Produktivitas di Industri Garmen

Produktivitas di Industri Garmen

oleh: Noor fitrihana

Menurut Joseph (2005) produktivitas memiliki pengertian secara teknis dan filosofis. Pengertian teknis produktivitas merupakan perbandingan atau ratio antara keluaran (output) yang dihasilkan dan masukan (input) yang digunakan sedangkan pengertian filosofis produktivitas merupakan keinginan dan upaya manusia untuk meningkatkan kualitas kehidupannya di segala bidang. Produktivitas mengandung 3 unsur yang meliputi efisisiensi, efektivitas serta kualitas.

Pengukuran Produktivitas secara teknis pada dasarnya adalah hasil dari Output (O) dibagi input (I). Semakin besar output dan semakin kecil input maka produktivitasnya semakin besar. Dari hubungan output dan input tersebut maka produktivitas juga dapat digambarkan sebagai berikut :

1. Produktivitas (P) naik apabila Input (I) turun, Output (O) tetap

2. Produktivitas (P) naik apabila Input (I) turun, Output (O) naik

3. Produktivitas (P) naik apabila Input (I) tetap, Output (O) naik

4. Produktivitas (P) naik apabila Input (I) naik, Output (O) naik tetapi jumlah kenaikan Output lebih besar daripada kenaikan Input.

6. Produktivitas (P) naik apabila Input (I) turun, Output (O) turun tetapi jumlah penurunan Input lebih kecil daripada turunnya Output.

Radyanto (2008) menyatakan mengacu pada istilah bahwa produktivitas adalah hubungan antara output dan input, dalam industri garmen ada beberapa penjelasan:

  1. Output diartikan sebagai barang yang sudah diproduksi ( sebagai = Finish Good) atau barang setengah jadi ( sebagai WIP = Work in Progress). Harus dapat diukur dan berwujud sesuai dengan kriteria yang memenuhi spesifikasi kualitas. Output digambarkan secara fisik sebagai produk garmen yaitu pants, dress, jacket, vents, skort atau shirt. Jika ingin diketahui perhitungan produktivitas di bagian sewing line maka output yang digunakan adalah hasil pada end line. Jumlah Output di industri garmen merupakan jumlah produk yang sudah lolos uji kualitas sesuai standar di masing-masing proses. Jika produk tidak lolos uji kualitas maka produk akan dikembalikan ke operator untuk dipermak hingga memenuhi standar kaulitas yang ditentukan.
  2. Input merupakan elemen yang bersifat fisik yang diklasifikasikan berdasar input tenaga kerja, input bahan baku dan input energy atau volume . Input tenaga kerja dibagi menjadi 2 yaitu tenaga kerja langsung direct labor dantenaga kerja tidak langsung indirect labor. Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang langsung berhubungan dengan mesin produksi dan tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga kerja yang tidak langsung berhubungan dengan mesin produksi misalnya staf pemasaran dan administrasi lainnya. Input bahan baku umumnya dinyatakan dalam satuan meter atau piece . Input energi atau volume biaya yang ditimbulkan karena pemakaian umumnya dinyatakan menurut satuan jam kerja (jam), jumlah mesin (pieces), konsumsi fabrics (meter), pemakaian energi (kwh/jam) dan sumber daya lain yang digunakan untuk menghasilkan produk jadi.

Perhitungan tenaga kerja dihitung dengan rumus

1. Produktivitas tenaga kerja langsung

P/t = Output (pieces)

Jumlah tenaga kerja langsung x waktu

2. Produktivitas tenaga kerja total

P/t= Output (pieces)

(jumlah tenaga kerja langsung + tidak langsung) x waktu

One thought on “Produktivitas di Industri Garmen

  1. Rahma Februari 25, 2012 / 6:45 pm

    I like it.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s