonstruksi, permesinan .

Disamping pengembangan di bidang rekayasa sifat serat, saat ini bahan tekstil juga dikembangkan untuk dapat bereaksi terhadap kondisi lingkungan dengan mengintegrasikan microelectronik/chips ke dalam struktur tekstil. Peralatan elektronik ini dirancang fleksibel, elastik dengan ukuran sangat kecil tanpa mengurangi fungsi dan kemampuannya agar dapat dintegrasikan pada struktur bahan tekstil. Produk tekstil dengan berbagai nilai tambah fungsi tersebut di sebut smart textile (tekstil cerdas). Smart textile seringkali juga dikenal dengan istilah smart fabric, smart cloth, wearable computer, electronic textile dan intelligence textile.

Tulisan berikut akan membahas tentang definisi, pengembangan dan aplikasi smart textile pada berbagai bidang kehidupan.

B. DEFINISI, STRUKTUR DAN PENGEMBANGAN SMART TEXTILE

Deguillemont (2003) memberikan definisi smart textile sebagai bahan tekstil yang mampu memberikan respon sesuai permintaan terhadap berbagai kondisi lingkungan seperti panas, kimia, biologi, elektromagnetik, listrik statis dan lainnya. Sedangkan menurut Singh (2004) smart textile adalah tekstil yang mampu merasakan dan merespon terhadap kondisi atau rangsangan lingkungan dari mekanik, kimia, listrik dan medan magnet. Dari definisi tersebut maka struktur smart textile terdiri dari 2 komponen utama yaitu:

1. Bahan Tekstil Dengan Sifat Khusus ( High Permorfance dan High Function)

2. Micro electronic System (Fiber optic, conductive fiber, Sensor, aktuator dan kontrol)

Sumber: Meoli dan Plumlee (2002), Menezes (2003), Deguillemont (2003), Sing (2004), Widodo (2004)).

Berdasarkan struktur dan sifat bahan smart textile maka pengembangan produk smart textile dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan proses baik secara mekanik, kimia, elektronik ataupun dengan menggabungkan dua atau ketiganya sekaligus (Meoli dan Plumlee (2002), Menezes (2003), Deguillemont (2003), Sing (2004), Widodo (2004)).

Pembentukan material smart textile dilakukan dari atau saat proses pembuatan serat (polimerisasi), pembuatan benang (pemintalan), pembuatan kain (pertenunan) dan pada proses penyempurnaan (finishing) hingga pada saat proses penjahitan. Pada saat proses tersebut diberikan senyawa-senyawa kimia khusus dan berbagai peralatan elektronik (serat optik, sensor, aktuator, komunikasi, prosesor) sehingga bahan tekstil memiliki sifat-sifat khusus dan mampu bereaksi dengan lingkungan sesuai kondisi yang diharapkan.

Perkembangan teknologi serat tekstil saat ini tidak bisa dilepaskan dari perkembangan IPTEKS secara global. Widodo (2004) mengungkapkan rekayasa sifat serat dan integrasi berbagai senyawa kimia dan elektronik ke dalam bahan tekstil dipengaruhi oleh kemajuan di bidang nanoteknologi. Nanoteknologi secara literal dan se­der­hana dapat dipahami sebagai teknologi yang bekerja pada skala nano, yaitu skala atom dan molekul. Secara konsep, nanoteknologi didefinisi­kan sebagai teknologi yang memung­kinkan ken­dali struktural tiga-dimensi se­cara penuh atas bahan, proses dan alat (de­vices) pada skala atom. Artinya, teknologi ini memungkinkan orang un­tuk membuat suatu produk dengan sifat apapun yang diinginkan melalui penga­turan struktur bahan pada skala atom.

U.S. Patent and Trademark Office (USPTO) lembaga paten Amerika telah mencatat pemanfaatan nanoteknologi di bidang tekstil dengan nomer paten USPTO No. 2003/0013369 yaitu bahan tekstil yang memiliki kemampuan untuk melepas­kan wewangian, biosida, dan anti-jamur se­cara terkendali melalui pembentukan ikatan kovalen antara serat tekstil dengan partikel nano yang bersifat “textile reactive (Widodo, 2004). Dengan perkembangan nanoteknologi memungkinkan berbagai peralatan canggih dibuat menjadi lebih kecil, lebih lembut, lebih kuat, lebih elastis dan memiliki berbagai sifat khusus baik mekanik maupun kimiawi untuk digunakan di berbagai bidang kehidupan. Oleh karena itu trend penelitian ke depan diprediksikan akan mengarah pada pemanfaatan nanoteknologi di berbagai bidang ilmu

Proses nanoteknologi juga digunakan untuk merekayasa sifat serat tekstil agar memiliki kemampuan dan nilai fungsi yang tinggi. Beberapa pusat penelitian di berbagai negara saat ini terus mengembangkan material tekstil dengan kemampuan luar biasa. Menezez (2003) meramalkan perkembangan sifat-sifat serat tekstil ke depan seperti pada tabel 1 berikut ini:

Tabel.1 Perkembangan Teknologi Serat Ke Depan

Forecast of the development of fibres and fiber science in the next generation

2015

Environmental change responsive fibers (intelligent fibers, having difference in performance) , Biodegradable fibres , Super-fibers in the second generation

Good cost performance super – fibers , Fiber recycling technology (having difference in technology) , Speedy cultivation on natural fibers

High speed spinning of 8,000- 10,000 m/min.

2025

Optical fibers (G1 –type POF)

Nerve fibres effectively conveying weak electric currents (artificial nerve)

Motion function retaining fibres (artificial muscle)

High performance plant fiber production technology

Environment friendly fiber production technology

More efficient rayon production process

2035

Superconductive fibers

Hazardous substance (NOx’ SOx’) absorbing fibers.

Uranium absorbing fibers.

Carbon fiber expanded into automobile use

Synthetic fiber materials made of non- petroleum material by carbon dioxide fixation etc.

Highly efficient production technology of natural fiber materials by biotechnology.

Bahan-bahan yang terdiri dari lapisan konduktor, benang konduktor, serat konduktor, sensor, fungsi elektronik pada polimer tekstil dan Serat/polimer di integrasikan pada pada bahan tekstil melalui proses pembentukan tekstil seperti polimerisasi, pelapisan, pemintalan, pertenunan ataupun penyempurnaan. Seperti yang terlihat pada Prototiping smartcloth (gambar 3) yang dikembangkan di Georgia Institute memperlihatkan bagaimana serat optic, sensor, Tranceiver, dan microphone dianyam pada sebuah model baju untuk memonitor tubuh penggunanya dan memperikan data melalui jaringan nir kabel pada sebuah peralatan monitor (Meoli dan Plumlee, 2002).

C. APLIKASI SMART TEXTILE

Berdasar laporan Venture Development Corporation(VDC, 2002) sebuah lembaga yang bergerak di bidang teknologi, penelitian dan strategi pasar menyatakan bahwa smart Fabric/Interactive textile akan memasuki pasar untuk ditujukan pada kepentingan bidang kesehatan, keamanan publik, militer, olahraga dan lainnya. VDC juga meramalkan pertumbuhan pasar smart textile akan bergerak cepat karena telah banyak perusahaan yang mengembangkan aplikasi smart textile seperti, Sensatex, DuPont, ADA, Foster-Miller, Santa Fe Science and Technology, SOFTswitch, dan International Fashion Machines.

Berikut beberapa produk smart textile yang telah dikembangkan di berbagai Negara:

1. Intelligent knee-sleeve: Intelligent Polymer Research Institute dan Biomedical Science di Universitas Wollongong beker­jasama dengan CSIRO Textiles and Fibre Technology (masing-masing adalah lembaga pendidikan tinggi dan lembaga penelitian terkemuka di Australia) telah mengembang­kan suatu pembungkus lutut yang biasa dike­nakan para atlet dengan fungsi dan kemam­puan khusus sebagai alat berlatih untuk me­lakukan gerakan-gerakan yang aman, efisien dan efektif. Pembungkus tersebut dilapisi dengan bahan polimer konduktif dan dileng­kapi serangkaian sensor yang dapat mende­teksi perubahan bentuknya. Pembungkus akan mengeluarkan bunyi bila tekukan lutut ada pada posisi terbaik. (Widodo, 2004)

2. SOFTswitch adalah sebuah perusahaan di Inggris yang mengkhususkan kegiatannya pada pengembangan kain dengan teknologi peka sentuhan dan interaktif. Dengan me­manfaatkan nanoteknologi suatu bahan teks­til dimungkinkan untuk berfungsi sebagai antarmuka pengendali berbagai macam pe­rangkat elektronik menggantikan tombol-tombol atau saklar yang biasa kita kenal, keypads, dan keyboards. Kemungkinan a­plikasinya bisa berupa sebuah jaket yang berhubungan dengan telepon seluler, remote control televisi yang “dijahitkan” pada le­ngan kursi, atau bisa juga saklar lampu pe­nerangan rumah yang ditanamkan pada kain tirai atau karpet. (Dina Meoli dan Tracy Mae-Plumlee (2002), Deguillemont (2003), Sing (2004), Widodo (2004)).

3. Interactive Jacket: Sebuah produk jaket yang diintegrasikan dengan peralatan komunikasi dan GPS (Global positioning System).Dengan menggunakan jaket ini maka pemakai dapat mendengarkan musik MP3, melakukan komunikasi, dan diketahui lokasi keberadaannya.

4. Pakaian untuk memonitor kesehatan tubuh

Pakaian ini dapat digunakan untuk mengukur dan memonitor detak jantung, pernafasan, aliran darah, suhu badan selama 24 jam penuh selama di pakai.

Berbagai aplikasi smart textile untuk pakaian kesehatan (Inteligent biomedical cloth/ Health monitoring cloth), Pakaian elektronik (entertainment/electronic cloth), pakaian militer, pakaian keselamatan (safety cloth) dan wearable computer akan terus berkembang sesuai kebutuhan untuk memenuhi fungsi-fungsi khusus lainnya. Hal ini berarti kemajuan IPTEKS sangat mempengaruhi terciptanya berbagai produk tekstil dan fashion bernilai tambah tinggi. Kita bisa cermati beberapa fenomena, seperti ditemukannya serat sintetis dengan elastisitas dan berdaya serap tinggi maka berkembanglah trend “baju ketat”, di saat ditemukannya senjata maka terpikir untuk membuat rompi anti peluru, di saat orang hendak ke bulan terpikir bagaimana disain dan material bajunya untuk menembus ruang angkasa, di saat banyak bom terpikir bagaimana membuat baju anti ledakan bom, disaat diketahui lapisan ozon mulai menipis dibutuhkan baju yang mampu melindungi dari sinar ultraviolet, di saat kesadaran akan pentingnya penampilan diciptakan baju-baju yang mampu membentuk /memperbesar bagian-bagian tubuh tertentu.

Implementasi produk Smart Fabric/Smart Textile di Indonesia boleh dikatakan masih sebatas wacana ataupun baru menjadi wawasan teknologi namun tetap perlu dicermati dan antisipasi untuk merancang pengembangan produk tekstil dan fashion ke depan. Melalui pendekatan integratif dan kolaboratif dari berbagai disiplin ilmu dan kerjasama antara lembaga pendidikan dengan industri yang bersimbiosis mutualisme untuk menghasilkan produk smart textile made in Indonesia adalah sebuah keniscayaan.

D. KESIMPULAN

Pengembangan dan aplikasi produk smart textile akan terus berkembang seiring kemajuan teknologi di berbagai bidang. Untuk pengembangan produk smart textile dibutuhkan integrasi dan kolaborasi antar disiplin ilmu seperti elektronika, mesin, kimia, kesehatan dan tekstil. Ke depan penelitian tentang rekayasa serat melalui aplikasi nanoteknologi perlu dikembangkan agar menghasilkan produk-produk tekstil yang berkualitas, bernilai fungsi tinggi dan inovatif. Oleh karena itu pengembangan penelitian di bidang tekstil perlu diarahkan pada :

1. Rekayasa molekul serat-serat alam sehinggga memiliki sifat sifat serat sintetis

2. Rekayasa molekul serat sintetis sehingga menyerupai sifat serat alam

3. Perpaduan serat alam dan sintetis sehingga menjadi bahan komposit yang bersifat unggul untuk aplikasi di berbagai bidang.

4. Pengintegrasian berbagai peralatan elektronik (mikroelektronik sistem) ke dalam struktur tekstil/fashion (Interactive fashion)

5. Pengembangan Conductive Fiber.

DAFTAR PUSTAKA

Deguillemont, D, 2003.’’ Bio medical Clothes, Smart Textile”. Minatec 2003. Institute Francaise Textile Habillemen.

Indah Molektuz Z, 2002. ’’ Tantangan Tenaga Profesional Tekstil menghadapi Era Kompetisi Teknologi Global’’. Makalah disajikan dalam acara Seminar Nasional Tekstil, UII Yogyakarta, 2002

Menezes, Edward, 2003.” Smart Textile”. Pakistan Textile Journal, February 2003. diakses di www.ptj.com tanggal 2 Maret 2005

Meoli, Dina dan Plumlee-Tracy Mae, 2002. “Interactive Electronic Textile Development” , Journal Textile and Apparels, Technology and Management, Volume 2, Issue 2 Spings 2002. NC State University, US.

Singh, Mukesh Kumar, 2004. “The state-of-art ‘Smart Textiles’. Pakistan Textile Journal, Agustus February 2004. diakses di www.ptj.pk.com tanggal 2 Maret 2005

Widodo, Mohhammad, 2004. “Aplikasi Nanoteknologi di Bidang Tekstil”. Kumpulan Makalah Laporan TexChem 2004. STTT Bandung.

2 thoughts on “PAKAIAN CERDAS: Fashion Sebagai Media Penerapan Teknologi

  1. Dian Oktober 27, 2015 / 10:41 am

    Untuk mendapatkan material smart textile yang bisa sebagai konduktor di mana ya? apa ada suppliernya di Indonesia?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s